PDIP 'Panas' Rachmawati Ungkit Megawati Pernah 'Makar' di Zaman Gus Dur Wakil Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Rachmawati Soekarnoputri meresmikan posko di Solo, Jawa Tengah, Jumat (8/2).(MP/Ismail)

MerahPutih.com - PDIP bereaksi keras dengan pernyataan Rachmawati Soekarnoputri yang mengungkit kembali dugaan 'makar' ketua umum mereka Megawati Soekarnoputri pada era kepemimpinan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Rachmawati sebelumnya membandingkan tuduhan makar atas Kivlan Zen dengan Megawati yang saat itu masih menjabat Wakil Presiden menolak Perintah Gus Dur untuk melantik Chaeruddin Ismail sebagai Kapolri menggantikan Jenderal Polisi Surojo Bimantoro.

"Kalau mau bicara secara objektif, yang disebut makar itu adalah Megawati Soekarnoputri. Ketika Gus Dur memerintah, Gus Dur sudah mengatakan memilih Chaeruddin Ismail sebagai Kapolri, tapi Megawati melakukan insubordinasi pembangkangan terhadap Presiden. Dia melakukan apa yang dipilih adalah Bimantoro (Surojo Bimantoro)," kata adik Megawati itu, di kediamannya.

Megawati saat berkampanye di Solo pada Pemilu 2019
Megawati saat berkampanye di Solo, Jawa Tengah pada Pemilu 2019 (MP/Ismail)

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto merespons pernyataan Rachmawati tidak elok, serta cenderung tidak memahami konteks, terlalu melebar, dan penuh syak wasangka. Menurut dia, apa yang dilakukan Megawati saat itu tidak mau terjebak dalam polemik dualisme kepemimpinan Polri antara Bimantara dan Chaerudin.

"Ketika Ibu Megawati mengukuhkan kembali Pak Bimantara, Beliau telah dikukuhkan oleh MPR sebagai Presiden. Tujuannya pun sangat jelas, menghentikan keresahan internal Polri. Soliditas Polri sangatlah penting di dalam menciptakan rasa aman dan ketentraman masyarakat, terlebih menghadapi situasi politik saat itu seperti konflik di Maluku," kata Hasto, dalam keterangan resminya, Jumat (17/5).

BACA JUGA: Rachmawati Soekarnoputri: Indonesia Mengalami Paradoks

Hasto menambahkan tuduhan pembangkangan Megawati saat pemerintahan Gus Dur juga tidak terbukti karena tidak pernah ada perintah pelantikan Kapolri dengan alasan di luar kewenangan Beliau sebagai wapres.

hasto
Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Hasto Kristiyanto. (Foto: merahputih.com/Fadli)

Sebaliknya, Hasto mengkritik Rachmawati selama ini dikenal sering membuat pernyataan yang kurang simpatik. Bahkan, dia menyindir adik Megawati itu untuk mengintrospeksi diri sebelum membuat pernyataan bombastis ke publik.

BACA JUGA: Putri Bung Karno: Tak Ada Pilihan Selain Menangkan Prabowo-Sandi

"Langkah yang paling bijak, sebaiknya Ibu Rachmawati melihat ke dalam, melakukan otokritik, daripada memerkeruh suasana. Ucapan Ibu Rachma kurang pas. Kasihan Beliau tidak melihat persoalan bangsa dengan jernih. Selama ini rakyat juga mencatat, bagaimana pandangan politik Ibu Rachma selalu tidak tepat," tutup petinggi PDIP itu. (Knu)



Wisnu Cipto

LAINNYA DARI MERAH PUTIH