Pastikan Penyimpanan Daging Kurban Dilakukan dengan Tepat Dengan cara penyimpanan yang benar, daging kurban akan lebih awet. (foto: pixabay/photosofyou)

SETIAP tahun, umat Islam menyarakan Hari Raya Idul Adha dengan melakukan tradisi menyembelih hewan kurban, seperti sapi, kambing, atau domba.

Hewan kurban akan dibagikan ke warga setempat, terutama yang kurang mampu, secara merata. Biasanya, penerima daging kurban akan mengolah sebagian daging dan menyimpan sisanya. Nah, agar awet, perlu banget diperhatikan nih tata cara menyimpan daging dengan baik dan benar. Berikut Merahputih.com merangkum beberapa tips menyimpan daging agar tahan lama dan tetap segar.

BACA JUGA: Daging Kambing Baik untuk Penambah Darah saat Anemia


1. Aturan mencuci daging

daging
Cucilah daging saat akan dimasak. (foto: feedme.id)


Untuk mencegah pembusukan daging dan penyebaran kuman serta bakteri, diperlukan aturan dalam mencuci yang baik dan benar. Pertama-tama yang perlu kamu perhatikan ialah penentuan waktu pengolahan daging kurban (kapan daging akan dimasak). Biasanya, warga yang mendapatkan daging kurban dengan jumlah banyak akan mengolah sebagian dan sisanya disimpan. Sebelum menyimpan, kebanyakan orang akan membilas dengan air keran hingga terasa bersih yang selanjutnya disimpan dalam freezer.

Penting diketahui, mencuci daging kurban dengan air keran hanya dilakukan saat ingin diolah. Kalau hanya disimpan, lebih baik pindahkan daging ke wadah yang kedap udara dan jangan dicuci. Bilasan air keran bisa membuat penumpukan kuman masuk ke pori-pori daging sehingga merusak kualitasnya.

2. Memilah sesuai jenisnya

daging
Pilah daging sesuai jenisnya. (foto: unsplash/sebastian holgado)


Sebelum memasukkan daging kurban ke kulkas, lakukan pemisahan dengan menyesuaikan jenis-jenisnya. Biasanya daging kurban dibagikan secara acak dalam satu wadah. Misalnya, dalam satu kantong berisikan daging kambing dan daging sapi.

Disarankan, sebelum menyimpan, pisahkan daging berdasarkan jenisnya. Seperti dilansir dari berbagai sumber, kualitas dan bakteri dalam daging berbeda antara satu dan yang lainnya. Terlebih pada bagian tubuh hewan lainnya seperti ati dan ampla. Kalau kamu menggabungkan daging dengan isian tubuh hewan kurban, itu bisa menimbulkan aroma tidak sedap sehingga mempercepat proses pembusukan.

3. Simpan dalam udara sejuk

kulkas
Dinginkan dulu sebelum dimasukkan ke freezer. (foto: unsplash/NRD)


Bagi kamu yang menunda proses pengolahan, simpanlah daging kurban di tempat yang sejuk terlebih dahulu. Penyimpanan daging di kulkas yang sejuk dilakukan selama 4 hingga 5 jam. Setelah terasa dingin, daging bisa kamu simpan ke kotak pembeku atau freezer. Hal itu dilakukan sebagai proses perpindahan suhu udara untuk daging. Penyimpan daging dalam freezer dilakukan dalam suhu minus 18 derajat celsius. Suhu itu mampu membuat daging awet hingga tiga bulan lamanya.

4. Hindari penggunaan kantong plastik

lunch box
Simpan dalam kotak kedap udara. (foto: pixabay/jelly)


Penggunaan kantong plastik atau kresek untuk makanan harus sesuai dengan standardisasi yang berlaku. Kantong plastik berwarna hitam melaluui proses daur ulang dari bahan-bahan yang kebanyakan berbahaya, seperti antioksidan dan pewarna.

Seperti dilansir Antara, Badan Obat dan Makanan (Badan POM) menyebut kresek hitam atau berwarna mencolok tidak layak pakai untuk mengemas makanan.(dys)

BACA JUGA: Olah Daging Kurban Jadi Stok Lauk, ini Ide Sajian yang Bisa Dibuat



Dwi Astarini

LAINNYA DARI MERAH PUTIH