PDIP Minta PKS dan Gerindra Tak Ngotot-ngototan Rebutan Wagub DKI Prasetyo Edi Marsudi. (Foto: MP/Asropih)

MerahPutih.com - DPRD DKI Jakarta telah menunjuk pemimpin Panitia Khusus (Pansus) Pemilihan Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta setelah kosong di tinggal Sandiaga Uno.

Mereka yang ditunjuk adalah, Ketua fraksi Hanura DPRD Ongen Sangaji sebagai ketua dan Ketua Fraksi NasDem DPRD Bestari Barus Wakil ketua Pansus.

Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi mengungkapkan pembentukan Pansus tersebut agar teknis pemilihan pengganti Sandiaga Uno di kursi DKI 2 memiliki aturan yang jelas.

Sekretaris DPD PDIP DKI, Prasetyo Edi Marsudi (Foto: MP/Fadhli)
Sekretaris DPD PDIP DKI, Prasetyo Edi Marsudi (Foto: MP/Fadhli)

"Pertimbangannya gini karena bukan apa-apa ya kita juga harus ada pansus yang bagaimana nanti misalkan 2 kali gak terpilih, satu kali gak terpilih ini kan harus ada aturannya gitu lo," kata Prasetyo di Jakarta, Selasa (14/5).

Dengan adanya Pansus itu, kata Prasetyo, bila dua calon Wagub DKI yang diusulkan tidak memenuhi kriteria maka nantinya Pansus mengusulkan untuk mengirim sosok baru kandidat DKI 2.

"Kalau memang dua-duanya gak keterima ya dateng lagi yang baru. Siapa sih yang baru gitu lo," tuturnya.

Menurut dia, figur baru yang nanti dicalonkan harus kesepakatan partai pengusung Anies-Sandi di Pilkada 2017 lalu PKS dan Grindra.

Tapi ada catatan satu calon yang didorong nanti apabila dua nama yang sudah ada tak lolos dalam pemilihan Wagub DKI. "Ya tergantung dari PKS dan gerindra," jelasnya.

Politikus PDI Perjuangan itu juga mengimbau kepada PKS dan Gerindra tak saling ngotot-ngototan dalam perebutan kursi orang nomor dua di Jakarta itu.

"Ya secepatnya tergantung di dalam floor ini. Tergantung dengan PKS dan Grrindra juga. Kalau mereka ngotot-ngototan begitu ya gak ketemu," tutupnya. (Asp)

Baca Juga:

Kredit : asropih


Zaimul Haq Elfan Habib

LAINNYA DARI MERAH PUTIH