PDIP Punya Kewajiban Moral Serahkan Harun Masiku ke KPK Koordinator Divisi Korupsi Indonesia Corruption Watch (ICW) Donal Fariz (MP/Fadhli)

MerahPutih.Com - Indonesia Corruption Watch (ICW) menilai PDI Perjuangan mempunyai kewajiban moral untuk menyerahkan Harun Masiku ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Harun tidak diketahui keberadaannya sejak ditetapkan sebagai tersangka pada Kamis (9/1) lalu.

"Ada kewajiban moril partai (PDIP) untuk menyerahkan yang bersangkutan kepada KPK," kata Koordinator Divisi Korupsi Politik ICW, Donal Fariz saat dikonfirmasi wartawan, Minggu (12/1).

Baca Juga:

Terlibat Dugaan Suap, Pengamat Politik Sarankan Hukuman Wahyu KPU Diperberat

Menurut Donal, partai besutan Megawati Soekarnoputri yang paling bertanggungjawab untuk membawa Harun ke lembaga antirasuah untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

"Kasus orang lari dari pengejaran KPK kan sudah sering, menurut saya partai bertanggung jawab untuk menghadirkan dia (Harun Masiku) di proses hukum KPK," ujar Donal.

ICW desak PDIP segera serahkan Harun Masiku ke KPK
Koordinator Divisi Korupsi Politik Indonesia Coruption Watch (ICW), Donal Fariz. (MP/Ponco Sulaksono)

Ketua DPP Bidang Kehormatan PDI Perjuangan, Komarudin Watubun sebelumnya telah meminta Harun menyerahkan diri ke KPK.

"Ya harus dicari, kita cari sama-sama, dan kita minta pak Harun untuk menyerahkan diri," kata Komarudin di lokasi Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I PDIP di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Jumat (10/1) kemarin.

Namun, berbeda dengan ICW, politisi kelahiran Maluku ini justru menilai pihak yang paling bertanggung jawab mencari keberadaan Harun adalah KPK.

"Ya yang paling bertanggung jawab mencari KPK lah," tegas dia.

Sebelumnya diberitakan KPK masih memburu Harun Masiku. Pasalnya, sejak ditetapkan tersangka pada Kamis (9/1) lalu, penyuap Komisioner KPU Wahyu Setiawan itu tidak diketahui keberadaannya.

"Sampai hari ini KPK masih terus mencari tersangka HAR (Harun Masiku). KPK meminta yang bersangkutan segera menyerahkan diri," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri saat dikonfirmasi, Sabtu (11/1).

Lembaga antirasuah juga mengimbau kepada pihak lain yang terkait dengan perkara ini agar bersikap kooperatif ketika keterangannya dibutuhkan penyidik dalam memproses hukum perkara ini.

"Bersikap kooperatif kepada KPK tidak hanya akan membantu penyidik menyelesaikan perkara lebih cepat, tetapi juga akan memberikan kesempatan yang bersangkutan untuk menjelaskan terkait perkara tersebut," ujar Ali.

Baca Juga:

Pengamat Kritik KPK yang Dianggap Tak Berdaya Saat 'Berhadapan' dengan PDIP

Dalam perkara ini, KPK telah menetapkan empat orang sebagai tersangka. Selain Wahyu dan Harun, KPK juga menjerat eks anggota Bawaslu sekaligus orang kepercayaan Wahyu Agustiani Tio Fridelina dan pihak swasta Saeful sebagai tersangka.

Wahyu bersama Agustiani diduga menerima suap dari Harun dan Saeful. Suap dengan total sekitar Rp 900 juta itu diduga diberikan kepada Wahyu agar Harun dapat ditetapkan oleh KPU sebagai anggota DPR menggantikan caleg terpilih dari PDIP Nazarudin Kiemas yang meninggal dunia pada Maret 2019.(Pon)

Baca Juga:

Kader PDIP Terjerat Korupsi, Nasib Gibran dan Bobby di Pilkada Serentak Jadi Taruhan

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Kepala BNPT Turun Langsung Tanggulangi Radikalisme di Solo
Indonesia
Kepala BNPT Turun Langsung Tanggulangi Radikalisme di Solo

Boy dan jajaran pun mengunjungi beberapa pondok pesantren dan yayasan di wilayah Surakarta, Jawa Tengah.

Dua Kali Disuntik Vaksin Corona, Antibodi Ridwan Kamil Capai 99 Persen
Indonesia
Dua Kali Disuntik Vaksin Corona, Antibodi Ridwan Kamil Capai 99 Persen

Diketahui saat ini, antibodi dalam darah Ridwan Kamil meningkat hingga 99 persen.

Minta Pemprov Percepat Pengerukan Sungai, PKB DKI: Jakarta Seperti Mangkok
Indonesia
Minta Pemprov Percepat Pengerukan Sungai, PKB DKI: Jakarta Seperti Mangkok

Hasbiallah meminta Pemprov DKI mengeruk sungai dalam dua hari ke depan

Masjid Istiqlal Gelar Tarawih Ramadan 2021
Indonesia
Masjid Istiqlal Gelar Tarawih Ramadan 2021

Sejumlah simulasi pun telah dilakukan, yakni menetapkan jarak antarjamaah 1,5 meter, menyediakan pencuci tangan (hand sanitizer) dan sabun di area umum.

Viral Diduga Pesta Narkoba di Rutan Salemba, Ini Penjelasan Karutan
Indonesia
Viral Diduga Pesta Narkoba di Rutan Salemba, Ini Penjelasan Karutan

Pihaknya juga tengah membenahi apa yang ada di dalam rutan Salemba

Kapolda Metro Minta Bantuan Warga Tutup Seluruh Jalan Tikus
Indonesia
Kapolda Metro Minta Bantuan Warga Tutup Seluruh Jalan Tikus

Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran meminta masyarakat agar turut serta membantu aparat dalam melaksanakan penyekatan di masa PPKM Darurat.

Cara Sudin Bina Marga Jakarta Pusat Atasi Banjir di Jalan Raya
Indonesia
Cara Sudin Bina Marga Jakarta Pusat Atasi Banjir di Jalan Raya

Ada tiga jalan raya yang menjadi prioritas Sudin Bina Marga dalam penanganan banjir ialah di Jalan Mas Mansyur, Gereja Ayam, dan Cempaka Putih.

Komnas HAM Dinilai Berat Proses Pengaduan 75 Pegawai KPK Tak Lolos TWK
Indonesia
Komnas HAM Dinilai Berat Proses Pengaduan 75 Pegawai KPK Tak Lolos TWK

Komnas HAM diprediksi berat untuk memproses pengaduan pegawai KPK yang tak lolos tes wawasan kebangsaan (TWK).

Begini Beda SIM C, CI dan CII
Indonesia
Begini Beda SIM C, CI dan CII

Kakorlantas Polri Irjen Istiono menyampaikan, pihaknya telah menerapkan peraturan baru terkait penggolongan SIM C pada Agustus 2021.

Polisi Pastikan Jozeph Paul Zhang Diproses Hukum Indonesia
Indonesia
Polisi Pastikan Jozeph Paul Zhang Diproses Hukum Indonesia

"Kalau saya tidak lepaskan saya ditangkap, dipulangin. Itu namanya berkhidmat," ujar Jozeph.