PDI Perjuangan Gemas Partai Pengusung Masih Tarik Ulur Soal Cawagub DKI Jakarta Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono (MP/Asropih)

MerahPutih.Com - Sudah lebih dari 40 hari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memimpin Ibu Kota tanpa didampingi wakil gubernur. Hingga saat ini, proses pergantian wagub DKI Jakarta macet. Sebab partai pengusung yakni Partai Gerindra dan PKS bersitegang berebut jabatan itu.

Partai Gerindra dan PKS tak kunjung menemui kesepakatan. Padahal menurut pasal 176 ayat 4 UU Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Kepala Daerah, pengisian kekosongan jabatan wakil gubernur, wakil bupati dan wakil wali kota dilakukan jika sisa jabatannya lebih dari 18 bulan terhitung sejak kosongnya jabatan tersebut.

Menanggapi kekosongan jabatan wagub DKI Jakarta dan kencangnya kabar yang menyebutkan posisi Wagub akan diisi setelah Pilpres 2019, Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono mendesak Gerindra dan PKS untuk segera menyerahkan nama kandidat calon Wagub DKI kepada Anies Baswedan.

Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI
Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi (kedua dari kiri) saat halal bihalal Fraksi PDIP di Jakarta (MP/Asropih)

"Harapan kita dengan waktu sesingkat-singkatnya bisa dilakukan penjaringan dan penyaringan oleh partai pengusung dan disampaikan pada gubernur," kata Gembong di DPRD DKI, Jakarta Pusat, Kamis (11/10).

Menurut Gembong, percepatan pengusulan nama kandidat Cawagub itu bertujuan agar Anies bisa bekerja secara maksimal karena ada pendamping.

Disamping itu juga, pria kelahiran Wonogiri itu berharap partai pengusung sesegera mungkin untuk mengusulkan nama Cawagub. Sebab jika kursi orang nomor dua terus kosong dapat menghambat pelayanan di Jakarta, karena tidak adanya pengawasan.

"Kan bisa segera membahas, sebab kalau terlalu lama ada kekosongan di masyarakat kan pelayanan bisa berkurang," jelasnya.

Menurut Gembong, bekerja menjadi pemimpin Jakarta hanya seorang diri amatlah berat. Apalagi penyerapan anggaran APBD 2018 sangat rendah. Dengan begitu, dibutuhkan pendamping Anies untuk mendorong percepatan penyerapan APBD 2018 ini.

"Sehingga kue pembangunan bisa dirasakan masyarakat Jakarta. Mereka sudah menunggu itu, sudah tinggal 2 bulan lagi tapi penyerapan kuta masih sangat-sangat minim. Ini lampu kuning bagi pak gubernur untuk mendorong dan melakukan komunikasi dengan partai pengusung untuk bisa segera menydorkan dua nama dan bisa diselesaikan," ungkapnya.(Asp)

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Gubernur NTB Optimistis Proses Rekonsktruksi Pascagempa Berjalan Cepat dan Baik

Kredit : asropih


Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH