Pedagang-Karyawan Bertolak Belakang Sikapi Lockdown Akhir Pekan di Jakarta Ilustrasi (Antaranews)

Merahputih.com - Pedagang ikan hias di Jalan Sumenep, Menteng, Jakarta Pusat bernama Budi (38) meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengkaji secara komprehensif rencana Lockdown akhir pekan jangan hanya mengeluarkan aturan yang menguntungkan satu sisi.

Menurutnya, pemerintah jangan cuma memikirkan pengendalian virus COVID-19. Akan tetapi juga menengok para pengusaha yang penghasilannya dari berjualan.

"Kalau bisa mah jangan. Tahu sendiri kalau tempat begini ramenya sabtu dan minggu. Hari biasa kan sepi orang-orang pada kerja," ujar Budi, Jumat (5/2),

Baca Juga:

Demi Keselamatan, Satgas Minta Warga Taati Kebijakan PPKM

Pemilik toko ikan Peninggilan Akuarium ini menyarankan kepada pemangku kepentingan untuk berkoordinasi dengan semua pihak ihwal lockdown akhir pekan tersebut.

Ia mengklaim, pengunjung yang datang menerapkan protokol kesehatan dengan memakai masker. "Tahu sendiri lokasi ini dipantau terus oleh orang-orang pejabat DKI," tandas dia.

Berkaca dari Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) awal dan PSBB ketat lokasi ini sempat ditutup sementara untuk menghindari penularan virus corona dan sebagai bentuk langkah dalan memutus mata rantai penyebaran COVID-19.

Kala itu, dirinya bingung harus bagaimana mencari nafkah sedangkan tempat ia mencari rezeki dihentikan sementara. Meski begitu, Budi tak marah dengan kondisi tersebut, sebab hal sebagai langkah dalam menekan penyebaran COVID-19.

Ia pun harus memutar otak untuk bisa bertahan hidup di masa pandemi COVID-19. Budi pun memilih untuk berjualan menjual mie ayam di depan rumahnya di Tanggerang.

"Kita waktu PSBB dulu tuh yang ketat kan sempat tutup sementara. Ini kan dikelola sama pemerintah DKI. Nah disitu kan enggak punya duit," paparnya.

Ilustrasi pedagang ikan (MP/Asropih)

Maka dari itu, Pemerintah DKI diminta untuk tidak menerima usulan anggota DPR dalam menerapkan lockdown weekend. Menurutnya, kebijakan ini memberatkan dirinya dan juga pengusaha ikan lainnya.

"Sekarangkan lagi musim ikan lagi nih cupang, gabus hias, lagi rame lah. Kalau bisa jangan lockdown weekend itu lagi rame-ramenya," tuturnya.

Sementara itu, pegawai swasta di daerah Pecenongan bernama Yanti (27) mengaku tak mempersoalkan usulan kebijakan lockdown weekend. Ia berpendapat regulasi itu dapat menekan angka kasus COVID-19 di DKI.

Sebab, ia meniai, kebanyakan masyarakat di Jakarta senang berkeliaran pada hari libur Sabtu dan Minggu. Dikarenakan hari biasa sibuk bekerja.

"Ya ga ada masalah. Hari sabtu minggu emang banyak warga yang berpergian ngumpul sama teman atau keluarga," terang dia.

Baca Juga:

PPKM Dimulai, PNS Keluyuran Kena Sanksi

Meski demikian, Yanti menyarankan Pemprov DKI untuk mempertimbangkan dahulu secara matang usulan lockdown tersebut. Jangan sampai ada yang dirugikan dari regulasi tersebut.

Ia bercerita, jika di tempat menerapkan sistem kerja dari kantor atau work from office (WFO) selang-seling. Artinya bila Senin masuk hari Selasa kerja dari rumah atau work from home (WFH) begitu seterusnya.

"Ya dibahas dulu. Itu usulan doang. Jangan aturan itu ada yang dirugikan. Kasih apalagi covid gini," ungkapnya. (Asp)

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
KPK Ingatkan Gubernur Kaltara Soal Komitmen Antikorupsi
Indonesia
KPK Ingatkan Gubernur Kaltara Soal Komitmen Antikorupsi

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Firli Bahuri bersama dua Wakil Ketua KPK, Nawawi Pomolango dan Lili Pintauli menerima audiensi Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Zainal Arifin Paliwang di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (16/2).

Libur Idul Adha, Penumpang Bandara YIA Naik 31 Persen
Indonesia
Libur Idul Adha, Penumpang Bandara YIA Naik 31 Persen

Sementara jumlah penumpang rata-rata hari normal sejumlah 2.785 penumpang

Bupati Klaten Politisasi Bansos COVID-19
Indonesia
Bupati Klaten Politisasi Bansos COVID-19

Trubus berpendapat politisasi bansos di tengah krisis tak akan membawa dampak positif bagi pemerintahan.

Setuju Jakarta Kembali PSBB, Pengamat: Tidak Perlu 'Gimmick' Seperti Peti Mati
Indonesia
Setuju Jakarta Kembali PSBB, Pengamat: Tidak Perlu 'Gimmick' Seperti Peti Mati

Ia juga memberikan catatan penting kepada Pemprov DKI Jakarta sebelum benar-benar menerapkan kebijakan tersebut

11 Jenis Kopi Indonesia Dipamerkan di KBRI Singapura
Indonesia
11 Jenis Kopi Indonesia Dipamerkan di KBRI Singapura

Acara dihadiri sekitar 30 undangan dari berbagai kalangan pencinta kopi Singapura, termasuk barista, pemilik kafe, pedagang kopi dan kalangan diplomatik.

Jabar Jadi Tuan Rumah Gernas BBI
Indonesia
Jabar Jadi Tuan Rumah Gernas BBI

Jabar akan jadi tuan rumah Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) bekerja sama dengan Kementerian Koperasi UKM - Kantor Perwakilan BI Jawa Barat, mulai April 2021.

Kapolri Ajak Masyarakat Bersatu Wujudkan Indonesia Maju
Indonesia
Kapolri Ajak Masyarakat Bersatu Wujudkan Indonesia Maju

"Mari bersatu mewujudkan Indonesia yang maju," tutur Idham

Ajay M Priyatna Wali Kota Cimahi Ketiga Yang Dicokok KPK
Indonesia
Ajay M Priyatna Wali Kota Cimahi Ketiga Yang Dicokok KPK

Ajay yang merupakan Wali Kota Cimahi ketiga itu, dikabarkan ditangkap oleh tim KPK pada Jumat (27/11).

Lika-Liku Vaksin Nusantara Karya Mantan Menkes Terawan
Indonesia
Lika-Liku Vaksin Nusantara Karya Mantan Menkes Terawan

Alasan Terawan ciptakan vaksin itu karena dirinya pernah mengembangkan sel dendritik sejak di RSPAD Gatot Subroto pada 2015. Vaksin Nusantara ini di teliti menggunakan sel dendritik

KPU Ungkap 37 Calon Kepala Daerah Positif COVID-19
Indonesia
KPU Ungkap 37 Calon Kepala Daerah Positif COVID-19

Pilkada kali ini digelar dalam kondisi pandemi COVID-19. Sehingga semua pihak yang terlibat diminta menerapkan protokol kesehatan secara ketat.