PBB Pertimbangkan Cabut Berbagai Sanksi pada Rusia Presiden Vladimir Putin. (Foto: kremlin.ru)

MerahPutih.com - Langkah normalisasi pasokan komoditas dan pangan terus dilakukan agar berbagai negara bisa menghindari krisis pangan. Nota Kesepahaman antara PBB dan Rusia dalam mendorong komoditas pangan dan pupuk Rusia kembali ke pasar global telah disepakati.

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso mengatakan, dalam kelima Steering Committee of Global Crisis Response Group (SC GCRG) on Food, Energy and Finance, telah dibahas alternatif mekanisme integrasi pangan dan pupuk, serta solusi mengatasi tantangan dalam mewujudkan ketahanan pangan, energi, dan keuangan global akibat konflik Rusia-Ukraina.

Baca Juga:

Jokowi Teruskan Misi Damai Ukraina dan Rusia di G20

Deputi Sekretaris Jenderal PBB, Amina J. Mohammed menggarisbawahi perlunya melancarkan arus perdagangan komoditas, menghilangkan pembatasan ekspor terkait komoditas pertanian, dan mengintegrasikan kembali pangan Ukraina, serta pupuk dan pangan Rusia pada pasar global.

"Telah diperoleh kemajuan mengatasi krisis pangan, dengan prioritas mengembalikan ekspor bahan pangan dari Ukraina dan Rusia dalam waktu dekat. Penandatanganan Inistiatif Laut Hitam dapat dijadikan alternatif mekanisme mengintegrasikan kembali biji-bijian dan bahan makanan lainnya dengan transportasi aman melalui Laut Hitam ke pasar global," kata Amina.

Amina menyampaikan, Brief No. 3 GCRG akan dirilis dalam waktu dekat. Laporan tersebut akan menyampaikan analisa dampak dari krisis energi.

Dengan adanya tiga laporan dampak krisis yang komprehensif tersebut, Deputi Sekjen PBB berharap bahwa GCRG dapat mengambil langkah-langkah konkret lebih lanjut dalam mengatasi krisis multidimensi global saat ini.

Under Secretary General for Humanitarian Affairs PBB, Martin Griffiths menuturkan, perkembangan terbaru dari Black Sea Grain Initiatives menjadokan Turki sebagai host country untuk memfasilitasi ekspor biji-bijian Ukraina melalui Laut Hitam di tengah konflik.

Pada 22 Juli 2022, Ukraina dan Rusia telah menandatangani kesepakatan bersama yang akan memungkinkan Ukraina untuk melanjutkan ekspor gandum melalui Laut Hitam. Namun, sejak penandatanganan perjanjian, telah terjadi dua kali serangan di Pelabuhan Odessa, Ukraina.

Perwakilan UNCTAD, Vera Songwe memaparkan, tentang Nota Kesepahaman antara PBB dan Rusia dalam mendorong komoditas pangan dan pupuk Rusia kembali ke pasar global.

"Inti dari Nota Kesepahaman antara PBB dan Rusia adalah mengambil langkah mencabut sanksi-sanksi yang terkait komoditas pangan dan pupuk asal Rusia," ucapnya.

PBB, kata ia, akan membentuk sebuah platform untuk memonitor sanksi-sanksi yang perlu dicabut, serta berharap Uni Eropa dapat mempertimbangkan kembali sejumlah sanksi yang telah dijatuhkan kepada Rusia.

"PBB telah melihat kemungkinan pencabutan sejumlah sanksi pada perusahaan Rusia yang bergerak di bidang pupuk dan pangan," katanya dalam keterangannya. (Asp)

Baca Juga:

Rusia dan Ukraina Mulai Bicarakan Pembukaan Ekspor Gandum

Penulis : Asropih Asropih
Kanal
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
[HOAKS atau FAKTA]: Marquez Ditolak RS Karena Tak Punya BPJS dan PeduliLindungi
Lainnya
[HOAKS atau FAKTA]: Marquez Ditolak RS Karena Tak Punya BPJS dan PeduliLindungi

Sebuah akun Facebook mengunggah foto pembalap MotoGp Marc Marquez disertai narasi yang menyebutkan bahwa pembalap asal Spanyol itu ditolak di RS karena tidak memiliki kartu BPJS dan aplikasi peduli lindungi yang belum aktif.

Ketua DPRD Jakarta Klaim Tunjangan Naik Buat Bantu Rakyat
Indonesia
Ketua DPRD Jakarta Klaim Tunjangan Naik Buat Bantu Rakyat

Bila dihitung, satu anggota DPRD mengantongi uang sebesar Rp 1,67 miliar per tahun atau Rp 139 juta per bulan.

KPK Lelang Nike Air Presto dan Tas Louis Vuitton
Indonesia
KPK Lelang Nike Air Presto dan Tas Louis Vuitton

Pelaksanaan lelang dilakukan pada Senin (22/8) dengan cara penawarannya menggunakan metode "closed bidding" dengan mengakses https://www.lelang.go.id.

Dua CPNS Mundur, Pemerintah Kota Solo Tidak Bisa Berikan Sanksi
Indonesia
Dua CPNS Mundur, Pemerintah Kota Solo Tidak Bisa Berikan Sanksi

"Mereka CPNS hasil rekrutmen 2021, Mereka sudah mengungkapkan alasannya mundur karena alasan gaji kecil," kata Dwi Ariyatno.

Misteri Jokowi Dilarang Ikut Konvoi Pembalap MotoGP Terjawab
Indonesia
Misteri Jokowi Dilarang Ikut Konvoi Pembalap MotoGP Terjawab

Sejak pekan lalu ramai diberitakan Presiden akan ikut parade merayakan 25 tahun kembalinya Indonesia menggelar MotoGP

PT Pos Indonesia Siapkan Proyek Besar di IKN Nusantara
Indonesia
PT Pos Indonesia Siapkan Proyek Besar di IKN Nusantara

PT Pos Indonesia berencana membangun proyek pergudangan di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

Hakim Ultimatum Politikus Golkar
Indonesia
Hakim Ultimatum Politikus Golkar

Aliza mengaku tidak kenal dengan saksi yang pernah dihadirkan tim Jaksa KPK

PM Jepang Fumio Kishida Sebut Kondisi Shinzo Abe Kritis
Dunia
PM Jepang Fumio Kishida Sebut Kondisi Shinzo Abe Kritis

Fumio menyebut Abe dalam kondisi kritis dan kini tengah mendapatkan pertolongan dari tim dokter di salah satu rumah sakit.

Kejaksaan Agung Temukan Unsur Pidana Pengadaan Satelit Kemenhan
Indonesia
Kejaksaan Agung Temukan Unsur Pidana Pengadaan Satelit Kemenhan

Kejaksaan Agung (Kejagung) telah melakukan gelar perkara terkait dugaan korupsi dalam proyek pengadaan satelit slot orbit 123° Bujur Timur (BT) pada Kementerian Pertahanan (Kemenhan).

Tina Toon Kritik Tambahan Anggaran Satpol PP DKI Rp 516 Miliar
Indonesia
Tina Toon Kritik Tambahan Anggaran Satpol PP DKI Rp 516 Miliar

Penambahan anggaran Satpol PP DKI Jakarta sebesar Rp 516 miliar dalam APBD Tahun 2022 berpolemik di parlemen Kebon Sirih.