Pasrah Berdesakan Masuk Transjakarta-MRT, Warga Harap-Harap Cemas Kena Corona Warga berdesakan masuk ke Halte Transjakarta (MP/Kanugraha)

Merahputih.com - Penumpukkan penumpang di Halte Bus TransJakarta Puri Beta 2, mungkin jadi salah satu yang terparah buntut pembatasan operasional yang dilakukan karena wabah virus Corona (covid-19), Senin (16/3).

Calon penumpang mengantre bukan hanya di halte, bahkan sudah sampai hingga ke jalan raya. Salah seorang warga bernama Lukman (35) mengaku khawatir dengan hal ini.

"Saya khawatir ini menjadi potensi penyebaran corona baru. Karena jarak kami antara satu penumpang dengan lain sangat dekat. Biasanya agak lenggang," sesal Lukman kepada merahputih.com.

Baca Juga

Gojek Menonaktifkan Akun Mitranya yang Diduga Terinfeksi Virus Corona

Lukman mengatakan penumpukkan di sana terjadi sejak pukul 06.00 WIB pagi ini. Penumpukan penumpang itu membuat jalanan menjadi macet karena warga mengular hingga ke tengah jalan. "Antrian bisa mencapai 200 meter. Namun kini sudah mulai berkurang karena ada armada ditambah," jelas pekerja di kawasan Sudirman ini.

Atrean semakin panjang karena waktu kedatangan bus TransJakarta hanya 10 menit sekali. Jumlahnya yang beroperasi pun hanya 25 armada. Selain itu, keberangkatan dari Halte Ragunan juga hanya melayani satu rute, yakni sampai Halte Halimun, Setiabudi, Jakarta Selatan saja.

Penumpang lainnya, Andri (32) mengeluhkan panjangnya antrean. Menurutnya, kebijakan pengurangan rute tidaklah efektif. "Ini sangat gak efektif banget kalau ada orang yang kerjanya mepet banget. Terus ibu-ibu prioritas juga yang harus dipikirkan," ucap Andri.

Warga Antre masuk ke Halte Transjakarta (MP/Kanugraha)

Warga asal Bintaro ini menganggap kebijakan pengurangan rute ini tidak efektif. Dengan padatnya antrean potensi penyebaran virus corona lebih besar.

Menurut dia, apabila pemerintah ingin mengurangi pembatasan transportasi publik, sebaiknya semua perkantoran baik swasta maupun pemerintah, karyawannya bekerja di rumah.

"(Pengurangan rute tujuannya) untuk mengurangi virus yang numpuk, (antre seperti) ini numpuk virus sih," kata dia dengan nada sedikit kesal.

Baca Juga

Penumpang Bersuhu 38 Derajat Dilarang Naik KA Bandara

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengubah jam pelayanan moda transportasi umum di ibu kota dalam pencegahan penularan wabah virus corona. Kebijakan itu akan dimulai Senin (16/3)

Memodifikasi pelayanan transportasi umum massal di Jakarta di antaranya Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta, Transjakarta, dan Lintas Raya Terpadu (LRT) Jakarta. (Knu)



Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH