PDIP Ingin Pemungutan Suara Pemilu di 21 Februari 2024 Pilkada. (MP/ Rizky).

MerahPutih.com - Fraksi PDI Perjuangan mengaku setuju jadwal pemungutan suara Pemilu 2024 dilaksanakan pada 21 Februari 2024, sesuai dengan usulan yang disampaikan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

"Fraksi PDI-P sangat setuju jadwal dari KPU, Pemilu dilaksanakan pada tanggal 21 Februari 2024. Karena terkait usulan itu, KPU RI juga sudah melakukan simulasi tahapan di Komisi II DPR," kata Wakil Ketua Komisi II DPR RI asal Fraksi PDI Perjuangan Junimart Girsang di Jakarta, Rabu (6/10).

Baca Juga:

NasDem Tidak Persoalkan Jadwal Pemilu Februari atau Mei 2024

Dia mengatakan, sikap fraksinya tersebut dengan harapan agar Pemilu 2024 dapat berjalan sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu yang mengamanatkan bahwa hari, tanggal, dan waktu pemungutan suara Pemilu ditetapkan oleh KPU.

Junimart menilai, kurang tepat terkait usulan pemerintah yang meminta agar pelaksanaan pemungutan suara Pemilu 2024 dilaksanakan pada 15 Mei karena berbenturan dengan bulan suci Ramadaan yang jatuh pada bulan Maret-April 2024.

"Terkait usulan Pemerintah yang meminta pemilu dilakukan tanggal 15 Mei 2024, terpaksa kita tolak karena berbenturan langsung dengan bulan suci Ramadan yang jatuh pada bulan Maret," ujarnya.

Dia mengatakan, kalau Pemilu 2024 dipaksakan dilaksanakan pada 15 Mei 2024, akan mengganggu ibadah puasa yang bersamaan jatuhnya dengan masa kampanye dan juga dengan Hari Raya Idul Fitri tahun 2024 pada 10 April.

Simulasi TPS
Simulasi TPS. (Foto:Bawaslu)

Selain itu, terkait usulan pemerintah tersebut, dikhawatirkan akan menyebabkan penyelenggaraan pencoblosan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2024 sangat sulit dilakukan dengan tenggang waktu yang sangat sempit.

Dia menjelaskan, hal itu karena perintah Undang-undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada yang telah ditetapkan penyelenggaraannya pada tanggal 27 November 2024.

"Kita hitung- hitung kalau bulan Mei itu pencoblosan pileg dan pilpres, maka tidak akan bisa mengejar pilkada bulan November. Karena kalau Mei dilakukan pemilu lalu terjadi dua putaran, bagaimana urusan sengketa yang akan selesai bulan Agustus-September untuk pemilu sementara pilkada sudah ditentukan UU dilakukan pada 27 November 2024," katanya.

Sebelumnya, Komisi II DPR batal menggelar Rapat Dengar Pendepat (RDP) dengan Menteri Dalam Negeri, Ketua KPU, Ketua Bawaslu, dan Ketua DKPP untuk membahas persiapan Pemilu serentak 2024, pada Rabu (6/10). (Pon)

Baca Juga:

Gerindra Pilih 15 Mei 2024 Jadi Hari Pemungutan Suara Pemilu

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Lebih dari 8.000 Jemaah Haji Indonesia Sudah Tiba di Madinah
Indonesia
Lebih dari 8.000 Jemaah Haji Indonesia Sudah Tiba di Madinah

Sampai hari ini, total jemaah yang telah diberangkatkan ke Tanah Suci sebanyak 8.702 orang

Pasien Sembuh COVID-19 di RSD Wisma Atlet Tembus 125 Ribu orang
Indonesia
Pasien Sembuh COVID-19 di RSD Wisma Atlet Tembus 125 Ribu orang

1.025 pasien dirujuk ke rumah sakit lain

Pelatih Dewa United FC Anggap Laga Perdana di Magelang Bukan Sebuah Keuntungan
Indonesia
Pelatih Dewa United FC Anggap Laga Perdana di Magelang Bukan Sebuah Keuntungan

Dewa United FC bakal menjalani laga perdana di Liga 1 dengan melawan Persis Solo di Stadion Moch Soebroto, Magelang.

Dua Negara Penyumbang Kasus Omicron Terbanyak di Indonesia
Indonesia
Dua Negara Penyumbang Kasus Omicron Terbanyak di Indonesia

"Secara kumulatif kasus paling banyak berasal dari Turki dan Arab Saudi. Kemudian kebanyakan kasus konfirmasi Omicron adalah mereka yang sudah lengkap vaksinasi COVID-19," tulis Kemenkes dalam laman resminya, Sabtu

PDIP Yakin Ada Fraksi Lain Ikut Gulirkan Hak Interpelasi Formula E
Indonesia
PDIP Yakin Ada Fraksi Lain Ikut Gulirkan Hak Interpelasi Formula E

Tak menuntut kemungkinan ada fraksi lain menggunakan hak interpelasi kepada Gubernur Anies Baswesan terkait Formula E.

Skema Ganjil Genap dan One Way saat Volume Jalan Tol Meningkat
Indonesia
Skema Ganjil Genap dan One Way saat Volume Jalan Tol Meningkat

Guna mengantisipasi lonjakan pemudik, polisi akan menerapkan skema pengaturan arus lalu lintas seperti ganjil genap (gage) dan one way.

Lima Ribu Warga DIY Mendapat Vaksin Booster Kloter Pertama
Indonesia
Lima Ribu Warga DIY Mendapat Vaksin Booster Kloter Pertama

Kegiatan vaksinasi COVID-19 booster tahap pertama di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta mulai dilaksanakan di Jogja Expo Center (JEC) hari ini.

56 Polisi Diperiksa Karena Terlibat Aksi Pembunuhan Brigadir J
Indonesia
56 Polisi Diperiksa Karena Terlibat Aksi Pembunuhan Brigadir J

Inspektorat Khusus (Itsus) memeriksa 56 personel kepolisian. Mereka diperiksa terkait dugaan pelanggaran etik dalam mengusut kasus dugaan pembunuhan berencana terhadap Brigadir J.

Persis Juara Liga 2 dan Promosi Liga 1, Kaesang Klaim Lampaui Prestasi Jokowi
Indonesia
Persis Juara Liga 2 dan Promosi Liga 1, Kaesang Klaim Lampaui Prestasi Jokowi

Kaesang Pangarep resmi menyerahkan Piala Liga 2 pada Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka di rumah dinas (rumdin) Loji Gandrung.

KAI Siapkan 2 Trip KA Uji Coba Rute Garut-Cibatu Secara Gratis
Indonesia
KAI Siapkan 2 Trip KA Uji Coba Rute Garut-Cibatu Secara Gratis

Manajer Humas PT KAI Daop 2 Bandung Kuswardoyo menyampaikan, uji coba KA Garut-Cibatu pada Kamis itu akan ada dua trip dengan jadwal pemberangkatan di Stasiun Garut pada pukul 09.00 WIB dan 11.35 WIB.