PBNU Tegaskan Ekspor Benih Lobster Bertentangan dengan Syariat Islam Ilustrasi Tambak Udang. (Foto: KKP)

Merahputih.com - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui Lembaga Bahtsul Masail (LBM PBNU) menggelar kajian hukum Islam atas kebijakan ekspor benih lobster. PBNU mengukur kebijakan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk ekspor benih lobster dari segi dampaknya.

“Masalah ekspor benih bening lobster dari sisi fiqih masuk dalam ranah fiqih ma`alat, yaitu fiqih yang melihat dan membandingkan dampak dari perbuatan hukum, baik perbuatan tersebut selaras dengan syariat atau bertentangan dengannya,” sebagaimana diputuskan dalam musyawarah daring LBM PBNU untuk rumusan final atas diskusi-diskusi daring sebelumnya soal kebijakan eskpor benih lobster, dikutip dari laman resmi NU, Kamis (7/8).

Baca Juga:

Kasus Salah Tembak Petani di Poso, Ini Klarifikasi Mabes Polri

LBM PBNU mengangkat ilustrasi pemanfaatan sumber daya alam yang berorientasi bukan hanya kesejahteraan generasi saat ini, tetapi untuk generasi mendatang dari keteladanan Khalifah Umar bin Al-Khattab ketika berhasil menaklukkan tanah As-Sawad dan Al-Ahwaz.

LBM PBNU dari sini kemudian menyatakan, analisa atas dampak perbuatan hukum merupakan tujuan syariat yang harus diperhatikan sebelum menetapkan status hukum atas perbuatan tersebut.

“Kebijakan ekspor benih lobster, jika berlangsung dalam skala masif sehingga mempercepat kepunahan, bukan hanya benihnya tetapi juga lobsternya, bertentangan dengan ajaran Islam,” kata Kiai Asrori S Karni yang memimpin musyawarah keputusan final sidang komisi bahtsul masail diniyah al-qanuniyah LBM PBNU.

Polres Sukabumi mengawasi benih lobster
Tempat penyimpanan benur lobster. (MP/Rizki Fitrianto)

Sebelum merumuskan final keputusan sidang komisi bahtsul masail diniyah al-qanuniyah, LBM PBNU mengadakan diskusi daring secara intensif yang melibatkan berbagai kalangan mulai dari pemerintah, serikat nelayan, para peneliti, dan akademisi.

Baca Juga:

Pendaki Gunung Lawu Ditemukan Tewas Terjatuh ke Jurang Sedalam 7 Meter

Para kiai yang turut serta dalam pembahasan itu adalah Rais Syuriyah PBNU KH Ahmad Ishomuddin, Katib Syuriyah PBNU KH Miftah Faqih, LBM PBNU KH Asnawi Ridwan, Bendahara Lbm PBNU KH Najib Bukhari, Sekretaris LBM PBNU KH Sarmidi Husna, Wakil Ketua LBM PBNU KH Mahbub Maafi, Sekretaris Lbm PWNU Kiai Muntaha. (Ayu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
 Hari Ini Pemprov DKI Distribusikan Paket Sembako ke 18 Kelurahan
Indonesia
Hari Ini Pemprov DKI Distribusikan Paket Sembako ke 18 Kelurahan

Sambung Ani, untuk hari ini bantuan sosial (bansos) didistribusikan di 18 Kelurahan di wilayah Jakarta Timur, Jakarta Selatan, dan Jakarta Pusat.

Pemerintah Daerah Natuna Minta Wisatawan Tetap Berkunjung
Indonesia
Pemerintah Daerah Natuna Minta Wisatawan Tetap Berkunjung

Natuna saat ini telah ditetapkan sebagai Geopark Nasional, maka itu tidak hanya Pemkab Natuna gencar mempromosikan daerah tersebut.

Vonis Rendah Dua Penyerang Novel Tutup Celah Upaya Bongkar Aktor Intelektual
Indonesia
Vonis Rendah Dua Penyerang Novel Tutup Celah Upaya Bongkar Aktor Intelektual

"Vonis rendah ini tertutup membuka aktor yang intelektual. Ini sekedar seperti dagelan politik. Bukan proses hukum tapi proses politik,"jelas Trubus

Positif COVID-19, Anggota Dewas KPK Syamsudin Haris Dirawat di RS Pertamina
Indonesia
Positif COVID-19, Anggota Dewas KPK Syamsudin Haris Dirawat di RS Pertamina

"Hasil swab dinyatakan positif COVID-19," kata Syamsuddin

Update COVID-19 Kamis (4/6): 28.818 Positif, 8.892 Sembuh
Indonesia
Update COVID-19 Kamis (4/6): 28.818 Positif, 8.892 Sembuh

"Penambahan pada pasien positif sebanyak 585 kasus," kata Juru Bicara Pemerintah khusus penanganan COVID-19, Achmad Yurianto

Prosesi Rebutan Garebeg Keraton Jogja Ditiadakan Selama Masa Corona
Indonesia
Prosesi Rebutan Garebeg Keraton Jogja Ditiadakan Selama Masa Corona

Peniadaan prosesi ini dilakukan untuk menghindari terciptanya kerumuman selama masa tanggap darurat corona.

Satu Keluarga Positif Usai Ikut Salat Tarawih, Ratusan Warga Jalani Rapid Test
Indonesia
Satu Keluarga Positif Usai Ikut Salat Tarawih, Ratusan Warga Jalani Rapid Test

Rapid test massal dilakukan setelah adanya kasus tujuh orang terpapar COVID-19 usai ikut salat tarawih di masjid setempat.

Rano Karno Penuhi Panggilan Jadi Saksi Sidang Kasus Wawan
Indonesia
Rano Karno Penuhi Panggilan Jadi Saksi Sidang Kasus Wawan

Rano Karno disebut turut kecipratan uang panas dalam dakwaan untuk terdakwa Komisaris Utama PT Balisific Pragama, Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan.

Korupsi Lahan RTH, Eks Pejabat Pemkot Bandung Dihukum 4 Tahun Penjara
Indonesia
Korupsi Lahan RTH, Eks Pejabat Pemkot Bandung Dihukum 4 Tahun Penjara

Majelis hakim menyatakan Herry terbukti bersalah bersama-sama sejumlah pihak lain melakukan korupsi terkait pengadaan tanah untuk sarana lingkungan hidup.

Bila Iran dan Amerika Berperang, Ini yang Bakal Terjadi di Indonesia
Indonesia
Bila Iran dan Amerika Berperang, Ini yang Bakal Terjadi di Indonesia

Iran sepertinya tak punya nyali untuk menyerang langsung Amerika mengingat jumlah militernya di bawah Amerika.