Pasien Sembuh COVID-19 di Wisma Atlet Sejak Maret 2020 Lebih dari 127 Ribu Sejumlah tenaga kesehatan berjalan menuju ruang perawatan pasien COVID-19 di RSD COVID-19, Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Selasa (26/1/2021). (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/wsj/aa)

MerahPutih.com - Pasien sembuh COVID-19 di Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet, Kemayoran, tower 4, 5, 6 & 7 Jakarta, hingga 3 Desember 2021 dilaporkan berjumlah 127.528 orang. Jumlah pasien sembuh tersebut merupakan akumulasi dari pencatatan sejak 23 Maret 2020.

Untuk rekapitulasi pasien sejak 23 Maret 2020 di tower 4, 5, 6, dan 7 didata terjadi penambahan angka kesembuhan sebanyak 20 orang jika dibandingkan dengan angka kesembuhan sebelumnya.

Baca Juga:

DPR Sebut Aturan Tes COVID-19 untuk Transportasi Tidak Konsisten

"1.047 pasien dirujuk ke rumah sakit lain, sedangkan untuk data yang meninggal dunia dicatat sebanyak 596 orang," ujar Kepala Penerangan Kogabwilhan I, Kolonel Marinir Aris Mudian dalam keterangan persnya, Jumat (3/12).

RSDC Wisma Atlet Kemayoran tower 4, 5, 6 dan 7, pada laporan per 3 Desember 2021 mendata terdapat 137 pasien perawatan COVID-19. Jumlah tersebut berkurang 6 pasien jika dibandingkan laporan sebelumnya yang berjumlah 143 orang.

Baca Juga:

Pasien COVID-19 yang Dirawat di RSDC Wisma Atlet Tak Sampai 200 Orang

Sementara itu, RS Khusus Infeksi COVID-19 di Pulau Galang merawat sebanyak 58 pasien, 58 pasien itu mendapatkan perawatan COVID-19.

Jumlah pasien rawat di RS tersebut bertambah 6 orang jika dibandingkan dengan laporan sebelumnya. Laporan sebelumnya data pasien berjumlah 52 orang.

Baca Juga:

Ayo Tetap Taat Prokes, Pasien RS Darurat Wisma Atlet Kembali Naik

Pasien yang terdaftar di rumah sakit itu sejak 12 April 2020 sebanyak 17.451 orang, pasien keluar sebanyak 17.392 orang, dan pasien meninggal di RSD Pulau Galang didata satu orang. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Dapat Penilaian Opini WTP Perdana, Gibran Sebut Ada Banyak Evaluasi
Berita
Dapat Penilaian Opini WTP Perdana, Gibran Sebut Ada Banyak Evaluasi

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mendapatkan penghargaan perdana predikat opini wajar tanpa pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK).

[HOAKS atau FAKTA] Minum Boba Menyebabkan Usus Buntu
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] Minum Boba Menyebabkan Usus Buntu

Beredar informasi di Facebook, diklaim merupakan hasil dari operasi usus buntu, karena banyaknya boba yang tersumbat hingga tidak bisa dicerna.

Gerindra Klaim Rakyat Jawa Barat Inginkan Prabowo Jadi Presiden
Indonesia
Gerindra Klaim Rakyat Jawa Barat Inginkan Prabowo Jadi Presiden

Dukungan dan kebanggaan rakyat Jabar kepada Gerindra serta Prabowo tidak perlu diragukan, karena partainya meraih sebanyak 18 kursi DPR RI.

KPK Tetapkan Bupati Bintan Tersangka Korupsi Cukai
Indonesia
KPK Tetapkan Bupati Bintan Tersangka Korupsi Cukai

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Bintan Apri Sujadi, sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengaturan barang kena cukai dalam pengelolaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) wilayah Kabupaten Bintan Tahun 2016-2018.

Kades se-Indonesia akan Dukung Jokowi 3 Periode, PKS: Aspirasi Individu Saja
Indonesia
Kades se-Indonesia akan Dukung Jokowi 3 Periode, PKS: Aspirasi Individu Saja

"Teriakan itu tidak mencerminkan suara masyrakat desa. Bisa jadi itu aspirasi individu saja. Jadi tidak bisa merepresentasikan suara dan kehendak masyarakat desa," kata Kholid kepada wartawan, Kamis (31/3).

Anies Diminta Stop Buat Kebijakan Ngawur
Indonesia
Anies Diminta Stop Buat Kebijakan Ngawur

Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi menyesalkan kebijakan tersebut. Seharusnya, Anies memunculkan trobosan program pembangunan atau pelayanan yang berdampak langsung kepada masyarakat.

KSP Minta Masyarakat Jangan Panik Harga Minyak Goreng Meroket
Indonesia
  [Hoaks atau Fakta]: Stroke Pada Anak-anak Akibat Vaksin COVID-19
Indonesia
[Hoaks atau Fakta]: Stroke Pada Anak-anak Akibat Vaksin COVID-19

Poster tersebut dipasang oleh yayasan non-profit asal Kanada, ‘Achieving Beyond Brain Injury’ (ABBI), pada bulan Mei 2021 lalu untuk memperingati Bulan Kesadaran atas Stroke pada Anak.

 MA Kurangi Vonis Edhy Prabowo 4 Tahun karena Bekerja Baik Saat Jadi Menteri
Indonesia
MA Kurangi Vonis Edhy Prabowo 4 Tahun karena Bekerja Baik Saat Jadi Menteri

Mahkamah Agung mengurangi vonis bekas Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo dari sembilan tahun menjadi lima tahun penjara. MA beralasan Edhy sudah berbuat baik saat bekerja.

Unek-Unek Jokowi Soal Rumitnya Birokrasi Keluar di Hadapan Erick Thohir Hingga Ahok
Indonesia
Unek-Unek Jokowi Soal Rumitnya Birokrasi Keluar di Hadapan Erick Thohir Hingga Ahok

Jokowi berharap Profesionalisme dari para direksi dan komisaris PLN dan Pertamina bisa memperbaiki sektor-sektor yang harusnya diperbaiki