PBNU Serahkan Rekomendasi UU Cipta Kerja Pada Wapres Presiden Jokowi dan Wapres Ma'ruf Amin. (Foto: setkab.go.id)

MerahPutih.com - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyerahkan draf rekomendasi yang berisi delapan poin terkait kiritik terhadap UU Cipta Kerja saat bertemu dengan Wakil Presiden Ma’ruf Amin di rumah dinasnya Jakarta, Kamis (15/10) malam.

“Masih banyak catatan yang kami kritisi, kritik lho ya, bukan berarti kami menentang, tapi kritik. Hal yang masih belum berpihak pada rakyat, antara lain soal tambang, kontrak (pekerja lepas) yang tidak dibatasi. Jadi kami juga secara resmi sampaikan delapan poin,” kata Ketua Umum PBNU Said Aqil.

Menurut warga Nahdliyin, UU Cipta Kerja bersifat eksklusif, elitis dan tidak berpihak kepada rakyat kebanyakan. Selain itu, undang-undang ini tertutup, kurang sosialisasi, kurang komunikasi dan kurang dialog.

Baca Juga:

Demo Tolak UU Cipta Kerja Ricuh, Muhadjir: Tak Puas Silahkan Ajukan Judicial Review

PBNU mendesak pemerintah untuk melakukan komunikasi dan dialog terbuka dengan tokoh-tokoh masyarakat, khususnya dalam menerjemahkan UU Cipta Kerja tersebut dalam berbagai regulasi turunannya.

“Jadi bagaimana supaya ini terbangun persepsi yang positif, bahwa UU ini betul-betul demi rakyat, pro rakyat, pro buruh, pro-grassroot. Jadi jangan kelihatan elitis, kelihatan eksklusif dan politis,” tegasnya.

Ketum PBNU
Ketua Umum PBNU Said Aqil. (Foto: Antara).

Juru Bicara Wapres Masduki Baidlowi mengatakan, Wapres Ma’ruf meminta PBNU ikut mendinginkan suasana yang tegang terkait pengesahan UU Cipta Kerja.

“NU diminta untuk menampung berbagai hasil rekomendasinya dan diharapkan juga NU dapat ikut mendinginkan suasana,” kata Masduki.

Wapres mempersilakan PBNU untuk mengajukan gugatan uji materi terhadap UU tersebut, apabila usulan dari PBNU tersebut dirasa sulit diadopsi melalui peraturan pemerintah (PP), peraturan presiden (perpres) maupun regulasi lainnya.

“Kata Wapres, ada dua solusi yang diberikan; pertama, kalau masih bisa diadopsi lewat PP, maka itu akan diadopsi lewat PP, maka mana konsepnya? Saya (wapres) terima. Tetapi, kalau misalnya tidak bisa, maka ajukan saja judicial review,” ujarnya.

Baca Juga:

Pakar Hukum Tata Negara Sebut UU Ciptaker Penuhi Syarat Digugat ke MK

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pengelola Barbershop Diperingatkan Batasi Kontak Fisik dan Jam Operasional
Indonesia
Pengelola Barbershop Diperingatkan Batasi Kontak Fisik dan Jam Operasional

Pengelola salon dianjurkan untuk hanya menerima pelanggan yang sudah reservasi.

Pemberlakukan PSBB Hanya di Jakarta Dianggap Percuma
Indonesia
Pemberlakukan PSBB Hanya di Jakarta Dianggap Percuma

Kebijakan ini perlu disinergikan dengan wilayah penyangga ibu kota. Seperti Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Bodetabek).

Anies Siapkan Paket Kebijakan bagi Pelaku Usaha di Tengah Pandemi
Indonesia
Anies Siapkan Paket Kebijakan bagi Pelaku Usaha di Tengah Pandemi

DKI Jakarta mempunyai sejumlah tantangan untuk membangkitkan kembali ekonomi mikro di masyarakat akibat wabah COVID-19.

PDP COVID-19 Asal Majalengka Meninggal di Cirebon
Indonesia
PDP COVID-19 Asal Majalengka Meninggal di Cirebon

Kepala Puskesmas Rajagaluh dan tim TGC Covid-19 melaporkan bahwa yang bersangkutan warga Kecamatan Rajagaluh.

Polisi Sebut Masyarakat Enggak Mau Repot Kalau Dipalak Preman
Indonesia
Polisi Sebut Masyarakat Enggak Mau Repot Kalau Dipalak Preman

Sejumlah anak buah John Kei juga terlibat dalam sejumlah tindakan melawan hukum

Polresta Surakarta Tangkap 2 Pelaku Penyerangan Acara Midodareni
Indonesia
Polresta Surakarta Tangkap 2 Pelaku Penyerangan Acara Midodareni

Kedua pelaku yang diamankan berinisial BD dan HD ditahan di Mapolresta Surakarta.

PSI Puji Anies Soal Aturan Ganjil Genap di Pasar
Indonesia
PSI Puji Anies Soal Aturan Ganjil Genap di Pasar

PSI meminta kepada PD Pasar Jaya untuk menambah waktu operasional pasar.

Nusakambangan dapat Tugas Baru Bikin Kapok Maling Ternak NTT
Indonesia
Nusakambangan dapat Tugas Baru Bikin Kapok Maling Ternak NTT

Pengiriman napi pencuri ternak ke Nusakambangan ini atas inisiatif Gubernur NTT Viktor Bungtilu Lasikodat

Update COVID-19 Selasa (14/7): 78.572 Positif, 37.636 Sembuh
Indonesia
Update COVID-19 Selasa (14/7): 78.572 Positif, 37.636 Sembuh

"Penambahan pada pasien positif sebanyak 1.581 kasus," kata Juru Bicara Pemerintah khusus penanganan COVID-19, Achmad Yurianto

 188 WNI ABK Kapal World Dream Negatif Corona
Indonesia
188 WNI ABK Kapal World Dream Negatif Corona

"Yang 188 ABK kapal World Dream sudah selesai kita periksa semua dan seluruhnya negatif," kata Yurianto di kantor Kemenkes, Kuningan, Jakarta, Selasa (3/3).