Paus Fransiskus Serukan Negara-Negara Hormati Kesepakatan Iklim Paris Paus Fransiskus saat memimpin misa Minggu Palma di Basilika Santo Petrus, 5 April 2020. ANTARA FOTO/Alberto Pizzoli/Pool via REUTERS/aww.

MerahPutih.com - Paus Fransiskus mendesak negara-negara untuk memerangi pemanasan global sesuai dengan kesepakatan iklim Paris 2015.

Paus menggunakan pengaruhnya untuk menekankan masalah tersebut, yang termasuk menjadi isu dalam pemilihan Presiden Amerika Serikat.

Baca Juga:

BMKG Ungkap Keunikan Iklim Indonesia Saat Ini

Masyarakat modern telah mendorong planet ini melampaui batasnya dan waktu untuk memperbaiki keadaan darurat iklim sudah hampir habis, kata Paus Fransiskus, Selasa.

"Permintaan kita yang terus-menerus untuk pertumbuhan dan siklus produksi dan konsumsi yang tiada henti melelahkan alam. Hutan hilang, tanah lapisan atas terkikis, ladang gagal, gurun bertambah banyak, laut menjadi asam, dan badai meningkat," kata Fransiskus, dikutip Antara.

Paus Fransisku. (Instagram/ franciscus)
Paus Fransiskus. (Instagram/ franciscus)

Dia menyerukan imbauannya dalam sebuah pesan pada hari Gereja Kristen menandai Hari Doa Sedunia untuk Pemeliharaan Ciptaan.

"Kita perlu melakukan segalanya dalam kapasitas kita untuk membatasi kenaikan suhu rata-rata global di bawah ambang 1,5 derajat Celcius yang diabadikan dalam Perjanjian Iklim Paris, karena melampaui batas itu akan menjadi bencana, terutama bagi komunitas miskin di seluruh dunia," kata Paus.

Presiden AS Donald Trump telah menjalankan proses untuk menarik AS -penghasil emisi gas rumah kaca nomor 2 dunia setelah Tiongkok--- keluar dari perjanjian yang menyatukan negara-negara untuk mengurangi pemanasan global, dengan mengatakan upaya itu terlalu mahal.

Baca Juga:

Greta Thunberg: Tangani Masalah Perubahan Iklim Seperti Sebuah Krisis

Penantangnya untuk kursi kepresidenan, kandidat Partai Demokrat Joe Biden, mengatakan dia akan mengembalikan AS ke peran kepemimpinan dalam perubahan iklim. Ia secara tegas mengisyaratkan akan memasukkan kembali negara itu dalam negosiasi iklim pada masa depan untuk memajukan tujuan Perjanjian Iklim Paris.

Paus Fransiskus mengatakan hilangnya keanekaragaman hayati, bencana iklim, dan dampak yang tidak proporsional akibat pandemi virus corona pada orang miskin dan kalangan rentan adalah "seruan untuk bangun dalam menghadapi keserakahan dan konsumsi kita yang merajalela". (*)

Baca Juga:

Swasta Harus Berkontribusi Meningkatkan Ketahanan Iklim di Masa Pandemi

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Jokowi Diprediksi Bakal Gunakan Pakem Lama Jika Rombak Kabinetnya
Indonesia
Muhammadiyah: Salat Ied di Rumah Tidak Membuat Jenis Ibadah Baru
Indonesia
Muhammadiyah: Salat Ied di Rumah Tidak Membuat Jenis Ibadah Baru

Islam tidak memaksa umatnya untuk melangsungkan ibadah di luar kadar kemampuannya

AHY Diprediksi Bakal Produktif Jika Dapat Jatah Menteri
Indonesia
AHY Diprediksi Bakal Produktif Jika Dapat Jatah Menteri

Emrus mengatakan bisa saja AHY masuk karena "reshuffle" kabinet merupakan hak prerogatif Presiden

Polisi Musnahkan Narkoba Seberat 1,2 Ton dari Jaringan Timur Tengah
Indonesia
Polisi Musnahkan Narkoba Seberat 1,2 Ton dari Jaringan Timur Tengah

Kejahatan narkoba tergolong kejahatan luar biasa dan menjadi ancaman generasi muda.

Gubernur Nonaktif Kepri Nurdin Basirun Dituntut 6 Tahun Pidana
Indonesia
Gubernur Nonaktif Kepri Nurdin Basirun Dituntut 6 Tahun Pidana

Jaksa menilai, Nurdin Basirun terbukti menerima suap dan gratifikasi terkait izin pemanfaatan ruang laut di wilayah Kepulauan Riau.

Polisi Pastikan Proses Hukum Pelaku Makar Papua Berjalan Terus
Indonesia
Polisi Pastikan Proses Hukum Pelaku Makar Papua Berjalan Terus

Polri memastikan proses hukum bagi mahasiwa dan aktivis Papua yang menjadi tersangka kasus dugaan makar tetap berjalan.

Anies Perpanjang Masa Tanggap Darurat Corona hingga 19 April
Indonesia
Anies Perpanjang Masa Tanggap Darurat Corona hingga 19 April

Aturan itu tertuang dalam Keputusan Gubernur (Kepgub) Nomor 361 tahun 2020 tentang Perpanjangan Status Tanggap Darurat Bencana COVID-19

Ketua MPR Minta Masyarakat Awasi Proses Djoko Tjandra
Indonesia
Ketua MPR Minta Masyarakat Awasi Proses Djoko Tjandra

Mantan Ketua DPR RI ini mengajak masyarakat mengawasi proses hukum terhadap Djoko Tjandra dan berbagai orang disekitarnya yang diduga membantu pelariannya ke Malaysia.

Anies Akui Pagebluk COVID-19 di Jakarta Sudah Sangat Mengkhawatirkan
Indonesia
Anies Akui Pagebluk COVID-19 di Jakarta Sudah Sangat Mengkhawatirkan

Tinggallah di rumah disiplin untuk menjaga jarak

Lapor Dugaan Peretasan, Pemred Tirto dan Tempo Bakal Dimintai Keterangan
Indonesia
Lapor Dugaan Peretasan, Pemred Tirto dan Tempo Bakal Dimintai Keterangan

Laporan dibuat langsung oleh Pemimpin Redaksi Tirto.id, Sapto Anggoro dan Pemred Tempo.co, Setri Yasra.