PBNU: Idul Adha Sarat Pesan Kemanusiaan Logo PBNU. (Ist)

MerahPutih.com - Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Helmy Faishal Zaini mengatakan perayaan Idul Adha 1438 H sarat dengan berbagai pesan kemanusiaan.

"Dari sisi kemanusiaan, dalam hal ini ajaran kurban memberikan pesan kepada kita semua bahwa sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang bermanfaat hidupnya bagi sesama," kata Helmy di Jakarta, Rabu (30/8).

Dia mengatakan, manfaat kurban itu memiliki dimensi sosial dalam beragama. Ajaran kurban dengan jalan menyembelih hewan ternak dan membagi-bagikannya kepada kaum yang berhak, merupakan ajaran yang luhur soal bagaimana berbagi dan menghargai kemanusiaan.

Pesan itu, kata dia, kuat dan penting untuk direnungkan di tengah gejala kehidupan yang tidak menghargai kemanusiaan akhir-akhir ini.

Saat dunia diliputi dengan berbagai macam pandangan hidup yang negatif, seperti indivualisme dan premanisme, makna ajaran kurban menjadi penawar dengan ajaran kemanusiaan dan indahnya berbagi terhadap sesama.

Momentum Iduladha, kata dia, juga penting untuk dimaknai sebagai titik pijak agar setiap manusia terus merenungkan penghargaan manusia terhadap nilai-nilai universal yang diajarkan oleh agama.

Tanpa perenungan dan penghayatan yang baik, agama hanya akan berhenti sebatas ritual yang simbolis dan tak bermakna.

Dalam konteks ajaran berkurban, kata Helmy, Tuhan mengajarkan bahwa pengorbanan itu berat untuk dilakukan. Pengorbanan dan keikhlasan akhirnya membuahkan hasil. Ismail tidak jadi terkorbankan, sebab Allah menggantinya dengan kambing yang dibawa oleh Malaikat Jibril.

Pada konteks kebangsaan, kata dia, ajaran kurban memiliki nilai-nilai yang relevan untuk diteladani saat ini. Nilai-nilai tersebut antara lain soal nilai pengorbanan.

"Apa yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim adalah pengorbanan yang luar biasa dengan mengesampingkan dan menegaskan egonya," katanya.

Dia mengatakan, dalam berbangsa dan bernegara yang bineka seperti Indonesia yang pertama-tama harus dinegasikan anak bangsa adalah ego masing-masing. Jika masing-masing mengedepankan egonya, maka yang terjadi adalah perpecahan.

"Para pendiri negara kita sudah memberikan contoh yang nyata. Dengan penuh kesadaran dialetkita menegasikan egosentrime itu terekam dalam perumusan Pancasila. Selamat Iduladha. Selamat mendekatkan diri kepada Allah SWT," kata dia. (*)

Sumber: ANTARA



Noer Ardiansjah

LAINNYA DARI MERAH PUTIH