PDIP Terima Dana Parpol Rp 27 Miliar dari Pemerintah Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri saat menandatangani dokumen penerimaan dana bantuan dari pemerintah. Foto: ANTARA/HO-PDIP

MerahPutih.com - Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri Bahtiar menyerahkan dana partai politik dari pemerintah kepada PDI Perjuangan (PDIP) sebesar Rp 27 miliar.

Penyerahan simbolis itu dilakukan di sela-sela Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II PDIP Tahun 2021, di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Selasa (21/6).

Baca Juga

Kejutan HUT Jokowi di Rakernas PDIP, Tumpeng Pertama Pancing Tawa Megawati

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mempersilakan Bahtiar memasuki Aula Sekolah Partai. Selanjutnya Bahtiar bersama Bendahara Umum DPP PDIP Olly Dondokambey meneken dokumen serah terima bantuan tersebut.

Selanjutnya Olly Dondokambey mengantar dokumen itu untuk diteken Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Sempat terjadi percakapan ringan antara Megawati, Olly, dan Bahtiar.

Peserta rakernas bertepuk tangan atas momen tersebut. Apalagi saat Olly mengatakan bantuan ini lebih besar dari yang diterima sebelumnya.

Baca Juga

Buka Rakernas, Megawati Sebut Presiden Jokowi Kader PDIP

Saat ini agenda rakernas adalah menerima laporan Dewan Pimpinan Luar Negeri (DPLN), antara lain Perwakilan Asia, Afrika, Eropa, dan Australia.

"Ada hal yang baru dalam Rakernas II PDIP, yaitu mendengarkan laporan Dewan Pimpinan Partai Luar Negeri (DPLN) dari Benua Eropa, Australia, Eropa, Afrika, dan Amerika Serikat," kata Hasto

"Seluruh pengurus DPLN PDI Perjuangan menyampaikan program pemenangan di luar negeri dan komitmen untuk membangun kerja sama politik global," ucap Hasto. (Pon)

Baca Juga

Hadiri Rakernas PDIP, Jokowi Disambut Prananda

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Kebijakan Larangan Ekspor Migor dan CPO Berpotensi Masuk Angin
Indonesia
Kebijakan Larangan Ekspor Migor dan CPO Berpotensi Masuk Angin

"Idealnya, saat mulai berlakunya suatu kebijakan, tidak terpaut waktu yang terlalu lama dengan masa penetapannya, sehingga kebijakan tersebut tidak masuk angin," pungkasnya.

Warga Tangsel Antusias Sambut Operasi Pasar Minyak Goreng
Indonesia
Warga Tangsel Antusias Sambut Operasi Pasar Minyak Goreng

Harga minyak goreng di Kota Tangsel cukup tinggi dan mulai langka di pasaran.

Atap Rumah Warga Sumur dan Munjul Runtuh Akibat Gempa M 6,7
Indonesia
Atap Rumah Warga Sumur dan Munjul Runtuh Akibat Gempa M 6,7

Sedangkan, sejumlah rumah di Kecamatan Sumur dan Munjul mengalami kerusakan pada bagian atap dan teras rumah.

Atlet Kota Bandung Peraih Medali SEA Games 2021 Diberi Uang Kadeudeuh
Indonesia
Atlet Kota Bandung Peraih Medali SEA Games 2021 Diberi Uang Kadeudeuh

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memberikan kadeudeuh atau uang saku untuk para atlet Kota Bandung yang berprestasi di ajang SEA Games 2021.

Predator Seksual Ditangkap di Kepri, Korbannya 10 Anak
Indonesia
Predator Seksual Ditangkap di Kepri, Korbannya 10 Anak

Jajaran Polres Tanjungpinang di Kepulauan Riau (kepri) menangkap seorang pelaku predator seksual terhadap 10 orang anak. para korban terdiri pria dan perempuan.

Terduga Teroris Dokter Sunardi, Alumni UNS Surakarta yang Aktif Berkegiatan Sosial
Indonesia
Terduga Teroris Dokter Sunardi, Alumni UNS Surakarta yang Aktif Berkegiatan Sosial

"Dia (Sunardi) aktif di IDI. Sering beraktivitas di beliau berpraktek untuk sosial. Banyak yang digratiskan oleh beliau," kata Arif

DPR: Pemerintah Harus Stabilkan Pasokan dan Harga Pangan Sebelum Ramadan
Indonesia
DPR: Pemerintah Harus Stabilkan Pasokan dan Harga Pangan Sebelum Ramadan

Ketua DPR RI, Puan Maharani mengingatkan para pemangku kebijakan untuk memastikan agar stok pangan di pasar tersedia sehingga tidak terjadi lonjakan harga.

Kades Korupsi Kecil Tak Dipenjara, Pimpinan KPK Harus Serius Baca UU Tipikor
Indonesia
Kades Korupsi Kecil Tak Dipenjara, Pimpinan KPK Harus Serius Baca UU Tipikor

Selain itu praktik korupsi tidak bisa dinilai besar atau kecil hanya dengan melihat jumlah uangnya saja

[HOAKS atau FAKTA]: Pakai Bra Tak Dicuci Sebabkan Kanker Payudara
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Pakai Bra Tak Dicuci Sebabkan Kanker Payudara

Beredar informasi berupa unggahan di media sosial Facebook menyebutkan bahwa kanker payudara disebabkan oleh pemakaian bra yang tidak dicuci, bra hitam di musim panas, menggunakan bra saat tidur serta memakai bra berkawat.

Ketentuan Terbaru bagi WNA yang Mau Masuk Indonesia
Indonesia
Ketentuan Terbaru bagi WNA yang Mau Masuk Indonesia

PPDN berstatus warga negara asing, berasal dari perjalanan luar negeri dengan usia 18 tahun ke atas wajib telah mendapatkan vaksin kedua.