Patung PB VI di Lereng Merapi-Merbabu Tandai Peran Sang Raja dalam Perang Jawa Pemkab Boyolali membuat patung raksasa sosok Sinuhun Paku Buwono (PB) VI di Kecamatan Selo, Boyolali, Sabtu (11/9). (MP/Ismail)

MerahPutih.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali, Jawa Tengah membuat patung raksasa sosok Sinuhun Paku Buwono VI, berdiri tegak memakai baju dan mahkota kebesaran Raja Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.

Patung setinggi 4 meter lebih itu didirikan di puncak Kecamatan Selo, tepatnya di bawah lereng Gunung Merapi-Merbabu.

Patung itu terlihat sangat detail dan gagah. Mulai dari detail pakaian, keris yang disarangkan di bagian pinggang, hingga wajahnya Sinuhun Paku Buwono VI nampak seperti hidup.

Baca Juga:

Putri Paku Buwono XII Meninggal Dunia

Pegiat sejarah Boyolali R Surojo mengatakan, patung berukuran besar itu didirikan Pemkab Boyolali di Selo sebagai tanda bahwa PB VI punya peran besar dalam perlawanan terhadap Belanda di wilayah Selo. Patung yang dibangun di tengah-tengah bundaran Simpang PB VI menelan anggaran Rp 674 juta dari APBD Boyolali 2021.

"Patung ini sebagai bukti sejarah jika Perang Jawa yang dipimpin Pangeran Diponegoro dalam melawan penjajah Belanda tidak lepas dari peran PB VI," ujar Surojo, Sabtu (11/9).

Dia menyatakan, Perang Jawa yang dipimpin Pangeran Diponegoro yang meletus pada tahun 1825 tak lepas dari Pesanggrahan Selo PB VI Selo.

Di Pesanggrahan itu, Pangeran Diponegoro bersama Paku Buwono VI menyusun strategi perang dalam melawan pasukan Belanda.

"Tak hanya untuk menyusun strategi perang, PB VI membantu logistik dan persenjataan prajurit Diponegoro juga didapatkan di Selo," katanya.

  Pemkab Boyolali membuat patung raksasa sosok Sinuhun Paku Buwono (PB) VI di Kecamatan Selo, Boyolali, Sabtu (11/9). (MP/Ismail)
Pemkab Boyolali membuat patung raksasa sosok Sinuhun Paku Buwono (PB) VI di Kecamatan Selo, Boyolali, Sabtu (11/9). (MP/Ismail)

Ia menyebut, PB VI sengaja memilih Selo sebagai tempat penyusunan strategi dan pendistribusian logistik karena terdapat dua gunung besar, yakni Merbabu dan Merapi sebagai tempat bertapa dan sembunyi mengelabui pasukan Belanda

"Di lereng Gunung Merbabu itulah, PB VI juga membuat sebuah goa yang dulu bernama 'Goa Raja'. Untuk menyusun strategi bersama Pangeran Diponegoro," papar dia.

Ia mengatakan, Selo yang berada pada jalur lurus ke Yogyakarta yakni melalui lereng Merapi, wilayah Kecamatan Musuk, Kemalang, hingga Sleman cukup strategis sebagai jalur komunikasi pasukan telik sandi Pangeran Diponegoro yakni Soijoyo warga Musuk.

“Guna mengamankan Diponegoro saat menuju Selo, ada pasukan khusus bernama Banteng Komunikasi. Pangeran Diponegoro bisa dengan aman dan selamat saat ke keluar masuk ke Selo,” papar dia.

Baca Juga:

Masjid Cipto Mulyo, Jejak Penyebaran Islam Era Pakubuwono X di Boyolali

Sampai akhirnya, kata dia, strategi licik Belanda membuat kedua pahlawan nasional itu ditangkap dalam waktu yang hampir bersamaan. Keduanya ditangkap Belanda pada tahun 1830.

"Diponegoro ditangkap di Residen Belanda Magelang. Lalu PB VI ditangkap di Parangtritis Yogyakarta,” katanya.

Paguyuban Kawula Keraton Surakarta (Pakasa) KRA Teguh Widodo Hadi Nagoro mengungkapkan, pembangunan patung merupakan rangkaian pembangunan Simpang PB VI sejak tiga tahun lalu semasa Bupati Boyolali sebelumnya, Seno Samodro. Total anggaran penataan di kawasan itu Rp 674 juta.

