PDIP Dorong Kasetpres Jadi Calon Penganti Anies, Ini Alasannya Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI, Gembong Warsono. (Foto: MP/Asropih)

MerahPutih.com - Sosok Heru Budi Hartono mencuat dan dikabarkan layak menjadi Penjabat (Pj) Gubernur DKI menggantikan Anies Baswedan, yang akan berakhir pada pertengahan Oktober 2022 mendatang.

Saat ini Heru menjabat sebagai Kepala Sekretariat Presiden (Kasetpres).

Baca Juga:

Survei NSN: Elektoral PDIP dan PSI Meroket Gegara 'Serang' Anies Baswedan

Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI, Gembong Warsono mengaku, bahwa dirinya tidak memiliki hubungan yang dekat dengan Heru.

Tapi ia menilai Heru merupakan sosok yang pantas jadi Pj Gubernur dalam menyelesaikan program-program yang tersendat usai ditinggal Anies pada Oktober 2022.

"Iya, saya udah pernah melontarkan, saya tidak kenal beliau, tapi saya kenal kinerjanya. Saya kenal kinerjanya," kata Gembong saat dikonfirmasi, Rabu (13/4).

"Mudah-mudah bisa mempercepat program yang selama ini tersendat belum tereksekusi, agar pembangunan bisa segera dirasakan warga Jakarta," tambahnya.

Baca Juga:

Ketua DPRD DKI Minta KPK Periksa Anies Baswedan Terkait Formula E

Anggota Komisi A DPRD DKI berpendapat, Pj Gubernur nantinya harus memiliki kriteria yang paham, dan bisa mengeksekusi akan masalah-masalah di Jakarta dengan cepat, sehingga warga bisa segera merasakan manfaatnya.

"Sehingga perlu ada percepatan eksekusi terhadap program-program real yang masyarakat butuhkan. Misalkan bagaimana pengentasan banjir, contoh seperti itu," ungkap Gembong.

Dengan hadirnya orang lama di Pemprov DKI dalam pengganti Anies, diharapkan bisa menyelesaikan program yang mangkrak.

"Contoh soal ITF, pengelolaan sampah yang telah berpuluh tahun enggak pernah dieksekusi, harapan bisa pengganti nanti bisa laksanakan eksekusi. Jadi percepatan. Sifatnya percepatan terhadap program yang sudah ada sebetulnya," tandasnya.

Seperti diketahui, Gembong pernah melontarkan nama Kasetpres Heru Budi Hartono pada Januari 2022 lalu saat ditanya sosok yang layak mengisi jabatan Pj Gubernur pasca Anies Baswedan lengser pada Oktober. (Asp)

Baca Juga:

Berada di Lombok Tengah, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan Bersiap Nonton MotoGP

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Hasto Sentil Kader, Bertindak Sendiri Boleh Keluar
Indonesia
Hasto Sentil Kader, Bertindak Sendiri Boleh Keluar

DIP secara partai punya kepentingan lebih besar dan setiap kader yang bergabung juga masuk dengan sukarela guna menyatukan diri pada kepentingan yang lebih besar.

KPK Garap 4 Legislator Muara Enim
Indonesia
KPK Garap 4 Legislator Muara Enim

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap empat anggota DPRD Kabupaten Muara Enim, Senin (11/10).

Pemerintah Daerah Diminta Antisipasi Dini Konflik Jelang Pemilu 2024
Indonesia
Pemerintah Daerah Diminta Antisipasi Dini Konflik Jelang Pemilu 2024

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mendorong adanya langkah antisipasi dini terhadap potensi konflik menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024.

Bendera Merah Putih tak Berkibar di Piala Thomas, BPIP: Jangan Berkecil Hati
Indonesia
Bendera Merah Putih tak Berkibar di Piala Thomas, BPIP: Jangan Berkecil Hati

Staf Khsusus Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Romo Antonius Benny Susetyo mengimbau kepada masyarakat Indonesia terutama Atlet dan Official tidak berkecil hati.

Ganjar Bacakan Rekomendasi Rakernas PDIP, Penentuan Capres Hak Megawati
Indonesia
Ganjar Bacakan Rekomendasi Rakernas PDIP, Penentuan Capres Hak Megawati

Ganjar menyampaikan sebanyak tujuh rekomendasi, yang salah satunya adalah keputusan bahwa keputusan calon presiden (Capres) PDIP adalah hak prerogatif Megawati Soekarnoputri sebagai Ketua Umum PDIP.

Survei SMRC: Elektabilitas PDIP-Gerindra Melorot, Demokrat Masuk Lima Besar
Indonesia
Survei SMRC: Elektabilitas PDIP-Gerindra Melorot, Demokrat Masuk Lima Besar

Partai-partai yang mengalami penguatan dalam dua tahun terakhir adalah Golkar, PKB, Demokrat, PKS, dan Nasdem

Densus 88 Wanti-Wanti Warga Selektif Saat Kasih Sumbangan
Indonesia
Densus 88 Wanti-Wanti Warga Selektif Saat Kasih Sumbangan

"Kami mengharapkan masyarakat dapat lebih waspada dalam menyalurkan sumbangan-sumbangan ke organisasi atau kelompok yang tidak dikenal," ungkap Aswin saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (25/5).

[Hoaks atau Fakta]: Luhut Panjaitan Ambil Alih Barcelona FC
Indonesia
[Hoaks atau Fakta]: Luhut Panjaitan Ambil Alih Barcelona FC

Beredar postingan di Facebook oleh akun bernama Rahmat Joan di grup “Dukung Jokowi 3 Periode” bahwa Luhut Panjaitan mengambil alih klub sepak bola Barselona FC.

Eks Gubernur DKI Soroti Polusi Udara Ibu Kota
Indonesia
Eks Gubernur DKI Soroti Polusi Udara Ibu Kota

Salah satu PR yaitu permasalahan polusi udara yang beberapa hari terakhir menempatkan Jakarta sebagai yang kota berudara terburuk di dunia.

Pansus IKN Nusantara Ingin Jakarta Tetap Sandang Status Khusus Meski Bukan Ibu Kota
Indonesia
Pansus IKN Nusantara Ingin Jakarta Tetap Sandang Status Khusus Meski Bukan Ibu Kota

Ketua Pansus RUU IKN Nusantara Ahmad Doli Kurnia mengatakan, pihaknya tetap ingin menyandangkan predikat khusus ke Jakarta, setelah statusnya sebagai ibu kota dicabut dan dipindahkan ke Kalimantan Timur.