Pedagang Bandel yang Layani Pelanggan Makan di Tempat saat PSBB Disemprot Disinfektan Polisi semprotkan cairan disinfektan ke jalan. Foto: MP/Istimewa

MerahPutih.com - Meski hampir berjalan dua pekan pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) total di Jakarta, beberapa pedagang masih saja bandel dengan memperbolehkan pengunjung makan di tempat.

Menurut Kapolsek Metro Menteng, AKBP Guntur Muhammad Thariq, beberapa pedagang bandel itu masih ditemui di wilayahnya. Seperti di kawasan Sabang dan Cikini. Ia menuturkan, pihaknya langsung menyiram para pedagang yang kedapatan bandel itu dengan cairan disinfektan.

Baca Juga

Pelanggaran Protokol Kesehatan Hampir 1 Juta Kasus

"Iya kami lakukan penyiraman di sana. Karena jika berkerumun sambil makan maka bisa saja meninggalkan virus," kata Guntur kepada MerahPutih.com di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (24/9).

Guntur menjelaskan, kegiatan penyemprotan disinfektan menggunakan mobil water canon ini bukan untuk merugikan pedagang.

"Tujuan kami agar pedagang sadar akan bahaya virus COVID-19. Termasuk menciptakan lingkungan yang bersih," sebut ayah tiga orang anak ini.

Dari pantauan di lokasi, sejumlah pedagang kuliner di seputaran Menteng, Jakarta Pusat kocar-kacir saat aparat kepolisian dari Polsek Metro Menteng menyemprotkan disinfektan. Para pedagang ini berlarian menutup dagangannya.

Polisi semprotkan cairan disinfektan ke jalan. Foto: MP/Istimewa

Sebagian diantaranya memindahkan gerobak karena tidak ingin makanan dagangannya terkena cairan disinfektan. Penyemprotan disinfektan ini dilakukan oleh Polsek Metro Menteng untuk mencegah penularan COVID-19 di area-area publik. Namun, sebagian pedagang yang berada di area pinggir jalan pun tak luput dari semprotan disinfektan.

Kegiatan penyemprotan disinfektan ini menggunakan mobil water canon yang dikawal oleh sejumlah aparat kepolisian dari Satuan Brimob. Penyemprotan disinfektan ini dilakukan secara menyeluruh di seluruh ruas jalan, di kawasan Menteng.

Guntur menjelaskan, pihaknya langsung menutup jalan menuju akses ke Jalan Sabang untuk membatasi akses pengunjung. Hal ini dilakukan agar mobil pengunjung tak bisa melintas.

"Yang bisa melintas hanya ojek online atau motor pengantar makanan saja. Gak boleh makan di tempat dan harus langsung dibawa pulang," ungkap Guntur.

Penutupan jalanan ini berlangsung sementara jika kondisi pusat kuliner itu mulai ramai.

"Situasional saja. Kalau memang sepi kami buka lagi. Biasanya ramai kalau menjelang malam," terang Guntur.

Ia menambahkan, lokasi lain yang dilakukan penutupan jalan yakni kawasan Taman Menteng. Di sana kerap dijadikan sarana berkumpul para pemuda.

Baca Juga

Polda Metro Buka Layanan Lapor Pelanggaran Protokol Kesehatan via Medsos

"Aksesnya kami batasi lewat penutupan jalan. Jika ramai kami tutup agar warga tak bisa ke sana dulu," imbuh Guntur.

Untuk diketahui, Pergub Nomor 79 tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya dan Pengendalian COVID-19 mengatur tentang pemberian sanksi pelanggar PSBB. (Knu)


Tags Artikel Ini

Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH