Pasukan Pakistan dan India Baku Tembak, Negara-Negara Besar Didesak Tahan Diri Sejumlah jet tempur India dan Pakistan saling tembak menyusul ketegangan di wilayah Kashmir (Foto: NDTV.com)

MerahPutih.Com - Konflik Pakistan dan India di perbatasan Kashmir kembali memanas. Pasukan kedua negara baku tembak seusai insiden penembakan jet tempur dan penahanan seorang pilot India.

Situasi memanas di antara dua negara pemilik kekuatan nuktir itu rawan intervensi negara-negara besar yang selama ini dikenal sebagai kekuatan dunia seperti China, Rusia dan Amerika Serikat.

Sebagaimana diketahui serangan jet tempur India dilakukan sebagai balasan terhadap aksi bom bunuh diri yang menewaskan pasukan paramiliter India di wilayah Kashmir tanggal 14 Februari lalu.

Amerika Serikat, China, Rusia dan kekuatan dunia lainnya didesak untuk menahan diri dari peningkatkan ketegangan di antara Pakistan dan India.

Perdana Menteri Pakistan dan India
Perdana Menteri Pakistan Imran Khan bersama Perdana Menteri India Narendra Modi (Foto: NDTV.com)

Terkait ketegangan yang terus meningkat, Perdana Menteri Pakistan Imran Khan menyerukan perundingan dengan pemerintahan Narendra Modi.

"Sejarah mengajarkan pada kita bahwa perang selalu penuh salah perhitungan. Pertanyaan saya adalah dengan memperhitungkan senjata yang kita miliki, apakah kita bisa mencapai salah perhitungan," kata Khan dalam pidato singkat di televisi yang disiarkan secara nasional.

Khan yang juga mantan seorang atlet kriket itu menganjurkan agar kedua negara bisa menyelesaikan kemelut tersebut di meja perundingan.

"Kita harus duduk dan berbicara." Pakistan dan India telah tiga kali berperang sejak merdeka dari pemerintahan kolonial Inggris pada 1047, dua dalam masalah Kashmir dan berada di tepi jurang ke empat pada 2002 setelah kelompok militan Pakistan menyerang parlemen India.

Perdana Menteri Pakistan Imran Khan
Perdana Menteri Pakistan Imran Khan menyerukan perundingan (Foto: NDTV.com)

Pakistan menutup wilayah udaranya, sehingga memaksa penerbangan komersial untuk mengubah arah.

Sebagaimana dilansir Antara dari Reuters, Thai Airways International pada Kamis (28/2) mengumumkan telah membatalkan sejumlah penerbangan ke Pakistan dan Eropa, sehingga ratusan menumpang terlantas di Bangkok

Pada Kamis pagi pasukan India dan Pakistan saling menembak untuk sesaat di Poonch, di wilayah Kashmir yang diduduki India, menurut pernyataan pihak militer India.

"Tentara India membalas dengan keras dan efektif, " kata Letnan Kolonel Devender Anand, juru bicara kementerian pertahanan.

Penembakan yang menurut India dimulai oleh Pakistan, berakhir setelah berlangsung sekitar satu jam pada pukul 06.00 waktu setempat, kurang keras dibandingkan tembak menembak antara pasukan arteleri kedua belah pihak pada Rabu.

Pakistan mengatakan tembak-menembak itu dimulai pada tadi malam.

"Tembak-menembak terus berlangsung dengan berselang waktu pada malam. Dalam kondisi sedang, bahkan sekarang masih berlangsung," ujar Shaukat Yusufzai, seorang pegawai pemerintah di Poonch, bagian wilayah di bawah kendali Pakistan.

Pada Rabu malam, kementerian luar negeri India memberikan dokumen kepada Pakistan yang disebut rincian kemah-kemah kelompok militan yang bermarkas di Pakistan.

Perdana Menteri India Narendra Modi
Perdana Menteri India Narendra Modi dalam posisi sulit terkait konflik perbatasan Kashmir (Foto: NDTV.com)

Konflik terjadi pada saat yang kritis bagi Perdana Menteri India Narendra Modi, yang akan menghadapi pemilihan umum dalam beberapa bulan.

Pada Rabu malam, B.S Yeddyurappa, pemimpin partai Bharatiya Janata yang mengusung Modi di negara bagian selatan Karnataka, mengatakan serangan India ke Pakistan akan membantu partai tersebut untuk memenangkan kembali kekuasaan di negara tersebut, suatu komentar pertama dari partai yang berkuasa.

"Ini membawa gelombang pro-Modi di seluruh negeri," katanya kepada wartawan.

keprihatinan internasional Gedung Putih mendesak kedua belah pihak untuk mengambil langkah secepatnya untuk meredakan ketegangan.

Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo dalam pernyataan mengatakan telah berbicara secara terpisah dengan menteri luar negeri Pakistan dan India dan mendesak mereka untuk "mengutamakan komunikasi secara langsung dan menghindari aktivitas militer secara langsung." Duta Besar Pakistan untuk AS, Asad Majeed Khan mengatakan, Islamabad ingin mengetahui apakah pemerintahan Trump akan memainkan peran yang lebih aktif dalam mengatasi krisis.

Kelompok pimpinan Mansor
Kelompok pimpinan Ashar Masood dituding biang bom bunuh diri pada 14 Februari lalu (NDTV.com)

Pada saat yang sama, dia mengatakan, sikap AS yang kurang mengeca, serangan India ke Pakistan "ditafsirkan dan dipahami sebagai dorongan pada kedudukan India dan membuat mereka lebih memberanikan diri. China, Uni Eropa dan negara-negara lain juga meminta pengendalian. Menteri Luar Negeri Jepang mengatakan ada Kamis negara tersebut prihatin atas "situasi yang mundur ini." Diplomat tertinggi China, Wang Yi berbicara melalui telepn dengan Menlu Pakistan Shah Mahmood Qureshi dan menyampaikan "keprihatinan yang mendalam", kata Kementerian Luar Negeri China, Kamis.

AS, Inggris, Prancis mengusulkan pada PBB untuk mendaftarhitamkan Ashar Masood, pimpinan Jaish-el-Mohammad, kelompok yang mengaku bertanggungjawab atas serangan 14 Februari. China agaknya akan bertindak menentang langkah tersebut.(*)

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Abaikan Kasus Pencemaran Laut Timor, Pemerintah Australia Dituding Munafik


Tags Artikel Ini

Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH