Pasien Positif COVID-19 di Secapa AD Tinggal 1.182 Orang Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Andika Perkasa menggelar konferensi pers di Markas Kodam III Siliwangi, Kota Bandung, Sabtu (11/7/2020), terkait temuan kasus positif COVID-19 di Se

Merahputih.com - 98 personel di Secapa TNI AD dinyatakan negatif COVID-19 usai tes swab kedua pada klaster kasus peserta didik dan tenaga pelatih yang berjumlah 1.280 orang.

Kadispenad TNI AD Brigjen Nefra Firdaus mengatakan, sesuai protokol, telah dilakukan swab kedua kepada sebagian dari 1.280 personel positif COVID-19 di Secapa AD yang tujuh hari sebelumnya dilakukan swab pertama.

Dengan demikian, total pasien positif COVID-19 di Secapa TNI AD hingga Senin (13/7) sebanyak 1.182 orang. Sedangkan 101 pasien positif di Pusdik Pom belum dilakukan swab kedua karena baru bisa dilakukan satu minggu setelah swab pertama.

"Jadi total pasien positif COVID-19 di Secapa AD pada pagi ini tinggal 1.182 orang," kata Nefra kepada wartawan, Senin (13/7).

Baca Juga:

Kasus COVID-19 di Secapa AD Jadi Teguran Keras Pemerintah

Terkait 101 pasien positif di Pusdik POM hingga kini belum dilakukan swab ke-2. Swab ke-2 baru bisa dilakukan satu minggu setelah swab pertama. Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Andika Perkasa telah memberi penjelasan soal 1.280 kasus konfirmasi positif di Secapa AD.

Dari jumlah total itu, 991 orang adalah perwira siswa. Sedangkan sisanya 289 orang adalah staf atau anggota perwira AD beserta keluarganya.

Terungkapnya ribuan orang positif di berawal dari dua prajurit yang mengalami sakit dan berobat ke Rumah Sakit Dustira. Rumah sakit ini merupakan rumah sakit terbesar milik TNI AD yang ada di Jawa Barat tepatnya di Kota Cimahi.

Rumah Sakit Dustira merupakan rumah sakit terbesar milik TNI AD yang ada di Jawa Barat tepatnya di Kota Cimahi. Dua prajurit itu mengeluhkan sakit yang berbeda.

"Satu (prajurit) keluhan karena bisul, demam karena ada infeksi. Satu lagi, masalah tulang belakang, selanjutnya mereka diswab dan positif," ungkap Andika.

Atas dasar itu, pihaknya langsung mengirimkan alat rapid test untuk mengetahui kondisi prajurit lainnya. Hari itu juga, pihaknya langsung mengirimkan alat rapid test untuk mengetahui kondisi anggota lainnya. Usai dilakukan rapid test, ternyata ada 187 anggota yang reaktif. Dari sana, lalu dilakukan swab test.

"Dari situ kita ingin meyakinkan dan dilakukan swab test. Saya kirim VTM alat untuk swab, kemudian dilakukan swab dan dilakukan tes di laboratorium PCR, dari situlah kemudian sampai akhirnya ditemukan (siswa positif)," ujarnya.

Salah satu kegiatan di Secapa TNI AD - secapaad.mil.id

Andika menjelaskan, total anggota, staf termasuk anggota keluarga staf di Secapa AD yang positif Corona mencapai 1.280 orang.

"Jumlah dari pasien yang positif COVID-19 di Sekolah Calon Perwira Angkatan Darat total 1.280, dari 1.280 itu 991 adalah perwira siswa, sedangkan sisanya ada 289 adalah staf atau anggota Perwira Angkatan Darat beserta keluarga nya," ungkapnya.

Dari ribuan prajurit yang positif Corona, Andika mengatakan ada 17 orang yang dirawat di RS Dustira. Sementara yang lainnya mengisolasi diri di Secapa AD.

Dari 17 yang dirawat, satu di antaranya sudah dinyatakan negatif, namun masih harus dirawat di Rumah Sakit Dustira karena memiliki penyakit bawaan.

"Dari 17, satu sudah negatif dan 16 masih positif semuanya tidak merasakan gejala apapun juga dan satu yang negatif masih di sana karena masalah TBC paru-paru," ungkapnya.

Baca Juga:

Awal Mula Munculnya Klaster COVID-19 di Secapa AD

Selain itu, Andika juga menyampaikan kabar gembira. Anggota yang melakukan isolasi di Secapa AD dan melakukan swab test kedua ada yang sudah dinyatakan negatif.

"Itu situasi yang sekarang, kemudian selanjutnya sejak Selasa kemarin sudah dilakukan swab kedua, swab untuk test PCR. Dari swab kedua yang sudah keluar hasilnya ada 14 dinyatakan menjadi negatif, ada 296 kita masih menunggu hasil dari pemeriksaan lab PCR," jelasnya.

"Untuk selanjutnya, kita akan tuntaskan swab kedua sampai kita dapat. Yang sudah negatif sudah kita pisahkan dari yang positif, di tempat berbeda tapi masih di Secapa dan kita sudah siapkan (tempat berbeda untuk yang sembuh) apabila hasil dari 296 itu ada yang negatif," kata dia. (Knu)



Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH