PDIP Tuding Kenaikan Elektabiltas Prabowo-Sandi karena Sukses Sebar Hoaks dan Fitnah Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. (MP/Budi Lentera)

MerahPutih.com - Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto menuding kenaikan elektabiltas pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dalam enam bulan terakhir merupakan kesuksesan menyebar hoaks dan fitnah. Dalam survei Litbang Kompas, elektabilitas paslon no urut dua itu naik 4 persen.

Hasto menyinggung sejumlah aksi kontroversial seperti tarian Prabowo di debat capres pertama, hoaks, dan fitnah. Lalu, dengan metode strategi pemenangan yang diimpor dari asing seperti Firehose of falsehood.

hasto
Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Hasto Kristiyanto. (Foto: merahputih.com/Fadli)

"Bayangkan saja dilengkapi dengan fitnah dan hoax, Prabowo-Sandi hanya mampu naik 4 persen dalam waktu 6 bulan," kata Hasto dalam keterangannya di Jakarta, (21/3).

Hasto meminta seluruh simpatisan, anggota, dan kader partai koalisi Jokowi-Ma'ruf untuk terus berjuang semakin militan.

"Kami akan tingkatkan kerjasama agar elektoral seluruh Parpol KIK bisa meningkat," jelas Hasto.

Hasto menganggap, ada momentum Gerindra untuk turun drastis terbuka lebar karena mengandalkan efek ekor jas, tanpa dukungan kekuatan teritorial.

"Dengan demikian kaki-kaki Gerindra bisa diminimkan kerjanya di lapangan. Di sini tokoh-tokoh NU, PKB, dan PPP bisa bergerak bersama membendung gerakan HTI yang berada di belakang Prabowo-Sandi," jelas dia.

Pasangan Prabowo-Sandiaga

Hasto yakin, survei Litbang Kompas yang menempatkan Jokowi-KH Maruf Amin sebesar 56.8% sebagai target pesimis.

"Sementara target realistis adalah 63.4%," pungkas Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf ini. (Knu)



Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH


berita-singlepost-banner-4