Pecatan Pegawai KPK yang Curi Emas 1,9 Kg Masih Berstatus Saksi Logo KPK. Foto: ANTARA

Merahputih.com - Seorang pria berinisial IGAS dipecat oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena kedapatan mencuri barang bukti kasus korupsi berupa emas seberat 1,9 kg.

Saat ini, polisi tengah menyelidiki lebih lanjut tentang dugaan kasus tersebut.

Baca Juga:

KPK Lakukan Operasi di Gresik Jawa Timur

"Iya benar, itu masih lidik," ujar Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan, AKBP Jimmy Cristian Samma saat dihubungi wartawan, Kamis (8/4).

Menurutnya, IGAS bisa saja dijerat dengan pidana dengan delik pencurian. Namun, saat ini kasus tersebut tengah diselidiki lebih dahulu oleh Polres Jakarta Selatan.

Dewan Pengawas KPK memecat pegawainya berinisial IGAS karena terbukti mencuri emas barang bukti seberat 1.900 gram. (Foto: MP/Ponco Sulaksono)

Adapun terkait pegawai KPK tersebut, kata dia, sudah diperiksa oleh pihak kepolisian. Namun, dia belum bisa berbicara lebih lanjut lantaran masih dalam proses penyelidikan.

"Sudah kita periksa. Statusnya masih saksi juga," ucapnya.

Baca Juga:

KPK Periksa Transaksi Keuangan Nurdin Abdullah Lewat Sang Anak

Dalam kasusnya, IGAS mencuri 4 emas batangan seberat 1,9 kg yang merupakan barang bukti kasus korupsi di perkara eks pejabat Kemenkeu, Yaya Purnomo.

Emas itu dicuri dan digadaikan untuk membayar hutang. (Knu)

Tag
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Guru NU Kritisi Nadiem yang Dinilai Kedepankan Teknologi Daripada Humanisme
Indonesia
Guru NU Kritisi Nadiem yang Dinilai Kedepankan Teknologi Daripada Humanisme

Nadiem pun lebih mementingkan kebijakan ke depan tanpa memperhatikan sejarah perjalanan pendidikan di Indonesia

Novel Bamukmin: PDIP Gak Usah Lebay
Indonesia
Novel Bamukmin: PDIP Gak Usah Lebay

Ketua Media Center PA 212 Novel Bamukmin meminta PDIP tak perlu berlebihan merespon insiden tersebut.

Sempat Dikembalikan ke Polri, Ini Alasan KPK Perpanjang Masa Kerja Kompol Rossa
Indonesia
Sempat Dikembalikan ke Polri, Ini Alasan KPK Perpanjang Masa Kerja Kompol Rossa

Rossa merupakan penyidik yang menangani kasus suap pergantian antar waktu (PAW) anggota DPR yang menjerat Wahyu Setiawan dan Harun Masiku.

Lompat dari Lantai 13 RSUI Depok, Pasien COVID-19 Tewas
Indonesia
Lompat dari Lantai 13 RSUI Depok, Pasien COVID-19 Tewas

Humas RSUI Kinanti membenarkan kasus tersebut

KPK Sebut Korupsi CSRT Bisa Timbulkan Bencana Alam
Indonesia
KPK Sebut Korupsi CSRT Bisa Timbulkan Bencana Alam

Foto citra satelit yang beresolusi tinggi bisa digunakan sebagai dasar perencanaan tata ruang wilayah

[Hoaks atau Fakta]: Esemka Produksi Mobil Sport
Indonesia
[Hoaks atau Fakta]: Esemka Produksi Mobil Sport

Berdasarkan hasil penelusuran gambar, foto yang identik dengan foto yang diunggah oleh sumber klaim itu salah satunya diunggah di situs superstreetonline.com pada 16 Januari 2020.

Pergerakan Pesawat di Bandara Belitung Meningkat 100 Persen Lebih
Indonesia
Pergerakan Pesawat di Bandara Belitung Meningkat 100 Persen Lebih

Peningkatan jumlah penumpang terjadi baik datang ke Pulau Belitung maupun sebaliknya.

Pesan Menteri Agama di Hari Suci Nyepi 2021
Indonesia
Pesan Menteri Agama di Hari Suci Nyepi 2021

Umat Hindu dapat menggali makna terdalam yang diyakini dari peringatan Hari Suci Nyepi selama menjalani Catur Brata Penyepian; Amati Geni, Amati Karya, Amati Lelungan, dan Amati Lelanguan.

Kuasa Hukum Tegaskan Rahmat Kadir Siram Novel Secara Spontan
Indonesia
Kuasa Hukum Tegaskan Rahmat Kadir Siram Novel Secara Spontan

"Sehingga spontan ambil mug dengan isi air aki bercampur air," kata penasihat hukum Rahmat Kadir

Pelajar Kakak Beradik Sumbangkan Uang Tabungan Selama Setahun untuk Penanganan COVID-19
Indonesia
Pelajar Kakak Beradik Sumbangkan Uang Tabungan Selama Setahun untuk Penanganan COVID-19

Banyak rumah sakit kekurangan alat pelindung diri (APD) dan warga kesulitan ekonomi.