Pasien Positif Corona Melonjak Bukti Pemerintah Kecolongan Ketua DPP Partai Demokrat, Jansen Sitindaon. Foto: Net

MerahPutih.com - Ketua DPP Partai Demokrat, Jansen Sitindaon menilai tingginya angka penderita corona dan warga yang meninggal di tanah air menunjukkan pemerintah kecolongan mengantisipasi sejak awal.

Menurut Jansen, jika sejak awal pemerintah tak menganggap sepele persoalan ini, maka lonjakan penderita corona bisa ditekan.

Baca Juga

Warga Samarinda Positif Virus Corona Sebelumnya Ikuti Pertemuan di Bogor

"Negara malah (anggap) sepele. Persiapan tak memadai. Sungguh saat ini rakyat sebenarnya marah pada otoritas," kata Jansen dalam keterangannya yang dikutip Kamis (19/3).

Jansen juga mengkritisi terlambatnya pemerintah dalam mendiagnosa suspect corona hingga akhirnya terlanjur menyebarkannya ke orang lain.

"Orangnya sudah kadung kritis krn terlambat didiagnosa positif Corona, virusnya juga jadi nyebar kesana kemari karena erlambat di isolasi. Benar-benar pemerintah tidak siap! Inilah akibat sejak awal menyepelakan persoalan ini," jelas dia.

Petugas medis melakukan tes COVID-19 kepada pengendara di layanan "drive-thru", yang berada di tempat parkir pusat medis Universitas Washington, Seattle, Rabu (18/3/2020). Beberapa negara bagian Amerika Serikat telah mendirikan layanan "drive-thru" untuk memudahkan warganya melakukan tes COVID-29. ANTARA FOTO/ REUTERS/Brian Snyder/pras.
Petugas medis melakukan tes COVID-19 kepada pengendara di layanan "drive-thru", yang berada di tempat parkir pusat medis Universitas Washington, Seattle, Rabu (18/3/2020). Beberapa negara bagian Amerika Serikat telah mendirikan layanan "drive-thru" untuk memudahkan warganya melakukan tes COVID-29. ANTARA FOTO/ REUTERS/Brian Snyder/pras.

Ia menyoroti saat ini pemerintah tampak kelabakan menghadapi derasnya penularan wabah virus asal Wuhan, China, tersebut. Bahkan dalam situasi darurat saat ini, ia mengatakan semua elemen masyarakat termasuk presiden dan para menterinya juga ikut terpapar Corona.

“Ini sekarang pintu masuk sudah bobol, posisi virus sudah di pemukiman dan pemerintah kelabakan,” kata Jansen

Baca Juga

Pasien Positif Corona di RSUD dr Moewardi Solo Meninggal Bertambah 1 Orang

Ia menyarankan agar pemerintah tak hanya update soal jumlah kasus positif corona, tapi juga mengenai fasilitas kesehatan yang disiapkan untuk menangani masalah wabah corona.

Seperti selain mengupdate jumlah yang positif Corona, pemerintah juga harus update 'jumlah penambahan rumah sakit khusus Corona yang disiapkan.

"Seperti jumlah bed-nya, tempat testnya dimana saja dll," imbuh Jansen.

Menurutnya, fasilitas kesehatan untuk menangani masalah wabah corona perlu menjadi perhatian utama pemerintah, karena jika pasien positif Covid-19 terus melonjak, maka dikhawatirkan banyak yang tidak mendapat pertolongan.

"Jadi lebih baik pemerintah fokus pada hal ini," jelas Jansen.

Sementara, politikus Partai Demokrat, Andi Arief menyarankan kepada semua ketua mum partai politik untuk duduk bareng bersama Presiden dan Wakil Presiden membicarakan penanganan virus corona. Andi berpendapat, saat ini situasi sudah tidak normal.

"Situasi sudah tidak normal, sudah saatnya para Ketua Umum Partai duduk bareng bersama Presiden dan wakil untuk membicarakan kelanjutan menjalankan kehidupan sebagai penduduk bumi di Indonesia," kata Andi.

Baca Juga

Apakah Aman Pesan Makanan di Tengah Pandemik COVID-19?

Dengan demikian, semua Ketua Umum Parpol baik apapun latar belakang politiknya dapat menggunakan otoritas politiknya, mengintruksikan kepada para Kepala Daerah untuk menjalankan kebijakan penanganan Covid-19.

Untuk diketahui, jumlah warga Indonesia yang terinfeksi Covid-19 terus bertambah. Berdasarkan keterangan pers Juru Bicara Pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, Rabu (18/3) jumlah kasus infeksi Covid-19 di Indonesia sebanyak 227 orang. 19 orang di antaranya dinyatakan meninggal dunia. Sedangkan yang berhasil sembuh berjumlah 11 orang. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
BW: Firli Harusnya Masak Ramuan Antikorupsi, Bukan Nasi Goreng
Indonesia
BW: Firli Harusnya Masak Ramuan Antikorupsi, Bukan Nasi Goreng

Firli sedang meninggikan kerendahan empatinya kepada publik

Mobil PCR yang Dipersoalkan Risma Ternyata Bukan untuk Pemkot Surabaya
Indonesia
Mobil PCR yang Dipersoalkan Risma Ternyata Bukan untuk Pemkot Surabaya

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jawa Timur juga telah bersurat kepada Gugus Tugas Pusat pada tanggal 11 mei 2020 untuk permohonan dukungan percepatan penegakkan diagnosis Covid 19.

Tudingan Ridwan Kamil ke Mahfud MD Dinilai Bermotif Politik
Indonesia
Tudingan Ridwan Kamil ke Mahfud MD Dinilai Bermotif Politik

"Karenanya, bisa jadi dibalik pernyataan RK terhadap Mahfud juga ada motif politik," tandasnya.

KPK Telisik Aset Nurhadi dan Menantunya di SCBD
Indonesia
KPK Telisik Aset Nurhadi dan Menantunya di SCBD

District 8 merupakan kompleks perkantoran dan apartemen yang berada di kawasan Sudirman Central Business District Jakarta Selatan.

PSBB Diperketat, Industri Keuangan Berjalan Normal
Indonesia
PSBB Diperketat, Industri Keuangan Berjalan Normal

PSBB akan diberlakukan di DKI Jakarta dan 23 kabupaten/kota di enam provinsi yang masuk wilayah berisiko tinggi penyebaran COVID-19.

 Vatikan Tekankan Pentingnya Persaudaraan Umat Kristiani dan Muslim Pada Hari Idulfitri
Indonesia
Vatikan Tekankan Pentingnya Persaudaraan Umat Kristiani dan Muslim Pada Hari Idulfitri

Menurut dia, Dewan Kepausan di Vatikan mengucapkan doa terbaik dan ucapan selamat Idul Fitri 1 Syawal 1441 Hijriyah bagi semua saudara muslim.

Jokowi Dikritik Telah Gadaikan Komitmen HAM Demi Ekonomi
Indonesia
Jokowi Dikritik Telah Gadaikan Komitmen HAM Demi Ekonomi

"Lalu kapan janji penuntasan bidang HAM akan dipenuhi? Jokowi sudah memasuki periode II," kata Hendardi

Pemuka Agama Bakal Dilakukan Pembinaan, Wamenag: Bukan Sertifikasi Penceramah
Indonesia
Pemuka Agama Bakal Dilakukan Pembinaan, Wamenag: Bukan Sertifikasi Penceramah

“Ini bukan sertifikasi. Tidak ada paksaan untuk mengikuti program ini," kata Zainut

Demo UU Ciptaker Rusuh, Belasan Kamera e-Tilang Rusak
Indonesia
Demo UU Ciptaker Rusuh, Belasan Kamera e-Tilang Rusak

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Sambodo Purnomo Yogo mengatakan 12 titik kamera itu rusak pasca demo yang berujung kericuhan beberapa kali.

RS Polri Observasi Anak Pembunuh Bocah di Sawah Besar
Indonesia
RS Polri Observasi Anak Pembunuh Bocah di Sawah Besar

NF sebelumnya dikirim dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) anak di Cinere, Depok, menuju RS Polri pada Minggu (8/3) sore