PDIP Desak Polisi Tindak Tegas Industri Pembuat Masker N95 Palsu Ilustrasi. (Foto: MP/Pixabay/Engin_Akyurt)

MerahPutih.com - Masyarakat dihebohkan terkait beredarnya masker palsu jenis N95 dan KN95 di pasaran. Biasanya, masker tersebut dipakai tenaga kesehatan (nakes) dalam menangani pasien COVID-19.

Menyikapi polemik tersebut, anggota Komisi IX DPR Rahmad Handoyo meminta aparat kepolisian untuk turun tangan dengan menindak tegas para pelaku yang membuat dan memperjualbelikan.

"Bagaimana tindakan tegas dari sisi hukum, kita harus bawa ke ranah hukum, aparat hukum harus dapat mengambil tindakan tegas. Karena ini membahayakan masyarakat dan telah membohongi rakyat," ucap Rahmad di Jakarta, Senin (5/4).

Baca Juga:

Tekan Penyebaran COVID-19, Jurnalis dan Polisi Bagikan Masker di Kawasan Pasar Baru

Rahmad menjelaskan, tindakan tegas secara hukum dapat diambil lantaran masyarakat tidak terlindungi secara medis dengan beredarnya masker palsu itu.

Padahal, kata Rahmad, masyarakat dan konsumen sudah mengeluarkan biaya yang cukup mahal untuk pengunaan masker palsu ini.

"Dua hal itu sudah bisa dijerat secara pidana, karena masyarakat sudah dibohongi dari sisi mutu dan produksi masker palsu sudah melawan hukum. Karena untuk membuat masker medis harus mendapat izin edar Kemenkes, baik itu untuk masker bedah dan masker N95," papar Rahmad.

Politikus PDIP ini melanjutkan, aparat hukum juga harus dapat memangkas industri dan pengusaha yang memproduksi masker palsu. Tindakan tegas dari hulu harus segera diambil.

"Jangan penjualnya karena mereka hilirnya, hulunya harusnya kita pangkas dulu. Hulunya harus ditindak tegas. Kalau tidak ini yang rugi rakyat dan kita semua, dikira aman ternyata tidak aman," tutur Rahmad.

Tes usap COVID-19 oleh tenaga kesehatan Dinkes Bantul, DIY. (ANTARA/Hery Sidik)
Tenaga kesehatan Dinkes Bantul, DIY Tes usap COVID-19. (ANTARA/Hery Sidik)

Tidak hanya itu, ucap Rahmad, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan juga harus terus mengedukasi dan mensosiliasikan perbedaan masker palsu dan asli.

"Tentunya yang pertama yang paling mudah adalah izin edar dari Kemenkes. Lalu yang kedua ialah uji secara fisik. Ini cara-cara mudah untuk membedakan masker palsu dan asli," tandas Rahmad.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meminta masyarakat mewaspadai masker medis palsu yang marak beredar.

Baca Juga:

Masker Wajah Corpse Paint Ala Black Metal

Salah satu isu yang tengah beredar, masker palsu yang ditemukan adalah masker respirator jenis N95 dan KN95 yang sering digunakan oleh tenaga kesehatan menangani pasien COVID-19.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan, Arianti Anaya memaparkan, masker jenis N95 dan KN95 rupanya juga digunakan dalam bidang industri.

Hanya saja, kedua jenis masker punya spesifikasi yang berbeda dengan masker respirator yang khusus untuk tenaga kesehatan. (Asp)

Baca Juga:

Izinkan Tempat Karaoke Dibuka, Dinkes DKI Ingatkan Pakai Masker Saat Nyanyi

Penulis : Zulfikar Sy Zulfikar Sy
Tag
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Mahfud Minta Kadispora Papua Pastikan Venue Siap Digunakan untuk PON XX
Indonesia
Mahfud Minta Kadispora Papua Pastikan Venue Siap Digunakan untuk PON XX

Apalagi, para kontingen juga berkomitmen untuk berdisiplin terhadap aturan dan protokol kesehatan COVID-19

16.519 Calon Siswa Berebut Masuk SMP Negeri di Tangerang
Indonesia
16.519 Calon Siswa Berebut Masuk SMP Negeri di Tangerang

Jadwal PPDB Tahap Dua pendaftaran pada 9 Juli pukul 08.00 hingga 14.00. Pengumuman pada 9 Juli pukul 20.00 dan daftar ulang di 10 Juli pukul 00.01 hingga 16.00.

Musim Pilkada, PWI Tegaskan Independensi Wartawan Harga Mati
Indonesia
Musim Pilkada, PWI Tegaskan Independensi Wartawan Harga Mati

PWI bahkan memberikan sanksi bagi wartawan yang bersikap partisan

Merapi Luncurkan Empat Kali Awan Panas hingga 3 Kilometer
Indonesia
Merapi Luncurkan Empat Kali Awan Panas hingga 3 Kilometer

Gunung Merapi meluncurkan empat kali awan panas guguran dengan jarak luncur paling jauh hingga 3.000 meter (3 km) ke arah barat daya.

Polisi Tangkap Fredy Kusnadi Terkait Kasus Mafia Tanah yang Rugikan Ibu Dino Patti
Indonesia
Polisi Tangkap Fredy Kusnadi Terkait Kasus Mafia Tanah yang Rugikan Ibu Dino Patti

Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, menangkap Fredy Kusnadi alias FK terkait kasus mafia tanah yang dilaporkan keluarga Dino Patti Djalal.

Profesi Gembong Teroris di Aceh, dari Pengusaha Kafe sampai ASN
Indonesia
Profesi Gembong Teroris di Aceh, dari Pengusaha Kafe sampai ASN

Densus 88 Antiteror Mabes Polri telah mengamankan lima terduga teroris di sejumlah lokasi di wilayah Aceh, yakni di Kota Langsa, Banda Aceh dan di Aceh Besar.

Setelah Bayar Pakai Sampah, Naik Suroboyo Bus Kini Tapping Uang Elektronik
Indonesia
Setelah Bayar Pakai Sampah, Naik Suroboyo Bus Kini Tapping Uang Elektronik

"Kami juga mendukung program Bank Indonesia (BI) yakni Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT), dan juga pembayaran semacam ini sangat cocok di tengah pandemi ini, karena tidak ada proses bersentuhan yang bisa memicu tersebarnya COVID-19,” imbuh Irvan.

Muncul Klaster Salat Tarawih di Banyumas
Indonesia
Muncul Klaster Salat Tarawih di Banyumas

Bupati mengatakan untuk klaster Tarawih di Desa Tanggeran, Kecamatan Somagede, berawal dari adanya seorang warga yang sedang sakit tetap berangkat ke musala untuk melaksanakan ibadah Salat Tarawih pada awal Ramadhan 1442 H.

Enam Anggota FPI Tewas Ditembak, Negara Diminta Bertanggung Jawab
Indonesia
Enam Anggota FPI Tewas Ditembak, Negara Diminta Bertanggung Jawab

Enam anggota Laskar Front Pembela Islam (FPI) ditembak mati aparat kepolisian di Jalan Tol Jakarta-Cikampek saat mengawal Rizieq Shihab.

Siklon Tropis Timbulkan Cuaca Ekstrem Sejumlah Wilayah
Indonesia
Siklon Tropis Timbulkan Cuaca Ekstrem Sejumlah Wilayah

Siklon tropis yang dinamakan siklon tropis Seroja ini terbentuk dari bibit siklon tropis yang diprediksi semakin menguat.