PDIP Sebut Pemerintah-DPR Punya Banyak Waktu Perbaiki UU Cipta Kerja Sidang lanjutan pengujian formil dan materi Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, Rabu (13/10/2021). ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/aww.

MerahPutih.com - Mahkamah Konstitusi (MK) memerintahkan perbaikan Undang-Undang Nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Apabila dalam tenggang waktu 2 tahun sejak putusan MK diucapkan tidak dilakukan perbaikan, maka UU Cipta Kerja menjadi inkonstitusional secara permanen.

Anggota Komisi XI DPR dari Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) Rahmad Handoyo menghormati putusan MK yang menyatakan UU Cipta Kerja bertentangan dengan UUD 45.

"Saya kira kita harus hormati keputusan MK karena ini adalah inkrah dan mengikat," kata Rahmad saat dikonfirmasi, Kamis (25/11).

Baca Juga:

MK Larang Pemerintah Terbitkan Aturan Pelaksana Baru Terkait UU Cipta Kerja

Rahmad mengatakan, putusan MK tersebut juga harus dijalani sebaik-baiknya. Hal ini berkaitan dengan waktu perbaikan UU Cipta kerja selama dua tahun sesuai putusan MK.

"Karena sudah diputuskan harus dihormati baik pemerintah dan DPR. Karena ada waktu dua tahun untuk memperbaiki," ujarnya.

Baca Juga:

Tanggapi Putusan MK, Pemerintah Tetap Berlakukan UU Cipta Kerja Sambil Diperbaiki

Politikus partai berlogo banteng ini memastikan, pemerintah akan mengikuti keputusan MK terkait UU Cipta Kerja ini. Pemerintah dan DPR, kata dia, memiliki banyak waktu untuk melakukan perbaikan.

"Salah satunya akses keterbukaan publik seperti yang disampaikan oleh MK ya, nanti tentu akan lebih diberikan sosialisasi," kata Rahmad. (Pon)

Baca Juga:

MK Putuskan UU Cipta Kerja 2 Tahun tidak Diperbaiki Batal Permanen

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Virtual Police Dikhawatirkan Bias Saat Beri Teguran
Indonesia
Virtual Police Dikhawatirkan Bias Saat Beri Teguran

Akun yang mendapat teguran itu kebanyakan lantaran mengunggah konten yang berbau provokasi.

Biar Tak Berpotensi 'Tabrak' Ajaran Agama, Pemerintah Diminta Konsultasi Sebelum Bikin Kebijakan
Indonesia
Soal Penghentian Ekspor Nikel Mentah, Ketua DPD: Jokowi Harus Konsisten
Indonesia
Soal Penghentian Ekspor Nikel Mentah, Ketua DPD: Jokowi Harus Konsisten

"Justru ini saat yang tepat untuk memperlihatkan kedaulatan Indonesia sebagai sebuah negara. Buktikan jika kita negara yang kuat," kata La Nyalla

Mulai Hari Ini, Hasil GeNose C19 Bisa Diambil 1x24 Jam
Indonesia
Mulai Hari Ini, Hasil GeNose C19 Bisa Diambil 1x24 Jam

Kebijakan tersebut berlaku pada pelanggan kereta api (KA) jarak jauh sebagai syarat perjalanan mulai Kamis (1/4).

Kebijakan Impor Beras Berdampak Buruk Pada Produktivitas Pangan Indonesia
Indonesia
Kebijakan Impor Beras Berdampak Buruk Pada Produktivitas Pangan Indonesia

Pemerintah harus terus fokus meningkatkan produksi beras

BNPT: Ideologi Terorisme Tak Kenal Batas Teritorial dan Usia
Indonesia
BNPT: Ideologi Terorisme Tak Kenal Batas Teritorial dan Usia

Terorisme tidak mengenal batas teritorial dan usia sehingga perlu upaya bersama elemen bangsa untuk menanggulangi dan melakukan pencegahan.

Beras Impor Yang Menumpuk di Gudang Bulog
Indonesia
Beras Impor Yang Menumpuk di Gudang Bulog

Dari jumlah stok CBP yang ada saat ini, terdapat beras turun mutu eks impor tahun 2018 sebanyak 106.642 ton dari total impor beras tahun 2018 sebesar 1.785.450 ton.

[HOAKS atau FAKTA]: Pohon Natal Dipasang di Halaman Istana Negara
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Pohon Natal Dipasang di Halaman Istana Negara

Akun Facebook Niken Yati mengunggah sebuah gambar dan narasi yang memperlihatkan foto pohon Natal dipasang di halaman Istana Negara.

Cek Rumah Sakit Polri, Kapolri Listyo Minta Warga Harus Terlayani dengan Baik
Indonesia
Cek Rumah Sakit Polri, Kapolri Listyo Minta Warga Harus Terlayani dengan Baik

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan pengecekan langsung ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Sabtu (17/7) malam.

 Jokowi Terima Surat Kepercayaan Sembilan Duta Besar Negara Sahabat
Indonesia
Jokowi Terima Surat Kepercayaan Sembilan Duta Besar Negara Sahabat

Prosesi acara penyerahan surat kepercayaan dimulai dengan diperdengarkannya lagu kebangsaan dari masing-masing negara sahabat setelah duta besarnya tiba di Istana Merdeka.