Patroli Jalan Kaki Dianggap Paling Efektif Berantas Jambret Jalanan Ilustrasi (MP/Alfi Rahmadhani)

Merahputih.com - Polisi bakal membentuk tim khusus untuk menekan angka kejahatan jalanan khususnya jambret yang kerap mengincar penjalan kaki di trotoar.

Pasalnya, jika tak diantisipasi secara serius, warga terutama pejalan kaki di trotoar akan terus menjadi korban.

"Karena kalau kita patroli menggunakan mobil saya kira tidak akan efektif. Pelaku itu mereka bermain di orang yang berjalan kaki. Nah, kami akan bentuk tim unit patroli menggunakan sepeda atau berjalan kaki," kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Heru Novianto dalam keterangannya, Minggu (2/2).

Baca Juga:

Narkoba 288 Kilogram Berkode 555 di Serpong Diduga dari Iran

Selain berjalan kaki, anggota yang berpatroli juga akan menggunakan seragam lengkap.

"Berseragam lengkap dengan harapan masyarakat adanya polisi mereka merasa nyaman dan orang yang mau melakukan pun dia pasti akan lebih khawatir," ujar Heru Novianto.

Heru meminta warga tidak menggunakan handphone saat berada di keramaian.

"Setiap saat harus melihat, kiranya sebelum keluar yakinkan tidak ada yang menghubungi supaya tidak dibuka-buka lagi," kata Heru Novianto.

Ilustrasi (Foto: Pixabay)

Kapolsek Metro Menteng AKBP Guntur Muhammad Thariq membagikan tips kepada masyarakat agar terhindar dari beragam kejahatan jalanan.

Ia mengatakan, bagi warga yang bepergian hendaknya tidak membawa barang berharga yang terlalu mencolok dalam jumlah banyak. Misalnya seperti cincin, gelang, kalung, handphone dan lainnya.

"Amati lingkungan terlebih dahulu jika kita berada di suatu tempat. Jangan terlalu gelap dan banyak orang. Apabila dirasa membahayakan segera cari tempat atau jalan lain," kata Guntur Muhammad Thariq.

Baca Juga:

Tiga Orang Tewas dalam Penyergapan Narkoba 288 Kilogram di Serpong

Tips tersebut berlaku baik di halte, trotoar maupun di dalam angkutan umum. Apalagi khusus wanita yang menggunakan angkutan online lebih berhati-hati lagi dalam memegang handphone.

Apabila bepergian menggunakan mobil pribadi, sebisa mungkin perhatikan lingkungan. "Jangan langsung turun. Ambil barang berharga jangan disimpan di mobil dan tetap amati lingkungan sekitar," jelas Guntur. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pemerintah Dinilai Kecolongan DPR Bahas RUU HIP
Indonesia
Pemerintah Dinilai Kecolongan DPR Bahas RUU HIP

Di sisi lain, usulan RUU HIP tidak memiliki urgensi dengan situasi COVID-19

 Koalisi Masyarakat Sipil Desak Jokowi Copot Yasonna Laoly
Indonesia
Koalisi Masyarakat Sipil Desak Jokowi Copot Yasonna Laoly

"Untuk itu jika laporan ini terbukti maka Yasonna berpotensi dijerat pidana 12 tahun penjara," ujarnya.

Pengamat Nilai Reuni 212 Sudah Enggak Ada Efeknya, Cuma 'Numpang' Eksis
Indonesia
Ganjar Usulkan Polisi Jujur Hoegeng Sebagai Pahlawan Nasional
Indonesia
Ganjar Usulkan Polisi Jujur Hoegeng Sebagai Pahlawan Nasional

Banyak pertimbangan yang dilakukan untuk pengusulan itu

Gubernur Lemhanas Sebut Polemik PKI Hanya Menguras Tenaga Anak Bangsa
Indonesia
Gubernur Lemhanas Sebut Polemik PKI Hanya Menguras Tenaga Anak Bangsa

Gubernur Lemhanas Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo menilai polemik tentang komunisme atau PKI yang menguat setiap tahun jelang 30 September hanya menguras serta mengorbankan tenaga dan pikiran generasi muda bangsa.

Ketahuan Selundupkan Pemudik, 5 Mobil Travel Ditindak
Indonesia
Ketahuan Selundupkan Pemudik, 5 Mobil Travel Ditindak

Mobil travel yang banyak ditindak tegas di sejumlah pos penyekatan tersebut yakni dengan plat nomor asal Jawa Tengah, Jawa Timur dan DKI Jakarta

Bukan Beli Pesawat Baru, Jokowi Bakal Sewa ke AS
Indonesia
Bukan Beli Pesawat Baru, Jokowi Bakal Sewa ke AS

Sekretaris Kabinet Pramono Anung membantah kabar yang menyebut Istana membeli pesawat kepresidenan baru.

Pimpinan KPK Sebut ICW Cari Panggung di Tengah Pandemi COVID-19
Indonesia
Pimpinan KPK Sebut ICW Cari Panggung di Tengah Pandemi COVID-19

Kritikan Nawawi tersebut terkait permintaan ICW agar pimpinan lembaga atirasuah mendonasikan gajinya 100 persen.

Guru Besar Biologi: Mutasi Virus COVID-19 Sangat Cepat
Indonesia
Guru Besar Biologi: Mutasi Virus COVID-19 Sangat Cepat

Cara terbaik untuk menjalani kehidupan new normal, jika vaksin sulit ditemukan, adalah melakukan pencegahan

Dishub DKI: Warga Masih Bandel Kunjungi Sudirman-Thamrin
Indonesia
Dishub DKI: Warga Masih Bandel Kunjungi Sudirman-Thamrin

Mereka yang datang kebanyakan warga yang ingin beolagraga seperti pesepeda dan berjalan kaki.