PDIP Kembali Bahas Calon Kepala Daerah Sejumlah Wilayah Pekan Depan Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto saat Rakerda I DPP PDIP Sulawesi Selatan di Hotel Claro, Makassar, Kamis (12/3). (Foto: MP/Ponco Sulaksono)

MerahPutih.com - DPP PDI Perjuangan akan melanjutkan rapat untuk membahas dan memutuskan sejumlah nama calon kepala daerah yang akan diusung di Pilkada Serentak 2020, termasuk 12 pilkada wilayah Sulawesi Selatan.

Rencananya, rapat itu akan digelar Senin (16/2), di Jakarta. Namun, waktu pengumuman calon yang akan diusung oleh partai besutan Megawati Soekarnoputri itu belum ditentukan.

Baca Juga:

PDIP Batal Umumkan Rekomendasi Awal Maret, Gibran: Nunggu Arahan Saja

Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan bahwa dalam menentukan calon, partainya tetap mengedepankan kehendak dan suara rakyat.

"Tentu saja dari kehendak rakyat karena ini bukan pilkadanya PDIP, tetapi pilkadanya rakyat. Maka rakyat sebagai hakim tertinggi dalam pengambilan keputusan," kata Hasto menjawab pertanyaan media usai membuka Rakerda I DPP PDIP Sulawesi Selatan di Hotel Claro, Makassar, Kamis (12/3).

Karena itu, Hasto menegaskan, PDIP selalu mencermati apa yang menjadi kehendak rakyat tersebut. Menurut dia, belajar dari pengalaman masa lalu, bisa dilihat bagaimana suara rakyat disampaikan dengan baik dalam memilih pemimpinnya.

"Sebagai partai, kami tidak boleh membutakan diri terhadap harapan rakyat. Kami harus membuka seluruh panca indera politik kami," ungkap Hasto.

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto usai diperiksa KPK di Jakarta, Rabu (26/2) (MP/Ponco Sulaksono)
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto usai diperiksa KPK di Jakarta, Rabu (26/2) (MP/Ponco Sulaksono)

Politikus asal Yogyakarta itu menegaskan PDI Perjuangan menjadikan pilkada sebagai momentum untuk menyiapkan pemimpin.

"Tahapan sudah dilakukan. Keputusan sudah dikerucutkan. Pada Senin pekan depan, akan dilakukan pembahasan untuk pengambilan keputusan," katanya didampingi Ketua DPD PDIP Sulsel Ridwan Andi Wittiri itu.

Hasto menuturkan bahwa setelah partai memutuskan mengusung, calon-calon yang diusung wajib mengikuti sekolah calon kepala daerah yang digelar PDIP. Menurut Hasto, sekolah itu bertujuan agar mereka mampu menjadi kepala daerah yang amanat, menyelesaikan masalah rakyat, sekaligus membangun masa depan.

"Semua kepala daerah PDIP wajib mewujudkan kemakmuran seluruh anak negeri. Ini semua wajib ikuti," kata Hasto.

Lebih lanjut Hasto menegaskan PDIP sudah memasang target secara nasional 60 persen kemenangan di Pilkada Serentak 2020.

"Kalau di Sulawesi Selatan, target delapan pilkada. Kami punya semangat gotong royong," ungkapnya.

Baca Juga:

Gibran Masih Setia Tunggu Rekomendasi PDIP untuk Pilwalkot Solo 2020

Hasto mengatakan pilkada bukan bertujuan semata-mata untuk sekadar menang atau kalah dan mengejar kekuasaan.

Dia menegaskan PDIP tentu bertekad untuk menang, tetapi yang penting adalah bagaimana seluruh jajaran partai solid menjadikan pilkada sebagai momentum konsolidasi.

"Kepala daerah kami persiapkan dengan sebaik baiknya," tegas Hasto.

Seperti diketahui, Pilkada Serentak 2020 akan digelar di sembilan provinsi, 244 kabupaten, dan 37 kota di Indonesia.

