PDIP Coret Cak Imin dari Bursa Cawapres Jokowi? Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (29/11/2016). (Foto:setkab.go.id)

MerahPutih.Com - Nama Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar atau Cak Imin selama ini digadang-gadangkan bakal menjadi salah satu cawapres Jokowi di Pilpres 2019. Bahkan Cak Imin telah membentuk relawan dan posko bernama JOIN, Jokowi-Cak Imin.

Namun belakangan konstelasi politik berubah. Cak Imin disebut-sebut terpental dari bursa cawapres Jokowi. Adalah politikus PDI Perjuangan yang juga Kepala Badan Bantuan Hukum DPP PDIP Junimart Girsang memastikan Cak Imin tidak masuk dalam kandidat cawapres yang dikantongi Jokowi.

"Setahu saya (nama Cak Imin) nggak masuk," kata Junimart Girsang di Jakarta, Selasa (10/7).

Kendati demikian, Junimart menilai sikap optimisme yang ditunjukkan Cak Imin sah-sah saja. Namun ia mengingatkan, keputusan siapa cawapres yang dipilih nantinya ada di tangan Jokowi, PDIP dan parpol koalisi.

Ketum PBK Muhaimin Iskandar
Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (MP/Rizki Fitrianto)

"Ya itu sih sah-sah saja. Tapi kan semua kembali pada penentu," ujarnya.

Sebelumnya, Cak Imin mengaku masih optimistis untuk dipilih sebagai kandidat cawapres Jokowi. Cak Imin yakin namanya menjadi salah satu dari 10 nama kandidat yang telah dikantongi Jokowi.

"Pasti (yakin nama cawapres di kantong Jokowi adalah dirinya). Ada di kantong, tapi belum tahu kita siapa, kita optimis aja, optimis gitu," ucap Cak Imin, di kantor DPP NasDem, Gondangdia, Jakarta Pusat, Senin (9/7).

Terkait terpentalnya Cak Imin dari daftar cawapres Jokowi, Wasekjen PKB Daniel Johan memaparkan bahwa sampai saat ini, ribuan kader PKB terus bergerak membentuk posko JOIN seluruh Indonesia.

Airlangga Hartarto dan Cak Imin
Dua kandidat cawapres Jokowi di Pilpres 2019 Airlangga Hartarto dan Cak Imin (MP/Fadhli)

"Terus membentuk posko JOIN yang saat ini sudah mencapai lebih dari 25 ribu by name by addres, target kita minimal terbentuk 50 ribu posko se-Indonesia dalam bulan Juli ini," kata Wasekjen PKB, Daniel Johan saat dimintai tanggapan, Selasa (10/7).

Selain memasifkan posko JOIN di berbagai daerah, sambung Daniel, PKB juga memastikan akan terus menjalin komunikasi dengan parpol koalisi Jokowi. Daniel menyebut, PKB belum punya rencana mengalihkan dukungan andai tak dipilih Jokowi jadi cawapres.

"Komunikasi yang baik dengan semua sahabat partai tetap berjalan agar koalisi semakin kompak dan solid. Kita tunggu pembahasan bersama presiden dan seluruh sahabat koalisi," sebut Wakil Ketua Komisi IV DPR itu.(*)

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Didukung Samawi Dua Periode, Presiden Jokowi Harap Para Ulama Jaga Ukhuwah



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH