Pasien Usia 95 Tahun di Pontianak Sembuh dari COVID-19 Tadjeri Soelaiman (95) satu di antara tujuh pasien lanjut usia yang dinyatakan sembuh dari COVID-19. ANTARA/Dokumen

MerahPutih.com - Tadjeri Soelaiman (95), satu di antara tujuh pasien lanjut usia di Rumah Isolasi Rusunawa Nipah Kuning, Pontianak dinyatakan sembuh dari COVID-19.

Dia diperbolehkan pulang ke rumah setelah menjalani isolasi dan dirawat di Rumah Isolasi Rusunawa Nipah Kuning sejak dua pekan lalu.

Sebelum kepulangan mereka ke rumah masing-masing, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyempatkan diri untuk memberikan bingkisan dan dukungan moril, termasuk kepada Tadjeri Soelaiman.

Baca Juga:

Kasus COVID-19 Tambah 8.369 Orang, Polisi Soroti Kerumunan Akhir-akhir Ini

"Kesembuhan tidak hanya bagi pasien yang berusia muda, bahkan yang berusia lanjut seperti Bapak Tadjeri bisa sembuh," ujarnya saat berkunjung ke Rumah Isolasi Rusunawa, Pontianak, Kamis (3/12).

Saat ini yang masih diisolasi dan dirawat di Rusunawa tercatat sebanyak 40 pasien, dan rata-rata mereka menjalani isolasi antara 10 hingga 14 hari, terkecuali bagi mereka yang bergejala.

"Kita harapkan mereka yang telah sembuh ini bisa menjadi duta dalam menyampaikan pentingnya menerapkan protokol kesehatan," katanya seperti dikutip Antara.

Ia berharap tingkat kesembuhan lebih cepat. Dengan memberikan perawatan yang teratur, mulai dari pengobatan, menu makanan, olahraga seperti senam dan berjemur di bawah sinar matahari pagi.

Edi mengimbau kepada warga agar tetap semangat bahwa virus ini bisa dilawan dengan menerapkan protokol kesehatan dan meningkatkan imunitas tubuh.

"Saya harapkan warga Kota Pontianak tetap waspada dan patuh pada protokol kesehatan supaya tidak muncul kluster-kluster baru," ujarnya.

Ilustrasi COVID-19. Foto: ANTARA
Ilustrasi COVID-19. Foto: ANTARA

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak Sidiq Handanu mengatakan, kunci kesembuhan pasien COVID-19 adalah daya tahan tubuh atau imunitas. Daya tahan tubuh tersebut dipengaruhi dari pikiran.

"Sehingga jika tidak stres, selalu bergembira dan tidak pernah takut, maka diyakini bisa menjadi faktor terbesar terjadinya kesembuhan. Tentunya dengan pikiran yang baik maka perilaku seperti makan dan aktivitas lainnya tidak terganggu," katanya.

Ia menerangkan, saat pertama kali datang, pasien berusia 95 tahun itu dengan kondisi lemah, kemudian meminta untuk dijemput di rumah untuk dirawat di Rusunawa Nipah Kuning hingga kondisi terus membaik.

"Pada saat masuk ke Rusunawa, pasien berbaring kurang lebih dua pekan yang lalu," jelas Sidiq.

Baca Juga:

CDC Kurangi Masa Karantina COVID-19 Jadi 10 Hari

Dirinya menambahkan, faktor usia memang menjadi penting terhadap risiko. Akan tetapi, bila faktor usia tersebut tidak disertai komorbid, misalnya penyakit kegemukan, kencing manis dan hipertensi, maka risikonya rendah.

"Pasien ini jika dari aspek fisik tidak gemuk, bapak ini (pasien sembuh) sepertinya dia enjoy saja, jadi tidak stres dan tidak takut," katanya.

Salah satu penyebab menurunnya daya tahan tubuh adalah pikiran. Sidiq menyebut, dari aspek pencegahan, setiap pasien terkonfirmasi positif COVID-19 harus dilakukan isolasi.