Sementara, Pilkada Serentak 2020 di Sulsel akan digelar di 11 kabupaten dan satu kota. Yakni, Kota Makassar, Kabupaten Barru, Bulukumba, Gowa, Kepulauan Selayar, Luwu Timur, Luwu Utara, Maros, Pangkajene Kepulauan, Soppeng, Tana Toraja, dan Toraja Utara. (Pon)

Baca Juga:

PDIP Targetkan Cakada Se-Indonesia Rampung Maret, Termasuk Gibran?

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Sipir Lapas Tanjungpinang Temukan Sabu-Sabu Tak Bertuan
Indonesia
Sipir Lapas Tanjungpinang Temukan Sabu-Sabu Tak Bertuan

Masih diselidiki asal muasal narkoba tersebut.

Puluhan Motor Peserta Aksi UU Cipta Kerja Diangkut, Begini Prosedur Pengambilannya
Indonesia
Puluhan Motor Peserta Aksi UU Cipta Kerja Diangkut, Begini Prosedur Pengambilannya

Anggota Patwal Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mengamankan 69 kendaraan roda dua paska kerusuhan demo.

Mantan Presiden India Meninggal Karna COVID-19
Indonesia
Mantan Presiden India Meninggal Karna COVID-19

India yang merupakan negara terpadat kedua di dunia, mencatat lonjakan kasus harian COVID-19 tertinggi secara global.

Dibekingi Prabowo, Tak Jaminan Muhammad-Rahayu Saraswati Menangi Pilwakot Tangsel
Indonesia
Dibekingi Prabowo, Tak Jaminan Muhammad-Rahayu Saraswati Menangi Pilwakot Tangsel

"Karena nama besar dari klan politik tertentu bertarung dalam Pilkada. Sara klan Prabowo. Siti Nur Azizah klan Ma'ruf Amien," sebut Ujang.

Terkuak! Pimpinan KPK Pecat Sepihak Kompol Rosa Penyidik Kasus Harun Masiku
Indonesia
Terkuak! Pimpinan KPK Pecat Sepihak Kompol Rosa Penyidik Kasus Harun Masiku

Semestinya Rosa masih mendapat gaji atas kerjanya

Kubu Rizieq Siapkan Pembuktian di Sidang Praperadilan
Indonesia
Kubu Rizieq Siapkan Pembuktian di Sidang Praperadilan

Kamil Pasha merinci bukti-bukti yang akan disampaikan dalam agenda sidang Rabu ini

Sidang Putusan Etik Firli Ditunda, ICW: Jangan Sampai Dimanfaatkan Intervensi Dewas KPK
Indonesia
Sidang Putusan Etik Firli Ditunda, ICW: Jangan Sampai Dimanfaatkan Intervensi Dewas KPK

Indonesia Corruption Watch (ICW) khawatir ada pihak yang memanfaatkan penundaan sidang putusan tersebut untuk mengintervensi Dewan Pengawas KPK.

[HOAKS atau FAKTA]: IDI Tolak Disuntik Vaksin COVID-19 Pertama Kali
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: IDI Tolak Disuntik Vaksin COVID-19 Pertama Kali

Akun Facebook Atjhev Bin Sugiharto mengunggah status bahwa Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menolak untuk disuntik vaksin COVID-19 pertama kali.

Pemasok Narkoba ke Pesinetron 'Anak Langit' Diciduk Polisi
Indonesia
Pemasok Narkoba ke Pesinetron 'Anak Langit' Diciduk Polisi

Atas perbuatannya tersebut, ia terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara. Ancaman minimal 5 tahun penjara paling lama 20 tahun penjara.

Hakim Kabulkan Permohonan JC Perantara Suap Djoko Tjandra
Indonesia
Hakim Kabulkan Permohonan JC Perantara Suap Djoko Tjandra

Pasal 10 ayat 1 saksi pelaku dapat diberikan penanganan secara khusus dan penghargaan atas kesaksian