Paspampres Peringatkan Bikers, Terobos Area Ring 1 Bisa Ditembak Pakai Peluru Tajam Asisten Intelijen Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres), Letkol Inf Wisnu Herlambang. Foto: MP/Kanu

MerahPutih.com - Kasus penerobosan area Ring 1 oleh gerombolan motor besar di kawasan Istana Negara jadi pelajaran bagi para pengendara.

Asisten Intelijen Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres), Letkol Inf Wisnu Herlambang menegaskan, tindakan dilakukan anggota Paspampres sudah sesuai. Yakni PP Nomor 59 tahun 2013 tentang pengamanan Presiden, Wapres, Keluarganya dan tamu negara.

Baca Juga

Alasan Paspampres Lumpuhkan Langsung Pengendara Moge Dekat Istana

"Dalam PP ini disebutkan Panglima TNI memiliki kewenangan menentukan kebijakan secara teknis, melalui keputusan nomor 1337 tahun 2018," kata Wahyu dalam konpers bersama perwakilan bikers di Mako Paspampres, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (1/3).

Wahyu mengatakan, penerobosan bikers pada instalasi VVIP merupakan ancaman dan harus dilumpuhkan. Area dilintasi para moge itu merupakan kawasan dekat Kompleks Istana Kepresidenan atau Ring 1.

Asisten Intelijen Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres), Letkol Inf Wisnu Herlambang. Foto: MP/Kanu

Sehingga diambil tindakan yang diizinkan dalam peraturan yaitu melumpuhkan dengan tangan kosong. Apabila membahayakan petugas, Paspampres yang sedang dinas ini bisa mengeluarkan tembakan peringatan menggunakan amunisi karet atau hampa.

"Selain itu bisa diambil tindakan menggunakan amunisi tajam," kata dia.

Menurut dia, tindakan pengendara motor tersebut sudah masuk klasifikasi jenis bahaya langsung maupun tidak langsung. Penerobosan pelanggaran merupakan pelanggaran batas Ring 1 yaitu bahaya tidak langsung.

"Sehingga harus segera dilumpuhkan setelah itu baru kita laksanakan pemeriksaan oleh anggota pengamanan di sana," imbuh Wisnu yang mengenakan baju polo berwarna hijau ini.

Dia menegaskan, kejadian viral tersebut harus menjadi pelajaran bagi pengendara agar taat aturan berlalu lintas dan menjaga keamanan dan kenyamanan pengendara lain.

Pimpinan Paspampres menyampaikan pesan agar momentum kejadian ini ambil hikmahnya, ambil pembelajarannya, bahwa setiap pengendara motor harus menaati aturan lalu lintas.

Harus senantiasa mementingkan kepentingan orang lain sesama pengguna jalan, berkendara tertib, tidak ada membahayakan keselamatan, kenyamanan pengguna jalan lain.

"Saya rasa berlaku di seluruh jalan umum, terlebih jalan area Ring 1," tandasnya.

Menurutnya, urusan telah selesai saat para pengendara meninggalkan lokasi.

"Untuk Paspampres, sebetulnya sudah selesai dengan memberikan edukasi saat kejadian kemarin," kata Wisnu .

Wisnu mengatakan petugas Paspampres melakukan pengamanan sebagai bentuk kewaspadaan. Mereka juga diperbolehkan untuk melumpuhkan siapapun yang menerobos Ring 1.

Juru Bucara Bikers, Halid Darmawan menyampaikan, permintaan maaf atas kejadian tersebut. Ia menegaskan para pengendara tak berniat membahayakan Ring 1 ataupun membuat buruk citra Paspampres.

Halid mewakili para pengendara moge berjanji tak akan melakukan tindakan itu lagi. Ia juga menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat luas.

"Saya mohon maaf karena sudah mencoreng nama baik permotoran di Indonesia," ujar Halid.

Tangkapan layar media sosial soal pengadangan rombongana moge di dekat Istana Kepresidenan, Jakarta. (Foto: MP/Instagram @bodatnation)
Tangkapan layar media sosial soal pengadangan rombongan moge di dekat Istana Kepresidenan, Jakarta. (Foto: MP/Instagram @bodatnation)

Sebelumnya, media sosial dihebohkan dengan video Paspampres menendang pengendara moge. Setelah diusut, ternyata kejadian berlangsung di Jalan Veteran 3 atau Ring 1 Istana Kepresidenan.

Para pengendara menerobos pembatas jalan. Petugas Paspampres telah memperingatkan, tapi pengendara tetap melaju. Paspampres menindak dengan menendang salah satu pengendara hingga tersungkur. (Knu)

Baca Juga

Gibran dan Bobby Jadi Satu-satunya Wali Kota yang Dikawal Paspampres

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
TWK Bagian dari Operasi Intelijen untuk Singkirkan Pegawai KPK?
Indonesia
TWK Bagian dari Operasi Intelijen untuk Singkirkan Pegawai KPK?

Hotman Tambunan menduga pelaksanaan tes wawasan kebangsaan (TWK) guna alih status sebagai aparatur sipil negara (ASN) merupakan bagian dari operasi intelijen untuk menyingkirkan pegawai KPK tertentu.

Anak Buah AHY Bikin Gugatan Baru Aktor Intelektual KLB, Menkumham Turut Tergugat
Indonesia
Anak Buah AHY Bikin Gugatan Baru Aktor Intelektual KLB, Menkumham Turut Tergugat

Namun, tim kuasa hukum Partai Demokrat belum mengonfirmasi dugaan tersebut

Vietnam Lebih Baik `dari Indonesia Dalam Penanganan Ekonomi Akibat Pandemi
Indonesia
Vietnam Lebih Baik `dari Indonesia Dalam Penanganan Ekonomi Akibat Pandemi

"Kontraksi ekonomi cukup moderat dan defisit APBN sebesar 6 persen, juga relatif lebih kecil dibanding negara lain yang di atas 10 persen," kata Sri Mulyani.

Polisi Klaim Arus Lalu Lintas DKI Turun Selama PSBB Ketat
Indonesia
Polisi Klaim Arus Lalu Lintas DKI Turun Selama PSBB Ketat

Volume lalu lintas roda dua dan empat mengalami penurunan selama pembatasan sosial berskala besar (PSBB) total Jakarta sejak 14 hingga 24 September 2020.

Berikut Rekayasa Perjalanan KRL saat PSBB Transisi
Indonesia
Berikut Rekayasa Perjalanan KRL saat PSBB Transisi

KCI kembali melakukan rekayasa operasional KRL Commuter Line mulai 15 Oktober 2020 sehubungan dengan pemberlakuan masa PSBB transisi di wilayah DKI Jakarta.

Kemendagri Fasilitasi e-KTP Bagi Transgender, Begini Prosedur Bikinnya
Indonesia
Kemendagri Fasilitasi e-KTP Bagi Transgender, Begini Prosedur Bikinnya

"Dicatat sesuai jenis kelamin yang aslinya," tutur Dirjen Dukcapil Zudan Arif Fakrulloh

Reaksi Kemarahan Munarman FPI Tahu Rekeningnya Diblokir
Indonesia
Reaksi Kemarahan Munarman FPI Tahu Rekeningnya Diblokir

Munarman mengaku, BNI telah mengirimkan surat pemberitahuan ini kepadanya.

Mulai Pekan Ini, Kotabaru Manut Kemendagri Setop Pembelajaran Tatap Muka
Indonesia
Mulai Pekan Ini, Kotabaru Manut Kemendagri Setop Pembelajaran Tatap Muka

Berlaku pekan ini mengikuti instruksi Kemendagri.

Sambil Dorong-dorongan dengan Polisi, Massa 1812 Lantunkan Selawat
Indonesia
Sambil Dorong-dorongan dengan Polisi, Massa 1812 Lantunkan Selawat

Petugas kepolisian dengan tameng berjaga agar massa tidak maju ke depan Gedung Sapta Pesona

Reaksi Polri Diberi Rapor Merah oleh ICW
Indonesia
Reaksi Polri Diberi Rapor Merah oleh ICW

Mabes Polri menanggapi penilaian Indonesia Corruption Watch (ICW) yang memberikan penilaian rapor merah kepada institusi Korps Bhayangkara.