Paus Leo XIV Tahbiskan Carlo Acutis sebagai Santo, ‘Influencer Tuhan’ Panutan Anak Muda Zaman Ini

Dwi AstariniDwi Astarini - Senin, 15 September 2025
Paus Leo XIV Tahbiskan Carlo Acutis sebagai Santo,  ‘Influencer Tuhan’ Panutan Anak Muda Zaman Ini

Carlo Acutis dikanonisasi sebagai Santo.(foto: Instagram @carloacutis.worldwide)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM — PAUS Leo XIV menyatakan Carlo Acutis, seorang remaja berusia 15 tahun yang jenius komputer, sebagai santo milenial pertama gereja Katolik, pekan lalu. Dengan pentahbisan itu, generasi muda Katolik kini memiliki sosok panutan yang dekat dengan kehidupan mereka, seorang anak muda yang menggunakan teknologi untuk menyebarkan iman dan dijuluki ‘Influencer Tuhan’.

Paus Leo menganonisasi Acutis, yang wafat pada 2006, dalam sebuah misa terbuka di Lapangan Santo Petrus yang dihadiri sekitar 80.000 orang. Banyak di antara yang hadir ialah pasangan muda dengan anak kecil dan kaum milenial. Pada misa kanonisasi pertama padamasa kepausannya itu, Paus Leo juga mengangkat menjadi santo tokoh Italia lain nan populer yang juga meninggal muda, Pier Giorgio Frassati.

Leo mengatakan keduanya menciptakan mahakarya dalam hidup mereka dengan mendedikasikan diri kepada Tuhan. “Risiko terbesar dalam hidup ialah menyia-siakannya di luar rencana Tuhan,” kata Leo dalam homilinya, dikutip BBC.

Para santo baru ini, lanjutnya, menjadi undangan bagi semua umat Katolik, terutama kaum muda, agar tidak menyia-nyiakan hidup, tetapi mengarahkannya ke atas dan menjadikannya sebuah mahakarya.

Baca juga:

Madonna Desak Paus Leo Datangi Gaza: Hentikan Perang dan Penderitaan Anak Kecil Tak Berdosa


Carlo Acutis lahir di London pada 3 Mei 1991 dari keluarga kaya, meskipun tidak terlalu taat beragama. Tidak lama setelah kelahirannya, keluarga itu pindah ke Milan. Carlo menikmati masa kecil yang bahagia dan normal, meskipun semakin lama ia menunjukkan devosi religius nan mendalam.

Carlo sangat tertarik pada ilmu komputer dan sudah membaca buku-buku tingkat universitas tentang pemrograman sejak kecil. Ia mendapat julukan ‘Influencer Tuhan’ berkat warisan utamanya di bidang teknologi: sebuah situs multibahasa yang mendokumentasikan mukjizat Ekaristi yang diakui gereja. Proyek itu ia selesaikan pada masa ketika pembuatan situs web masih dianggap ranah para profesional.

Ia dikenal menghabiskan waktu berjam-jam berdoa di hadapan Sakramen Mahakudus setiap hari. Hierarki Katolik sendiri tengah berusaha mendorong praktik adorasi Ekaristi. Alasannya, menurut survei, sebagian besar umat Katolik tidak lagi percaya bahwa Kristus hadir secara nyata dalam hosti Ekaristi.

Namun, Carlo membatasi dirinya hanya bermain gim selama satu jam per minggu. Ia tampaknya sejak dini sudah memutuskan, jauh sebelum era TikTok, bahwa hubungan manusia jauh lebih penting daripada dunia virtual. Disiplin dan pengendalian diri itu sangat diapresiasi hierarki Katolik yang kerap memperingatkan bahaya dari masyarakat modern yang digerakkan teknologi.

Pada Oktober 2006, di usia 15 tahun, Carlo jatuh sakit dan segera didiagnosis menderita leukemia akut. Beberapa hari kemudian ia wafat. Ia dimakamkan di Assisi, kota yang identik dengan santo populer lain, Santo Fransiskus.

Sejak kematiannya, jutaan anak muda Katolik berziarah ke Assisi, tempat mereka bisa melihat Carlo berbaring dalam peti kaca, mengenakan celana jeans, sepatu Nike, dan sweatshirt. Ia tampak seolah sedang tidur. Banyak yang bertanya-tanya mengapa jasadnya tetap begitu terawetkan, bahkan sebagian dari hatinya telah dibawa berkeliling dunia sebagai relikui.

Kedua upacara kanonisasi itu sebenarnya dijadwalkan awal tahun ini, tetapi ditunda setelah Paus Fransiskus wafat pada April lalu. Fransiskus sangat mendukung proses kanonisasi Carlo, karena yakin gereja membutuhkan sosok seperti dia untuk menarik kaum muda sekaligus menanggapi janji dan tantangan zaman digital.

“Rasanya meski saya tidak bisa sehebat Carlo, saya bisa meneladani dia dengan bertanya: ‘Apa yang akan Carlo lakukan?’” kata Leo Kowalsky, siswa kelas 8 di sebuah sekolah Katolik di Chicago yang berada di bawah Paroki Beato Carlo Acutis.

Popularitas Carlo juga tak lepas dari kampanye terencana Vatikan untuk menghadirkan santo ramah bagi generasi muda. Ia digambarkan sebagai sosok yang biasa saja tetapi melakukan hal luar biasa dalam hidupnya. Dalam diri Carlo, mereka menemukan figur milenial melek teknologi yang sangat bisa mereka hubungkan. Milenial sendiri ialah istilah untuk orang yang lahir antara 1981 hingga 1996, generasi pertama yang memasuki usia dewasa di era milenium baru.

Matthew Schmalz, profesor studi agama di Holy Cross College, Worcester, Massachusetts, mengatakan kanonisasi Carlo memperluas tradisi kesalehan populer gereja ke era digital.

“Ia menjadi lambang atau teladan bagaimana umat Katolik seharusnya mendekati dan menggunakan dunia digital, dengan disiplin dan fokus pada spiritualitas Katolik tradisional yang abadi. Ia merupakan santo baru kesederhanaan untuk lanskap digital kontemporer yang semakin kompleks,” tutupnya.(dwi)

Baca juga:

Al Pacino Jadi Aktor Pertama yang Bertemu Paus Leo XIV dalam Pertemuan Khusus

#Umat Katolik #Paus Leo XIV #Gereja Katolik
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Dokter Nyatakan Paus Leo tak Butuh Perawatan Lanjutan, Kanker Paru-Paru Bersifat Terlokalisasi
Hasil tes pada jaringan yang diangkat selama operasi Paus mengonfirmasi diagnosis awal dan menunjukkan bahwa kanker tersebut belum menyebar.
Dwi Astarini - Kamis, 22 Oktober 2026
Dokter Nyatakan Paus Leo tak Butuh Perawatan Lanjutan, Kanker Paru-Paru Bersifat Terlokalisasi
Dunia
Tumor Paus Leo XIV Terangkat Total, Tim Dokter Izinkan Tur Apostolik Amerika Latin Bulan Depan
Tim dokter Vatikan mengonfirmasi tumor paru-paru Paus Leo XIV bersifat lokal dan terangkat total. Bapa Suci siap jalani tur Apostolik ke Amerika Selatan.
Wisnu Cipto - Kamis, 22 Oktober 2026
Tumor Paus Leo XIV Terangkat Total, Tim Dokter Izinkan Tur Apostolik Amerika Latin Bulan Depan
Dunia
Kondisi Paus Leo XIV Membaik Usai Operasi Tumor Paru, Sudah Bisa Berjalan
Kondisi Paus Leo XIV dilaporkan membaik usai operasi tumor paru. Paus mulai berjalan, menjalani fisioterapi, dan masih dirawat di Roma.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 15 Oktober 2026
Kondisi Paus Leo XIV Membaik Usai Operasi Tumor Paru, Sudah Bisa Berjalan
Dunia
Paus Leo XIV Didiagnosis Kanker Paru, Kardinal Pietro Parolin Pegang Kendali Kepemimpinan Vatikan
Paus Leo XIV jalani operasi kanker paru-paru di RS Gemelli Roma. Kardinal Pietro Parolin sementara pegang kendali administratif Kuria Vatikan!
Wisnu Cipto - Kamis, 15 Oktober 2026
Paus Leo XIV Didiagnosis Kanker Paru, Kardinal Pietro Parolin Pegang Kendali Kepemimpinan Vatikan
Dunia
Takhta Suci Tegaskan Hanya Akui 2 Ordo Kesatria di Luar Vatikan, Templar Tidak Termasuk
Vatikan rilis klarifikasi resmi hanya mengakui Ordo Malta dan Ordo Makam Suci Yerusalem. Ksatria Templar dan ordo klaim baru dipastikan tidak diakui!
Wisnu Cipto - Kamis, 15 Oktober 2026
Takhta Suci Tegaskan Hanya Akui 2 Ordo Kesatria di Luar Vatikan, Templar Tidak Termasuk
Tradisi
Ekaristi HUT ke-60 Kevikepan Surakarta Digelar di Mangkunegaran, Jejak 1957 Kembali Terulang
Ekaristi HUT ke-60 Kevikepan Surakarta digelar di Pendhapa Ageng Pura Mangkunegaran dan dihadiri sekitar 3.000 umat Katolik.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 08 Oktober 2026
Ekaristi HUT ke-60 Kevikepan Surakarta Digelar di Mangkunegaran, Jejak 1957 Kembali Terulang
Dunia
Paus Leo XIV Sebut AI Satu Tantangan Terbesar Umat Manusia
Paus telah mengidentifikasi AI sebagai salah satu tantangan terbesar bagi umat manusia hanya dalam kurun waktu beberapa hari setelah terpilih.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Paus Leo XIV Sebut AI Satu Tantangan Terbesar Umat Manusia
Tekno
Bantah Donald Trump, Paus Leo Tegaskan Kekhawatiran AI bukan 'Berita Bohong'
Sejumlah raksasa AI, termasuk Anthropic, telah menyerukan perlambatan dalam pengembangan guna memberikan waktu bagi langkah-langkah keselamatan.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
 Bantah Donald Trump, Paus Leo Tegaskan Kekhawatiran AI bukan 'Berita Bohong'
Indonesia
Gereja Terdampak Gempa, 300 Umat Tetap Datang dan Ikuti Misa di Halaman Santo Mikhael Ende
Sekitar 300 umat mengikuti Misa di halaman Gereja Santo Mikhael Kotabaru, Ende, pascagempa Flores. Peribadatan di luar ruangan berlangsung hingga 28 Agustus.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 23 Agustus 2026
Gereja Terdampak Gempa, 300 Umat Tetap Datang dan Ikuti Misa di Halaman Santo Mikhael Ende
Indonesia
Paus Leo XIV Berduka atas Gempa NTT, Sampaikan Solidaritas untuk Korban
Paus Leo XIV mengaku sangat sedih melihat korban jiwa, kehancuran, dan penderitaan yang ditimbulkan bencana tersebut.
Frengky Aruan - Jumat, 21 Agustus 2026
Paus Leo XIV Berduka atas Gempa NTT, Sampaikan Solidaritas untuk Korban
Bagikan