PBNU Yakin Indonesia Keluar dari Jerat Ekonomi Dampak COVID-19 Vaksin corona dikembangkan (Ant)

Merahputih.com - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) optimis bangsa Indonesia bisa keluar dari jeratan krisis ekonomi akibat pandemi COVID-19.

“Indonesia sedang mengalami krisis kesehatan dan keterpurukan ekonomi akibat Covid-19. Ini tidak hanya dirasakan Indonesia, bahkan dunia diprediksi pertumbuhan ekonominya akan minus 5 sampai 6,7 persen," ujar Ketua PBNU KH Robikin Emhas dikutip dari laman resmi NU, Rabu (1/7).

Baca Juga

Ilmuwan Tiongkok Mulai Uji Coba Vaksin COVID-19 Tahap Dua ke Manusia

"Indonesia sekarang baru minus kisaran 3 persen, itu artinya masih jauh lebih baik dari rata-rata keadaan ekonomi dunia,” sambung dia.

Dokumentasi - Botol kecil berlabel stiker "Vaksin COVID-19" dan jarum suntik medis, terlihat dalam ilustrasi yang diambil pada (10/4/2020). ANTARA/REUTERS/Dado Ruvic/pri.

Menurut dia, bangsa Indonesia tetap menanamkan optimistis terhadap segala yang terjadi saat ini. Sebagai bangsa yang memiliki ketaatan kepada agama yang kuat, harus yakin segala penyakit sudah ada obatnya. Hal itu, merupakan janji Allah SWT tidak boleh diingkari.

“Segala penyakit pasti ada obatnya karena itu kita harus optimis, para ahli di bidang kesehatan, di bidang epidemologi terusb ikhtiar menemukan obat yang dijanjikan Allah SWT itu mereka melakukan penelitian dan sebagainya. Kita dukung,” jelas dia.

Baca Juga:

Klaster Baru COVID-19 Pasar Xinfadi Tiongkok, Begini Prediksi Para Ahli Terkait Asal Mulanya

Seperti diketahui, COVID-19 di Indonesia terus mengalami peningkatan, namun, masyarakat Indonesia seakan tak lagi peduli terhadap potensi penularan yang terjadi di lapangan.

Mengetahui hal itu, PBNU terus menyampaikan agar masyarakat berhati-hati, tetap memperhatikan protokol kesehatan juga harus selalu optimis semua ini akan berakhir. (*)



Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH