Sains
PBB Sebut Dunia Gagal Selamatkan Alam Alam semakin lama semakin rusak. (unsplash/dwoodhouse)

BANYAK rencana dan usaha dilakukan untuk menyelamatkan bumi. Tetapi jika dibuktikan dengan keadaan alam saat ini, sudah jelas banyak yang tidak berhasil.

Melansir laman CNN, pada 2010, para pemimpin dari 196 negara berkumpul di Jepang dan menyetujui daftar tujuan yang dirancang untuk menyelamatkan Bumi bernama "Aichi Biodiversity Targets".

Baca juga:

Lindungi Paus Artinya Selamatkan Krisis Iklim

Target ini menetapkan rencana 10 tahun untuk melestarikan keanekaragaman hayati dunia, mempromosikan keberlanjutan, dan melindungi ekosistem.

Targetnya ambisius, tapi krusial. Salah satunya, bertujuan untuk mencegah kepunahan spesies terancam dan meningkatkan statusnya pada 2020.

Tapi sekarang sudah lewat pertengahan tahun 2020. United Nations (PBB) Global Biodiversity Outlook melaporkan dunia telah gagal menyelamatkan alam. The Guardian menuliskan ini adalah dekade kedua berturut-turut di mana para pemerintah gagal memenuhi target.

Banyak habitat alam yang hilang atau rusak. (unsplash/justusmenke)

Laporan Global Biodiversity Outlook 5 menemukan meskipun ada kemajuan di beberapa daerah, habitat alam terus menghilang. Sejumlah besar spesies tetap terancam punah akibat aktivitas manusia, dan 500 miliar dolar (7,4 triliun rupiah) dari subsidi pemerintah yang merusak lingkungan belum dihapuskan.

"Kita semua juga telah terjun ke dalam kepunahan massal keenam, populasi satwa liar turun lebih dari dua pertiga sejak 1970, dan terus menurun dalam dekade terakhir," tulis laporan itu.

Dari 20 target, hanya enam target yang sebagian telah tercapai, termasuk yang berada di kawasan lindung dan spesies invasif.

Meskipun pemerintah tidak berhasil melindungi 17% wilayah perairan darat dan darat serta 10% habitat laut, 44% wilayah keanekaragaman hayati yang penting sekarang dilindungi meningkat dari 29% pada 2000. Sekitar 200 berhasil memberantas spesies invasif di pulau-pulau juga telah terjadi.

Populasi satwa liar turun lebih dari dua pertiga sejak 1970. (unsplash/sandym10)

Rata-rata, negara yang ikut menyetujui target Aichi Biodiversity melaporkan lebih dari sepertiga target nasional berada di jalur yang tepat. Lalu setengah dari target nasional melihat kemajuan yang lebih lambat, 11% target tidak menunjukkan kemajuan yang signifikan, dan 1% sebenarnya bergerak ke arah yang salah.

Baca juga:

Ganti Istilah 'Perubahan Iklim' Menjadi 'Krisis Iklim'

Memang ada proses yang bisa dirayakan. Tetapi jika dibandingkan skala masalah yang dihadapi bumi sekarang, usaha dan proses para negara jauh dari cukup.

"Tingkat hilangnya keanekaragaman hayati belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah manusia dan tekanan semakin meningkat," kata Elizabeth Maruma Mrema, sekretaris eksekutif Konvensi PBB tentang Keanekaragaman Hayati.

Mrema menambahkan yang sedang dikompromikan bukanlah hal sepele. Saat ini kita berbicara tentang dan bertanggung jawab atas sistem kehidupan bumi secara keseluruhan.

Laporan PBB juga memperingatkan bahwa kita melakukan ini tidak untuk saat ini saja, tetapi untuk generasi-generasi yang mendatang.

Jika kita terus malah mempercepat krisis iklim, keanekaragaman hayati akan terus memburuk. "Semua didorong oleh pola produksi dan konsumsi, pertumbuhan penduduk dan perkembangan teknologi, yang tidak berkelanjutan" kata laporan itu.

Dunia butuh kebijakan-kebijakan yang pro lingkungan, bukan malah yang merusak lingkungan. (unsplash/masplashti)

Walau banyak kegagalan dalam memenuhi target-target Aichi, belum terlambat untuk memperlambat, menghentikan dan akhirnya membalikkan tren penurunan keanekaragaman hayati saat ini.

Banyak tindakan yang diperlukan telah diidentifikasi dan disepakati di bawah perjanjian internasional seperti Perjanjian Perubahan Iklim Paris.

Beberapa waktu yang lalu kita juga mendapatkan kabar baik suksesnya upaya konservasi yang berhasil menyelamatkan 48 spesies dari kepunahan dalam beberapa dekade terakhir.

Ini memberi kita harapan dan kepastian jika kita benar-benar ingin mencapai sesuatu. Dengan kebijakan-kebijakan yang benar, pasti manusia bisa menyelamatkan alam. (lev)

Baca juga:

Greta Thunberg: Tangani Masalah Perubahan Iklim Seperti Sebuah Krisis

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Weird Genius hingga Feel Koplo akan Tampil di Stasiun Santuy
Fun
Weird Genius hingga Feel Koplo akan Tampil di Stasiun Santuy

Lumayan buat ngobatin kangen nongkrong.

Kanye West Donasikan Hartanya untuk Korban Rasis
ShowBiz
Kanye West Donasikan Hartanya untuk Korban Rasis

Kepedulian Kanye West pada masa depan keluarga korban rasialisme.

Bikin Fan Kaget, Idola K-Pop ini Kencani Orang Biasa
ShowBiz
Bikin Fan Kaget, Idola K-Pop ini Kencani Orang Biasa

Jodoh di tangan Tuhan, bukan di tangan penggemar.

Bikin OOTD Hitam jadi Lebih Mencuri Perhatian
Fashion
Bikin OOTD Hitam jadi Lebih Mencuri Perhatian

Hitam menjadi warna universal yang disukai semua orang. Selain membuat terlihat ramping, OOTD hitam pun cocok digunakan segala gender

3 Kebiasaan Sederhana untuk Rumah Lebih Sehat
Fun
3 Kebiasaan Sederhana untuk Rumah Lebih Sehat

Rumah sehat penting untuk mencegah infeksi virus.

Rayakan Ulang Tahun ke-50, UNO Buat Kejuaraan Dunia
Fun
Rayakan Ulang Tahun ke-50, UNO Buat Kejuaraan Dunia

UNO juga hadir dengan edisi khusus seperti UNO edisi BTS, UNO edisi Mickey Mouse, dan UNO edisi Pokemon.

Kalahkan Samsung, Apple Jadi Produsen Ponsel Pintar Terlaris
Fun
Kalahkan Samsung, Apple Jadi Produsen Ponsel Pintar Terlaris

Kalahkan Samsung, Apple Jadi Produsen Ponsel Pintar Terlaris

Amankah Potong Rambut di Tengah Pandemi?
Fun
Amankah Potong Rambut di Tengah Pandemi?

Meski rambut sudah panjang, apakah harus pergi ke salon sekarang ini?

Film Moster Hunter akan Dirilis Desember
ShowBiz
Film Moster Hunter akan Dirilis Desember

Monster Hunter sebelumnya mengalami penundaan perilisan.

Ponsel Pintar dengan Layar 120Hz Segera Hadir Di Indonesia
Fun
Ponsel Pintar dengan Layar 120Hz Segera Hadir Di Indonesia

Pengalaman menggunakan layar ponsel akan terasa sempurna.