PD Sarana Jaya Benarkan Sejumlah Pegawai Diperiksa Polisi Terkait Dugaan Korupsi Sejumlah pekerja menyelesaikan pembangunan hunian DP nol rupiah di Rusunami Klapa Village, Jakarta Timur, Senin (29/7/2019).(ANTARA FOTO/Adnan Nanda/wpa)

MerahPutih.com - Humas PD Sarana Jaya Keren Margaret Vicer membenarkan sejumlah pegawai diperiksa Bareskrim Polri untuk memberikan keterangan terkait dugaan kasus korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Namun, Karen mengaku belum bisa menjelaskan secara detail ihwal siapa saja yang dipanggil.

Baca Juga:

Sarana Jaya Klaim Warga Jakarta Dilibatkan dalam Pembangunan

"Memang betul kita memang ada surat panggilan dari Bareskrim Polri terkait hal itu (dugaan korupsi). Sudah ada beberapa yang dimintai keterangan juga," ujar Keren saat dihubungi wartawan, Selasa (10/3).

Keren menuturkan, pihaknya belum bisa memastikan pengadaan lahan mana yang dipermasalahkan oleh kepolisian.

"Kalau untuk detailnya kami masih belum tahu karena kan itu memang ranahnya kepolisian seperti apa," papar dia.

PD Sarana Jaya. (Foto: IG perumdasaranajaya)
PD Sarana Jaya. (Foto: IG perumdasaranajaya)

Meski demikian, Karen menyebut pihaknya akan selalu kooperatif bila nanti polisi kembali memanggil jajarannya. Hal itu bertujuan membantu pihak aparat penegak hukum dalam menyelidiki kasus tersebut.

"Ada beberapa karyawan Sarana Jaya (yang diperiksa). Untuk saat ini info yang bisa kita sampaikan kita kooperatif," jelas dia.

Baca Juga:

Terkait Skybridge, PD Pembangunan Sarana Jaya Belum Sanggupi Permintaan KAI

Seperti diketahui, Bareskrim Mabes Polri tengah mengusut kasus dugaan korupsi pembelian tanah yang dilakukan PD Sarana Jaya untuk program DP 0 persen.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan. "Benar, lidik (penyelidikan)," kata Argo kepada wartawan, Senin (9/3) kemarin.

Argo menuturkan, surat panggilan tersebut dilayangkan oleh Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Dittipikor) Bareskrim Polri. Panggilan itu ditujukan pada sejumlah karyawan PD Sarana Jaya.

Dalam suratnya tertera dugaan kasus korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) terkait pembelian aset yang dilakukan PD Sarana Jaya pada tahun 2018-2020. (Asp)

Baca Juga:

Penuhi Permintaan PT KAI, PD Sarana Jaya akan Bangun 4 Toilet di Bawah Skybridge

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
  Gagal Penuhi Syarat Dukungan, Calon Independen Laporkan KPU Solo ke DKPP
Indonesia
Gagal Penuhi Syarat Dukungan, Calon Independen Laporkan KPU Solo ke DKPP

"Kami akan laporkan KPU Solo ke DKPP dan Bawaslu atas keputusan ini. Banyak keputusan KPU yang dianggap ganjal dan tidak konsisten dengan aturan yang telah dibuat," pungkasny

PSI Anggap Anies tak Serius Kerja Atasi Persoalan Banjir
Indonesia
PSI Anggap Anies tak Serius Kerja Atasi Persoalan Banjir

PSI terus mengkritik Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang dianggap belum serius menjalankan amanatnya sebagai kepala daerah.

Tak Ada Lawan Gibran Gegara Partai Gagal Lakukan Kaderisasi
Indonesia
Tak Ada Lawan Gibran Gegara Partai Gagal Lakukan Kaderisasi

Munculnya calon tunggal melawan kotak kosong mengindikasikan gagalnya kaderisasi di tubuh partai politik.

Ahli Epidemiologi Ikut Terserset Kasus Kerumunan Rizieq Shihab
Indonesia
Ahli Epidemiologi Ikut Terserset Kasus Kerumunan Rizieq Shihab

Sedangkan untuk Ustaz Haris Ubaidillah selaku panitia acara Rizieq Shihab di Petamburan, diakuinya datang pada Rabu (2/12)

52 Tenaga Medis Papua Terpapar Virus Corona
Indonesia
52 Tenaga Medis Papua Terpapar Virus Corona

Sangat penting kejujuran warga dalam menyampaikan informasi perihal gangguan kesehatan mereka kepada tenaga medis.

 Pemkot Tangerang Tegur RS Yang Minta Biaya Ambulans Rp 15 Juta ke Korban COVID-19
Indonesia
Pemkot Tangerang Tegur RS Yang Minta Biaya Ambulans Rp 15 Juta ke Korban COVID-19

"Pihak keluarga bisa menghubungi layanan gawat darurat 112 yang siap sedia 24 jam dan UPT pemakaman pada nomor telepon 0812-1028-6992," kata Liza.

Warga di Bawah 45 Tahun Boleh Bekerja Justru Bertolak Belakang dengan PSBB
Indonesia
Warga di Bawah 45 Tahun Boleh Bekerja Justru Bertolak Belakang dengan PSBB

Yang menghadapi kondisi dilema tidak hanya pemerintah Indonesia

Bawang Putih Langka, DPR Gelar RDP dengan Kementan
Indonesia
Bawang Putih Langka, DPR Gelar RDP dengan Kementan

Komisi IV DPR membahas rencana kerja anggaran 2020 untuk lingkup Sekretariat Jenderal Kementan

Kasus Dugaan Pertemuan Kepala Kajari Jaksel-Pengacara Djoko Tjandra Diambil Alih Kejagung
Indonesia
Kasus Dugaan Pertemuan Kepala Kajari Jaksel-Pengacara Djoko Tjandra Diambil Alih Kejagung

Pemeriksaan tersebut perlu dilakukan karena Anita Kolopaking adalah pengacara terpidana Djoko Soegiarto Tjandra

Klaim Temukan Petunjuk Kuat, Polri Janji Tangkap Penyerang Novel Secepatnya
Indonesia
Klaim Temukan Petunjuk Kuat, Polri Janji Tangkap Penyerang Novel Secepatnya

“Insya Allah tidak akan sampai berbulan-bulan. Doakan, Insya Allah dalam waktu dekat,” tegas Iqbal.