Pasien COVID-19 Gejala Ringan Bakal Digiring ke Wisma Atlet Tenaga medis beraktivitas di halaman tower lima Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran. ANTARA FOTO/Ariella Annasya/gp/foc.

MerahPutih.com - Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto memastikan ada penambahan jumlah ruangan di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta.

Penambahan ini untuk pasien COVID-19 tanpa gejala hingga dengan gejala ringan.

Penambahan itu dilakukan dalam rangka menambah kapasitas tempat tidur seiring dengan terus meningkatnya tingkat okupansi tempat tidur di rumah sakit rujukan COVID-19 di Jakarta.

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Seluruh Lampu di Wisma Atlet Menyala karena Pasien Penuh

Selama ini, gedung RSD Wisma Atlet Kemayoran yang baru digunakan ialah tower 6 dan 7.

Di tower 6, terdapat 1.746 tempat tidur dan baru terisi 888 tempat tidur. Sedangkan di tower 7 terdapat 2.472 tempat tidur dan baru terisi 749 tempat tidur.

"Untuk tanpa gejala, flat isolasi mandiri Wisma Atlet Kemayoran menyiapkan 2 tower yaitu tower 4 dan 5. Masing-masing untuk tower 4 ada 2.472 tempat tidur. Ini belum terisi sedangkan tower 5 terdapat 2.472 tempat tidur baru terisi 81," kata Terawan lewat kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin (14/9).

Di samping itu juga, disiapkan Balai Pelatihan Kesehatan atau Bapelkes di Jakarta maupun di Ciloto. Kapasitas ada 326 kamar untuk bisa menampung 653 orang.

"Kami juga menyiapkan beberapa Bapelkes baik di Batam, Semarang, maupun Makassar," lanjut dia.

 RS Darurat COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran di wilayah DKI Jakarta. ANTARA/HO-Kementerian PUPR/am.
RS Darurat COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran di wilayah DKI Jakarta. ANTARA/HO-Kementerian PUPR/am.

Ia menambahkan, pemerintah terus berupaya menekan laju penularan kasus COVID-19 dan sekaligus meningkatkan kesembuhan pasien sehingga rumah sakit tidak penuh.

Terawan pun meminta masyarakat mematuhi protokol kesehatan sehingga tak banyak orang yang tertular. Dengan demikian kapasitas rumah sakit pun tidak penuh.

"Kami mohon untuk selalu patuh pada protokol kesehatan. Mohon partisipasi dari semua pihak terutama di level kelurahan, desa, RW dan RT untuk menjaga kedisiplinan pelaksanaan protokol kesehatan, memakai masker, jaga jarak, dan rajin cuci tangan," lanjut Terawan.

Sebelumnya, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sekaligus Ketua Satgas Penanganan COVOD-19 Doni Monardo mengatakan, ada 67 rumah sakit rujukan dalam proses relaksasi.

Doni mengatakan, salah satu bentuk relaksasi itu adalah mengalihkan pasien yang hampir sembuh dari COVID-19 ke RS Darurat Wisma Atlet.

"RS-RS ini ada pelonggaran, termasuk tadi para direktur RS ketika menilai ada pasien yang sudah menjelang sembuh dan pasien yang butuh perawatan yang segera, maka pasien berangsur sembuh bisa dikonsultasikan dengan tim Kapuskes TNI yang kelola RSD wisma atlet untuk dialihkan," kata Doni.

Doni juga mengatakan, pihaknya sedang mengupayakan memberikan tambahan fasilitas berupa ruang ICU kepada tujuh rumah sakit rujukan di Jakarta.

Baca Juga:

Wisma Atlet Tower 4 dan 5 Siap Tampung OTG

Ruang ICU di tujuh rumah sakit itu terdata oleh Satgas COVID-19 sudah penuh.

"Sehingga kekhawatiran masyarakat tentang kurangnya atau sedikitnya tempat tidur yang tersedia di ruang ICU di seluruh RS COVID-19 Jakarta bisa teratasi," ujarnya.

Berdasarkan hal itu, Doni meminta, para pimpinan rumah sakit berkoordinasi dengan Kapuskes TNI selaku pihak yang mengelola Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet.

"Sehingga fasilitas yang ada di rumah sakit darurat COVID-19 Wisma Atlet bisa juga dimanfaatkan oleh para direktur rumah sakit di sekitar kota Jakarta dan sekitarnya," pungkasnya. (Knu)

Baca Juga:

Pasien COVID-19 di RSD Wisma Atlet Bunuh Diri Lompat dari Atas Gedung


Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH