PDIP Setuju Kota Bekasi Gabung ke DKI Jakarta tapi... Gembong Warsono. (Foto: Facebook/Gembong Warsono)

MerahPutih.com - Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta, Gembong Warsono mengegaskan bahwa Fraksinya di parlemen Kebon Sirih setuju bila Kota Bekasi bergabung ke Provinsi DKI Jakarta.

Namun, kata dia, masuknya Kota Bekasi ke DKI harus melakukan kanjian yang matang. Kemudian kemauan dari masyarakat Bekasi.

Baca Juga: Anies Siap Terima Kota Bekasi Jika Pilih Gabung ke DKI Jakarta

"Iya setuju aja. Enggak ada soal," kata Gembong Warsono saat dikonfirmasi wartawan, pada Selasa (20/8).

Ia pun menyakini kalau warga Beksi berkeinhinan masuk kawasan Ibu Kota Jakarta. Dengan begitu menurut dia, hal tersebut menjadi bahan pertimbangan masuknya Bekasi ke dalam wilayah DKI.

"Tapi kajiannya seperti apa kita kan belum tahu," jelas anggota DPRD terpilih periode 2019-2024 itu

Gembong menjelaskan, alasan yang konkret Bekasi cocok bergabung dalam wilayah Jakarta karena kultur dan budayanya seragam yakni Betawi.

Baca Juga: Meme Ejekan Kota Bekasi Diabadikan di Kedutaan Besar Bekasi

Kemudian, lanjut dia, dilihat dari administrasi wilayah Kota Bekasi lebih dekat dengan Ibu Kota dibandingkan Jawa Barat.

"Kulturnya kan memang betawi. Dalam konteks administrasi kan mereka jauh lebih mudah ke Jakarta dibandkngkan ke Jawa Barat," tutupnya.

Sebelumnya Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengatakan, pihaknya lebih memilih bergabung ke Provinsi DKI Jakarta ketimbang masuk dalam Provinsi Bogor Raya. Menurutnya Kota Bekasi lebih cocok bergabung ke Jakarta karena kemiripan Kultur dan Budaya.

Namun wacana gabungnya Kota Bekasi ke DKI Jakarta tak ditanggapi baik oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.

Menurut dia, tidak relevan bila Bekasi masuk ke Jakarta, atau justru membentuk provinsi sendiri dengan sejumlah daerah di Bogor raya. Menurutnya, untuk mengatasi permasalahan administrasi yang kerap terjadi, maka pemekaran daerah lebih tepat untuk pemerintahan daerah tingkat II.

Baca Juga: Akhirnya, Masyarakat Bekasi Rasakan Dampak Positif Pemberlakukan Ganjil-Genap

"Tidak relevan kalau untuk konteks provinsi," ujar Ridwan Kamil saat menghadiri Sidang Paripurna DPRD dalam rangka memperingati Hari Jadi Jawa Barat yang ke-74, Senin (19/8). (Asp)

Kredit : asropih


Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH