PDIP Sebut Kebijakan Gage tak Efektif Kurangi Aktivitas Pekerja ke Kantor Petugas Kepolisian menilang mobil berplat nomor genap yang memasuki Jalan Salemba Raya, di Matraman, Jakarta. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/foc

MerahPutih.com - Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PDIP, Gilbert Simanjuntak mengkritik langkah Pemprov yang kembali memutuskan aturan ganjil genap (Genap) di 25 ruas protokol ibu kota.

Menurut Gilbert, aturan Gage itu justru mempersulit masyarakat terutama dalam memperbaiki ekonomi. Kebijakan itu terasa tidak bijaksana lantaran membatasi pergerakan warga yang memiliki kendaraan mobil.

Baca Juga

Selama Gedung Ditutup, Anggota DPRD DKI Libur

"Kebijakan gage di tengah ekonomi yang merosot sangat tidak tepat. Saat rakyat berusaha untuk mencari nafkah atau menjaga keberlangsungan usaha," kata Gilbert saat dihubungi wartawan di Jakarta, Selasa (4/8).

Di tengah banyak aktivitas yang ditutup seperti sekolah, tempat hiburan malam dan tempat-tempat lainnya, kondisi ibu kota tidak mendesak untuk diberlakukannya skema Gage.

Polantas memantau kendaraan saat hari pertama pemberlakuan kembali kebijakan ganjil-genap kendaraan di Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin (3/8/2020). ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/wsj
Polantas memantau kendaraan saat hari pertama pemberlakuan kembali kebijakan ganjil-genap kendaraan di Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin (3/8/2020). ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/wsj

Untuk melakukan pencegahan COVID-19, ucap Gilbert, bukan dengan membatasi pergerakan warga, tapi dengan memperketat penerapan protokol kesehatan.

Gilbert menyebut bahwa Gage justru tak efektif mengurangi jumlah karyawan di kantor. Terlebih dengan semakin banyak karyawan yang beralih kerja menggunakan angkutan umum justru banyak menambah resiko penularan di perkantoran.

"Yang mendesak untuk mengatasi kenaikan penderita saat ini adalah mengawasi di lapangan, dengan menurunkan ASN. Kebijakan ini terasa sangat tepat, tetapi menjadi sulit dilaksanakan oleh ASN DKI karena Gubernur sendiri tidak memberi contoh turun mengawasi ke lapangan," papar dia.

Baca Juga

Pembelajaran Tatap Muka di Sekolah Tak Boleh Asal-asalan

Gilbert menilai, bahwa dengan diterapkannya gage, justru akan membuat warga beralih menggunakan kendaraan umum yang jauh lebih berbahaya terdampak COVID-19.

"Maka sebaiknya ditinjau ulang. Peraturan ganjil genap di tengah pandemi COVID-19 yang semakin parah belakangan ini di Jakarta, terasa sangat tidak tepat," tutupnya (Asp)

Kredit : asropihs


Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH