Paspampres Bentuk Tim Khusus Amankan Capres dan Cawapres Jokowi dan Prabowo bersama moderator dalam debat keempat di Hotel Shangri-La, Jakarta Pusat (Foto: antaranews)

MerahPutih.com - Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) membentuk satuan tugas baru. Tujuannya untuk mengamankan Capres dan Cawapres terpilih setelah penetapan pemenang Pemilu 22 Mei mendatang.

Danpaspampres Mayjen Maruli Simanjuntak mengatakan, pihaknya membentuk dua detasmen khushs dengan segala pendukungnya.

"Ada satuan kavaleri, infanteri. Dipersiapkan untuk melindungi presiden dan wapres," kata Maruli kepada wartawan di Markas Paspampres, Jalan Tanah Abang II, Jakarta Pusat, Selasa (14/5).

Paspampres. (Foto/twitter #paspampres)
Paspampres. (Foto/twitter #paspampres)

Maruli melanjutkan, masa kerja satgas yang beranggotakan 300 personel ini akan dimulai dari penetapan sampai pelantikan. "Mereka dibawahi Grup A untuk presiden Grup B wapres," jelas Maruli.

Tim khusus ini, lanjut Maruli sudah dilatih untuk mengantisipasi segala macam tindak kejahatan yang mungkin bakal menyasar para capres dan cawapres terpilih.

"Ancaman keselamatan dengan teknologi orang melakukan misalnya bom bunuh diri, lalu menggunakan alat teknologi seperti pemicu handpone. Ancaman itu terus meningkat dan kami sudah antisipasi. Hanya dengan meningkatkan kualitas dengan perlengkapan. Sepetti anti drone, lalu membentuk membatasi pemicu pakai jammer," imbuh menantu Luhut Binsar Panjaitan ini.

Demikian pula dengan peralatan dan perlengkapan, Paspampres tidak membedakannya antara Satgas dan tim organik. Terkait dengan potensi pengerahan massa besar-besaran pada 22 Mei, Maruli mengatakan Paspampres tentu sudah mengantisipasi hal tersebut.

"Kami pengamanan Presiden sudah 100 persen. Jadi apapun kira-kira ancaman itu kami susun sudah jumlah yang bisa melindungi Presiden dan Wakil Presiden," ujar Maruli yang mengenakan seragam loreng hijau khas TNI ini.

Ia menambahkan, seiring berkembangnya teknologi, maka ancaman terhadap Presiden dan Wakil Presiden juga meningkat.

"Itu ancaman-ancaman seperti itu terus meningkat. Seperti misalnya kan kita harus punya anti-drone. Dulu enggak perlu. Enggak ada anti-drone. Sekarang kita perlu. Untuk membatasi pemicu. Bagaimana pakai jammer. Seperti itu terus kami punya," lanjut dia. (Knu)

Baca Juga: Ini Jumlah PASPAMPRES yang Mengawal Anak Presiden



Zaimul Haq Elfan Habib

LAINNYA DARI MERAH PUTIH