Patilasan Raden Mbah Wujud Beji, Titik Kumpul Pasukan Banten dan Cirebon? Sumur Tujuh Beringin Kurung, Depok, Senin (14/12). (Foto: MerahPutih/Noer Ardiansjah)

MerahPutih Budaya - Selain berjebah akan peninggalan kolonial Belanda pada masa silam, Kota Depok yang merupakan kota penyanggah Jakarta-Bogor ternyata juga kaya akan situs-situs bersejarah yang terus terjaga keasliannya, seperti Patilasan Eyang Raden Mbah Wujud Beji.

Cagar budaya yang berada dekat dengan permukiman warga Keramat Beji, bagi sebagian warga konon merupakan titik pusat bekumpulnya pasukan Banten dan Cirebon sebelum menyerang Kerajaan Pajajaran yang berlokasi di Bogor.

"Bagi sebagian masyarakat, tempat ini merupakan titik kumpul pasukan Banten dan Cirebon sebelum menyerang Pajajaran," ucap Juru Kunci Patilasan Eyang Raden Mbah Wujud Beji Martono (66) di Keramat Beji, Depok Utara, Depok, Jawa Barat, Senin (9/5).

Adapun tanah yang menjadi titik kumpul itu berawal dari kisah raja dari Kerajaan Pajajaran terakhir Sribaduga Maharaja Pakuan Haji Prabu Siliwangi yang masih memeluk keyakinan nenek moyang, Sunda Wiwitan.

Karena itu, dalam rangka penyebaran agama Islam, pasukan Banten-Cirebon yang juga merupakan keturunan Prabu Siliwangi hendak mengislamkan sang raja diraja.

Namun, gayung pun tak bersambut. Ihwal demikian membuat Banten-Cirebon terpaksa menyerang Kerajaan Pajajaran atas nama agama.

Meski demikian, tambah Martono, rangakaian kisah tersebut belum pernah ia dengarkan secara langsung dari turun-menurun.

"Mbah, sih, belum pernah mendengar. Yang Mbah tahu dari orang tua, tempat ini adalah tempat para leluhur merenung, tafakur (mendekatkan diri kepada Gusti Allah)," tambahnya.

Kontras memang, antara teori yang berkembang di masyarakat dengan penuturan juru kunci situs tersebut.

Berdasarkan penelusuran yang dilakukan merahputih.com di Patilasan Eyang Raden Mbah Wujud Beji, tanah itu dahulunya merupakan tempat berkontemplasi para leluhur untuk mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Mahakuasa.

Meski demikian, seperti kita ketahui mencari kebenaran sejarah ibarat mencari jejak dalam air. Namun, keanekaragaman kisah nusantara, sekali lagi jelas memberikan warna indah akan sejarah bangsa ini. (Ard)

BACA JUGA:

  1. Jehan Ungkapkan Pesan Prabu Siliwangi Usai Berkunjung ke Cirebon
  2. Seperti Prabu Siliwangi, Si Pitung Suka Konsumsi Kelapa Hijau
  3. Panglima Pasukan Hizbullah Depok Keturunan Prabu Siliwangi
  4. Cerita Juru Kunci Situs Batu Tulis Bogor Tentang Penampakan Prabu Siliwangi
  5. Menuju Kirab Jumenengan, KBPH Prabu Suryodilogo Ditentang


Selvi Purwanti

LAINNYA DARI MERAH PUTIH