"Pembangunan dilakukan dalam tiga tahap. Tahap pertama pembangunan jalan, tahap kedua pembangunan kios dan penyempurnaan. November kita usahakan bisa diresmikan," pungkasnya. (Ismail/Jawa Tengah)

Baca Juga:

Istri Paku Buwono XII Keraton Kasunanan Surakarta Tutup Usia

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Polisi Sebut Pesta yang Dihadiri Raffi Ahmad dan Ahok tidak Langgar Prokes
Indonesia
Polisi Sebut Pesta yang Dihadiri Raffi Ahmad dan Ahok tidak Langgar Prokes

Polisi menyebut tidak ada unsur pelanggaran Pasal 93 UU Karantina Kesehatan terkait pesta yang dihadiri Raffi Ahmad dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) beberapa waktu lalu.

Warga Diimbau tidak Kucilkan Keluarga Terduga Teroris ZA
Indonesia
Warga Diimbau tidak Kucilkan Keluarga Terduga Teroris ZA

Kapolsek Ciracas, Kompol Jupriono mengimbau masyarakat sekitar untuk tak mengucilkan keluarga terduga teroris ZA.

Polisi Tangkap Fredy Kusnadi Terkait Kasus Mafia Tanah yang Rugikan Ibu Dino Patti
Indonesia
Polisi Tangkap Fredy Kusnadi Terkait Kasus Mafia Tanah yang Rugikan Ibu Dino Patti

Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, menangkap Fredy Kusnadi alias FK terkait kasus mafia tanah yang dilaporkan keluarga Dino Patti Djalal.

Pemprov DKI Terapkan Kawasan Rendah Emisi di Wista Kota Tua, PKL Bakal Ditata
Indonesia
Pemprov DKI Terapkan Kawasan Rendah Emisi di Wista Kota Tua, PKL Bakal Ditata

Kendaraan pribadi, angkutan barang, dan angkutan umum non TJ tidak diperkenankan melalui ruas jalan LEZ

Ridwan Kamil Beri Rp 300 Juta 'Kadeudeuh' Bagi Lifter Windy Cantika Aisah
Indonesia
Ridwan Kamil Beri Rp 300 Juta 'Kadeudeuh' Bagi Lifter Windy Cantika Aisah

Windy mengungkapkan rasa terima kasih kepada semua orang yang telah mendukungnya hingga bisa meraih prestasi dunia seperti sekarang.

5 Juta Dosis Sinovac Tiba, Stok Vaksin COVID-19 Indonesia di Atas 200 Juta
Indonesia
5 Juta Dosis Sinovac Tiba, Stok Vaksin COVID-19 Indonesia di Atas 200 Juta

Vaksin produksi perusahaan Tiongkok ini mendarat di Bandara Soekarno Hatta pada Senin (23/8).

Anak Buah Megawati Bantah Terlibat Korupsi Lahan Rumah DP 0 Persen
Indonesia
Anak Buah Megawati Bantah Terlibat Korupsi Lahan Rumah DP 0 Persen

"Saya enggak merasa bermain, kok. Fungsi saya hanya memegang palu untuk mengesahkan anggaran yang dimintakan," ujar Prasetyo

Penerapan PeduliLindungi di Pasar Tradisional Terkendala Belum Semua Punya Ponsel
Indonesia
Penerapan PeduliLindungi di Pasar Tradisional Terkendala Belum Semua Punya Ponsel

Penerapkan aplikasi PeduliLindungi di pasar tradisional di Solo ternyata tidak berjalan mulus.

KPK Panggil Istri Edhy Prabowo Terkait Kasus Suap Ekspor Benur
Indonesia
KPK Panggil Istri Edhy Prabowo Terkait Kasus Suap Ekspor Benur

Selain Iis, ada tiga saksi lain yang akan diperiksa untuk tersangka Edhy Prabowo

Mulai Hari Ini, Wisata Batu Karas dan Ciwidey Ditutup Sementara
Indonesia
Mulai Hari Ini, Wisata Batu Karas dan Ciwidey Ditutup Sementara

Destinasi wisata di Batu Karas di Kabupaten Pangandaran ditutup untuk sementara mulai Minggu (16/5) sampai batas waktu yang belum ditentukan.