Bara Pertempuran Surabaya
Pasukan Inggris Langgar Kesepakat Radius 800 Meter Pelabuhan (2) Pasukan Inggris pada sebuah pertempuran di wilayah Surabaya. Sumber; Imperial War Museum.

BRIGJEN Mallaby, Kolonel Pugh, dan Kapten Macdonald bertandang ke Kantor Gubernur Surabaya. Mereka diterima Gubernur Suryo, Ketua KNI Dul Arnowo, dan para petinggi BKR, termasuk Moestopo.

Kedua pihak berunding, lalu membuahkan resolusi, berisi; Sekutu mengakui keberadaan Republik Indonesia sebatas distrik Surabaya; Sekutu tidak akan membebaskan tawanan Belanda, pasukan Sekutu hanya boleh berada di radius 800 meter dari pelabuhan, dan membentuk sebuah biro komunikasi beranggotakan perwakilan kedua pihak agar lebih mudah berkoordinasi.

Resolusi tersebut lantas berkumandang di corong radio perjuangan Surabaya. Ketegangan pun mereda.

Pasukan Inggris mulai membaur, bahkan kelewat jauh, melanggar batas kesepakatan. “Penempatan serdadu Inggris di dalam kota sudah merupakan pelanggaran terhadap perjanjian radius 800 meter dari pelabuhan,” tulis Francis “Frank” Palmos pada buku Surabaya 1945: Tanah Sakralku.

pertempuran surabaya
Pasukan Inggris sedang berkomunikasi di atas kapal. Sumber: Imperial War Museum.

.Pasukan Inggris, lanjut Palmos, bahkan telah menduduki sekira 20 titik strategis di dalam kota. Masyarakat semula tak ambil pusing mengira para serdadu Inggris sekadar ingin berbaur dan akan kembali ke pelabuhan setelah matahari tenggelam. Namun, setelah gelap pun, para serdadu ternyata belum juga pulang, bahkan betah menetap.

Perlahan, masyarakat mulai ambil curiga. Desas-desus pihak Inggris melanggar kesepakat cepat mengalir dari mulut ke mulut. Kebanyakan rakyat Surabaya, menurut Palmos, telah mengungkapkan rasa ketidakpuasan pelanggaran kesepakat pasukan Inggris menggunakan bahasa blak-blakan, tidak lagi memaki bahasa diplomatik seperti langgam Gubernur Suryo dan Ruslan Abdulgani.

Rasa curiga masyarakat terhadap Inggris akhirnya terbukti setelah beratus pamflet muntah dari lambung pesawat Dakota milik Angkatan Udara Inggris, di siang hari tanggal 27 Oktober 1945.

Panglima Divisi ke-23 Jendral Mayor DC Hawthorn, pada pamfletnya menyatakan perintah kepada rakyat Surabaya agar menyerahkan kembali senjata dan peralatan Jepang kepada Sekutu. Perintah itu disertai ancaman bila ada orang terlihat membawa senjata dan tidak bersedia menyerahkan kepada Sekutu, maka menanggung risiko ditembak.

Isi pamflet membuat marah pejuang-pejuang Surabaya. “Jelas pamflet-pamflet ini melanggar jiwa dan aksara persetujuan tanggal 26 Oktober 1945,” ungkap Roeslan Abdulgani, pada Seratus Hari di Surabaya Yang Menggemparkan Indonesia. Surabaya kembali memanas. (*)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Resep Olahan Ayam Kekinian untuk Ide Bisnismu
Kuliner
Resep Olahan Ayam Kekinian untuk Ide Bisnismu

Yuk praktekkan, barangkali bisa dijadikan ide bisnis yang akan dijalankan.

Festival Kuliner Bakal Ramaikan Liburan Akhir Tahun di Malioboro
Travel
Festival Kuliner Bakal Ramaikan Liburan Akhir Tahun di Malioboro

Festival yang berlokasi di Malio Terrace, hotel Grand Inna Malioboro diadakan pada 16 Desember hingga momen pergantian tahun baru.

Ketika Laut Meninggalkan Nelayan Pulau Bangka
Tradisi
Ketika Laut Meninggalkan Nelayan Pulau Bangka

Nelayan memang menjadi salah satu yang terdampak, tetapi lebih dari itu, biota laut lah yang paling merasakan dampaknya

Tugu Corona Jadi Daya Tarik Wisata Pekanbaru
Travel
Tugu Corona Jadi Daya Tarik Wisata Pekanbaru

Desain Tugu Corona ini begitu menarik.

Kue Timpan, Sajian Manis di Hari Raya Khas Aceh
Kuliner
Kue Timpan, Sajian Manis di Hari Raya Khas Aceh

Terbuat dari bahan dasar ketan dan pisang raja.

Diskusi di Rumah Kos Lahirkan Ikrar Pemersatu Bangsa
Tradisi
Diskusi di Rumah Kos Lahirkan Ikrar Pemersatu Bangsa

Jalan Keramat Raya 106 punya ceritanya sendiri terkait Sumpah Pemuda.

Tradisi Ngisis Keraton Kasepuhan Cirebon, Bersihkan Wayang Kulit Berusia Ratusan Tahun
Tradisi
Tradisi Ngisis Keraton Kasepuhan Cirebon, Bersihkan Wayang Kulit Berusia Ratusan Tahun

Tradisi ini biasanya dilaksanakan setiap hari Jumat kliwon.

5 Tempat Kuliner Khas Bali Ini Bikin Kamu Susah Move On dari Kelezatannya
Kuliner
5 Tempat Kuliner Khas Bali Ini Bikin Kamu Susah Move On dari Kelezatannya

Dijamin, kamu akan nambah terus saat menyantap 5 kuliner khas Bali ini.

Peringati Hari Lahir Pancasila, Ormas Tabur Bunga di Makam Pahlawan
Tradisi
Peringati Hari Lahir Pancasila, Ormas Tabur Bunga di Makam Pahlawan

Anggota organisasi masyarakat (ormas) Pemuda Pancasila melakukan tabur bunga untuk memperingati Hari Lahir Pancasila di Taman Makam Pahlawan

Mau Melancong ke Kalimantan Timur? Ini 4 Spot Wisata yang Rekomen
Travel
Mau Melancong ke Kalimantan Timur? Ini 4 Spot Wisata yang Rekomen

Sungguh mempesona alam di Kalimantan Timur.