Pasien OTG di Wisma Atlet Bertambah 194 Orang Wisma Atlet. (Foto: Kementerian PUPR).

Merahputih.com - Jumlah pasien positif COVID-19 tanpa gejala (OTG) yang dirawat di Tower 4 dan Tower 5 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat bertambah 194 orang pada Kamis (1/10) hingga pukul 08.00 WIB.

Dari data yang diberikan oleh Penerangan Kogabwilhan I TNI disebutkan jumlah pasien di Tower 4 dan 5 saat ini sebanyak 2.170 orang atau bertambah 194 orang dibandingkan hari sebelumnya 1.976 orang.

Baca Juga:

Menteri Agama Positif, Kantor Kementerian Belum Ditutup Total

Sebanyak 2.170 orang pasien positif COVID-19 tanpa gejala di Tower 4 dan 5 tersebut terdiri dari 1.193 laki-laki dan 977 perempuan. Total rekapitulasi pasien di dua tower ini dari 15 September - 1 Oktober 2020 ada sebanyak 5.106 pasien terdaftar.

Sedangkan untuk di RSDC Wisma Atlet (Tower 6 dan Tower 7) yang merawat pasien positif COVID-19 dengan gejala ringan dan sedang saat ini tercatat merawat sebanyak 2.316 orang terdiri dari 1.107 laki-laki dan 1.209 perempuan.

Wisma Atlet
Wisma Atlet. (Foto: Antara).

Jumlah pasien di kedua tower ini berkurang 54 orang yakni dari semula 2.370 orang menjadi 2.316 orang. Sehingga rekapitulasi pasien sejak 23 Maret - 1 Oktober ada sebanyak 18.835 orang terdaftar.

Dari jumlah pasien yang terdaftar tersebut, 16.519 orang sudah keluar dengan rincian sembuh 16.182 orang, dirujuk ke rumah sakit lainnya 330 orang, sedangkan 7 orang meninggal dunia.

Baca Juga:

Gugur Dokter Karena COVID-19

Sedangkan untuk pekerja migran yang datang dari luar negeri sejak pandemi COVID-19 berjumlah 90.620 orang. Dari jumlah itu sebanyak 87.803 orang sudah kembali ke daerahnya masing-masing.

Selain itu pekerja migran yang masih menjalani karantina berjumlah 2.817 orang. Jumlah ini terdiri dari 808 orang masih menjalani karantina di Wisma Atlet Pademangan, 296 orang isolasi di hotel dan penginapan di Jakarta, sedangkan yang positif Covid-19 dan masih menjalani perawatan di RSDC-19 Wisma Atlet ada sebanyak 1.713 orang. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
 Usai SBY Nyatakan Dukungan, Giliran Prabowo Dukung Gibran di Pilwakot Solo
Indonesia
Usai SBY Nyatakan Dukungan, Giliran Prabowo Dukung Gibran di Pilwakot Solo

Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto mendukung Gibran Rakabuming Raka maju di Pilwakot Solo 2020.

Akui PSBB Paling Rasional, Istana: Pertimbangannya Tak Sederhana
Indonesia
Akui PSBB Paling Rasional, Istana: Pertimbangannya Tak Sederhana

Saat peraturan ini diterbitkan, ada ketegasan, koordiasi dan kedisiplinan

MAKI Desak MK Percepat Pemeriksaan Perkara Perppu COVID-19
Indonesia
MAKI Desak MK Percepat Pemeriksaan Perkara Perppu COVID-19

"Kami tetap ingin terus (melanjutkan perkara) dan mohon dipercepat juga yang mulia," kata Koordinator MAKI, Boyamin

Indonesia Sumbang 0,82 Persen Kasus COVID-19 di Dunia
Indonesia
Indonesia Sumbang 0,82 Persen Kasus COVID-19 di Dunia

Indonesia saat ini menempati urutan ke-23 kasus sebaran COVID-19 dari 188 negara yang sudah terpapar virus tersebut.

PSBB DKI Terpaksa Diperpanjang Gegara Kasus COVID Terus Melonjak
Indonesia
PSBB DKI Terpaksa Diperpanjang Gegara Kasus COVID Terus Melonjak

Pelandaian grafik kasus aktif bukanlah tujuan akhir

Rencana KPK Adili Harun Masiku Secara In Absentia Diduga Untuk Tutupi Keterlibatan Pihak Lain
Indonesia
Dirjen WHO Tedros Berkantor: Saya Sehat, Tidak Ada Gejala
Dunia
Dirjen WHO Tedros Berkantor: Saya Sehat, Tidak Ada Gejala

Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus kembali berkantor usai karantina.

PSI Gulirkan Hak Interpelasi, NasDem DKI: Bukan Anies yang Salah Tapi Rizieq Shihab
Indonesia
PSI Gulirkan Hak Interpelasi, NasDem DKI: Bukan Anies yang Salah Tapi Rizieq Shihab

Menurut dia, yang menjadi persoalan dalam kasus ini ialah Rizieq Shihab yang sudah mengundang kerumunan dengan menggelar kegiatan tersebut.

Terbongkar, Modus Garong Rumah Berkedok Karyawan PLN dan PDAM!
Indonesia
Terbongkar, Modus Garong Rumah Berkedok Karyawan PLN dan PDAM!

Selama 4 tahun terakhir pelaku bisa lolos karena menghindari CCTV

Dapat Kucuran Rp3 Triliun, BNPB Diminta Sediakan Alat PCR dan Rapid Test dalam Jumlah Banyak
Indonesia
Dapat Kucuran Rp3 Triliun, BNPB Diminta Sediakan Alat PCR dan Rapid Test dalam Jumlah Banyak

Termasuk menyediakan alat dan kebutuhan kesehatan lainnya, terutama untuk alat pelindung diri (APD) yang masih banyak kekurangan di sejumlah daerah Indonesia.