Pasca Liburan Panjang, Pelaku Usaha Wisata Tes Usap Masal Wisata di Yogyakarta. (Foto: Teresa Ika/ Yogyakarta).

MerahPutih.com - Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar pemeriksaan sampel usap masal pasca liburan panjang peringatan Maulid Nabi. Pemeriksaan menyasar para pelaku wisata dan penduduk di sekitar destinasi wisata yang menerima tamu dari zona merah.

Sekretaris Daerah (Sekda) Pemda DIY Kadarmanta Baskara Aji menjelaskan, tes usap dilakukan untuk mengantisipasi munculnya klaster penularan COVID-19 di sektor pariwisata pascalibur panjang.

"Tes usap dilakukan pada pelaku wisata tidak secara random (acak) tetapi kita akan menggunakan sampel proporsional," kata Aji di Yogyakarta, Selasa (03/11).

Baca Juga:

Pekerja Positif COVID-19, Obyek Wisata Umbul Ponggok Ditutup

.Pengambilan sampel usap dimulai pada Senin (2/11) hingga beberapa hari kedepan. Setiap hari ada sekitar 700 sampai 1.000 orang yang akan melakukan test usap. Jumlah ini dirasa sudah melampaui standar rekomendasi yang dibuat lembaga kesehatan dunia atau WHO.

Pengambilan sampel pelaku wisata yang menjalani test usap memprioritaskan kawasan destinasi wisata yang terpantau paling padat dan paling banyak pelanggaran selama libur panjang.

Sekretaris Daerah (Sekda) Pemda DIY Kadarmanta Baskara Aji
Sekretaris Daerah (Sekda) Pemda DIY Kadarmanta Baskara Aji. (Pemprov DIY).

"Pelaku wisata misalnya tour guide, biro travel,sampai ke penjualan makanan di lokasi wisata, penjual oleh-oleh, kerajinan dan penyedia jasa transportasi wisata. Supaya kita ini mengetahui dampak dari membanjirnya pengunjung ke DIY," kata dia.

Selain para pelaku wisata, kata Aji, pengambilan sampel usap juga akan menyasar warga DIY yang selama libur panjang menerima tamu atau keluarga dari luar daerah.

"Jadi orang yang mudik di kampung-kampung di desa-desa bisa jadi juga membawa virus dari luar daerah kemudian terjadi penularan di keluarga. Ini juga menjadi perhatian kita," ujar dia.

Berdasarkan hasil pemantauan selama libur panjang, Aji menilai sebagian besar pengunjung di DIY menggunakan masker serta tertib menerapkan protokol kesehatan. Sayangnya masih banyak yang menggunakan masker tidak benar seperti di bawah hidung, dan di leher. (Teresa Ika/Yogyakarta).

Baca Juga:

Tes Cepat COVID-19 di Lokasi Wisata Jabar, Ratusan Orang Reaktif

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
 Persentase Korban Meninggal Akibat Corona di Indonesia Dinilai Cukup Tinggi
Indonesia
Persentase Korban Meninggal Akibat Corona di Indonesia Dinilai Cukup Tinggi

Yuri mengatakan angka kematian ini bersifat dinamis. Ia berharap tidak ada lagi pasien yang meninggal karena Covid-19.

MPR: Pesantren Potret Kebinekaan Indonesia
Indonesia
MPR: Pesantren Potret Kebinekaan Indonesia

Pondok pesantren merupakan potret kebhinnekaan Indonesia karena selain menjadi pusat ilmu agama, ponpes juga sangat berbaur dan mewarnai masyarakat sekitar.

Polisi Beberkan Alasan Tolak Laporan 'PSK' Terhadap Andre Rosiade
Indonesia
Polisi Beberkan Alasan Tolak Laporan 'PSK' Terhadap Andre Rosiade

Barang bukti awal itu terkait dengan dugaan tindak pidana atau pasal yang dilaporkan

KPK Telusuri Aliran Duit Suap Bansos Mensos Juliari
Indonesia
KPK Telusuri Aliran Duit Suap Bansos Mensos Juliari

Termasuk menelusuri aliran dana dari korupsi tersebut.

PKS Minta Dana Haji Enggak Diselewengkan
Indonesia
PKS Minta Dana Haji Enggak Diselewengkan

Jazuli berharap BPKH tidak lagi membuat pernyataan atau berita yang misleading

Wali Kota Depok Keluarkan Edaran Protokol Kesehatan Bagi Masyarakat, Ini isinya
Indonesia
Wali Kota Depok Keluarkan Edaran Protokol Kesehatan Bagi Masyarakat, Ini isinya

Peningkatan kasus konfirmasi positif belakangan meningkat dari klaster pekerja, kantor atau kegiatan luar lainnya

Tito Usul Diskualifikasi Cakada Yang Langgar Protokol Kesehatan
Indonesia
Tito Usul Diskualifikasi Cakada Yang Langgar Protokol Kesehatan

"Karena yang bisa menyelamatkan dan mengendalikan Covid, adalah disiplin terhadap protokol kesehatan itu kuncinya," tutur Mahfud..

WHO Peringatkan Masyarakat Dunia Jangan Lelah Lawan Virus Corona
Dunia
WHO Peringatkan Masyarakat Dunia Jangan Lelah Lawan Virus Corona

Masyarakat menjadi lelah dengan pandemi virus corona, namun harus tetap waspada dan terus melakukan tindakan pencegahan seraya dunia menunggu sebuah vaksin.

Gandeng Strada, Kalbis Institute Kembangkan Kualitas SDM Indonesia
Indonesia
Gandeng Strada, Kalbis Institute Kembangkan Kualitas SDM Indonesia

Kalbis Institute dan Perkumpulan Strada menjalin kerja sama dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM)

 Tenaga Medis Positif Corona di DKI Capai 150 Orang dan 2 Meninggal
Indonesia
Tenaga Medis Positif Corona di DKI Capai 150 Orang dan 2 Meninggal

"Tenaga kesehatan yang positif terinfeksi COVID-19 sejumlah 150 orang dan 2 orang meninggal dunia," kata Catur di Jakarta, Kamis (9/4).