PDIP Pilih Bungkam Tentang Teman Masa Kecil Pengkritik Keislaman Jokowi Presiden Joko Widodo (Jokowi). Foto: Antara

MerahPutih.com - PDIP masih menyimpan rapat-rapat siapa oknum yang menyerang keislaman Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan tuduhan dekat dengan Partai Komunis Indonesia (PKI). Petinggi partai berlambang banteng itu memilih menutup mulut rapat-rapat sampai saat ini.

"Saya tidak tahu," kata Ketua DPP sekaligus politikus Senior PDIP Andreas Hugo Pareira, saat dikonfirmasi di komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (10/4).

Caption

Andreas pun menolak membenarkan pernyataan Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan sebelumnya mengatakan yang kerap menyerang Jokowi dengan isu tak benar merupakan sahabat kecil Jokowi. "Saya tidak tahu," ujar anggota Komisi I DPR itu singkat.

Padahal, Luhut menyebutkan nama sosok yang juga sesama anggota Komisi I DPR itu saat hadir dalam acara PDIP. "Saya setuju jika presiden merasa jengkel. Itu kan merupakan temannya beliau (presiden) dari kecil," kata Luhut saat ditanya tanggapan soal pidato Presiden yang berapi-api di acara relawan Galang Kemajuan (GK) di Puri Begawan, Bogor, Jabar, Sabtu (7/4) lalu.

Luhut Panjaitan (dua kanan) saat hadir Rakornas III Bidang Kemaritiman PDI Perjuangan di Kantor DPP PDI Perjuangan, Lenteng Agung (MP/Fadhli)

Sosok yang dirujuk Luhut itu adalah Ketua Komisi I DPR Abdul Kharis Almasyhari politisi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Diketahui, Abdul Kharis merupakan anggota DPR dari dapil V Jateng, alamat rumah di Laweyan, Solo.

Sebelum berkecimpung di dunia politik, Abdul Kharis merupakan dosen di Universitas Muhammadiyah Surakarta. Sejak kecil Jokowi selalu melaksanakan salat Jumat bersama-sama dengan politisi PKS itu, karena rumah Jokowi dan Abdul tidak berada jauh dari masjid tempat biasa salat Jumat.

Dikonfirmasi secara terpisah, Abdul Kharis Almasyhari sendiri sudah membantah tudingan tersebut. Justru, Politisi PKS ini menegaskan dirinya adalah saksi keislaman Jokowi. "Yang benar aku adalah saksi keislaman Jokowi," kata dia, kepada MerahPutih.com, Senin (9/4). (Fad)

Kredit : fadhli


Wisnu Cipto

LAINNYA DARI MERAH PUTIH