"Kemudian bagi yang telah dikarantina baik di rumah maupun tempat isolasi maka yang harus diperhatikan adalah tidak boleh stres," pesannya.

Dia menambahkan, selama belum ada vaksin untuk mencegah virus corona, maka yang paling kuat untuk melawan adalah daya tahan tubuh.

"Karena dengan imunitas maka akan timbul kekebalan untuk melawan virus," katanya. (*)

Baca Juga:

Berapa Lama Waktu Aman saat Berada di Sekitar Orang Terpapar COVID-19?

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Tiongkok dan Korsel Membaik Karena Disiplin, Luhut: Tidak Mencari Salah Sana Sini
Indonesia
Tiongkok dan Korsel Membaik Karena Disiplin, Luhut: Tidak Mencari Salah Sana Sini

Luhut menyebut pemerintah sudah menghitung semua aspek

Pengawasan RW Zona Merah COVID-19 Perlu Diperketat
Indonesia
Pengawasan RW Zona Merah COVID-19 Perlu Diperketat

Pemerintah DKI untuk tidak segan-segan memberikan lanksi bagi perusahaan yang melanggar aturan protokol kesehatan.

Hari Ini DPR Bahas Pengganti Wahyu Setawan
Indonesia
Hari Ini DPR Bahas Pengganti Wahyu Setawan

Puan dijadwalkan akan memimpin Rapat Paripurna ke-11 DPR

[HOAKS atau FAKTA]: Pendatang yang Masuk ke Malang Langsung Dikarantina 14 Hari
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Pendatang yang Masuk ke Malang Langsung Dikarantina 14 Hari

Akun Facebook bernama Amar Senengan Ku mengunggah status pada tanggal 13 Desember 2020 berupa informasi yang menyebut Malang masuk zona hitam COVID-19.

Menko PMK Minta Rizieq Shihab Ikuti Aturan Protokol Kesehatan
Indonesia
Menko PMK Minta Rizieq Shihab Ikuti Aturan Protokol Kesehatan

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengingatkan agar HRS tetap melakukan isolasi mandiri.

Rieke Dicopot dari Baleg DPR, Sufmi: Tidak Perlu Jadi Polemik
Indonesia
Rieke Dicopot dari Baleg DPR, Sufmi: Tidak Perlu Jadi Polemik

"Sampai hari ini saya belum melihat salinan dari surat dari fraksi partai PDIP," kata Dasco

Marak Ondel-Ondel Ngamen di Jalan, Pemprov DKI Setuju Revisi Perda Pelestarian Budaya Betawi
Indonesia
Marak Ondel-Ondel Ngamen di Jalan, Pemprov DKI Setuju Revisi Perda Pelestarian Budaya Betawi

Iwan menyampaikan, saat ini sudah mulai mengarah pada pembentukan konsep baru mengenai Perda pelestarian budaya Betawi itu.

Anies: 50 Tenaga Medis DKI Terinfeksi Corona, 2 Meninggal
Indonesia
Anies: 50 Tenaga Medis DKI Terinfeksi Corona, 2 Meninggal

Pemprov DKI akan menaruh perhatian lebih pada tenaga kesehatan dalam menghadapi COVID-19 ini dengan Alat Pelindung Diri (APD).

Fokus Hoaks dan Kampanye Hitam, Polri Sisakan Sepertiga Pasukan Urusi Lainnya
Indonesia
Fokus Hoaks dan Kampanye Hitam, Polri Sisakan Sepertiga Pasukan Urusi Lainnya

Mabes Polri akan mengerahkan 2/3 dari jumlah total personelnya untuk mengamankan rangkaian pelaksanaan Pilkada Serentak 2020.

Susur Sungai Berujung Maut, Pencarian Siswa SMP Turi Sleman Berlanjut hingga Dini Hari
Indonesia
Susur Sungai Berujung Maut, Pencarian Siswa SMP Turi Sleman Berlanjut hingga Dini Hari

BPBD beserta bekerja sama dengan tim SAR pihak kepolisian serta relawan hingga kini masih mencari siswa yang hilang.