Pasca Kerusuhan Wamena, Pemerintah Fokus Pulihkan Mental Para Pelajar Tim trauma healling dari Polda Papua berpose bersama para guru dan anak-anak SD Harapan Baliem 1 Jalan JB Wenas, Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, Rabu (9/10) (ANTARA News Papua /HO-Humas Polda Pap

MerahPutih.com - Sekolah-sekolah di Wamena, Jayawijaya mulai aktif kembali pada Senin (7/10), pasca kerusuhan beberapa waktu lalu. Pembelajarah pertama lebih banyak difokuskan pada aktivitas pemulihan trauma anak-anak.

Selain belum semua siswa kembali hadir, guru-guru yang mayoritas berasal dari luar Papua juga masih berada di daerahnya.

Baca Juga:

Pasca Kerusuhan, Kondisi Aliran Listrik di Wamena Kembali Normal

Menurut Sekretaris Dinas Pendidikan Jayawijaya Bambang Budiandoyo, kebijakan untuk memulai sekolah di Wamena sejak Senin lalu merupakan hasil kesepakatan pemerintah daerah dengan seluruh kepala sekolah, komite sekolah, dan juga seluruh kepala distrik.

"Bagaimana pun sekolah harus segera dibuka, meskipun belum langsung belajar. Kegiatan utamanya masih bersifat rekreatif dan pendataan mengenai jumlah siswa dan guru yang datang. Pemulihan trauma siswa jadi fokus utama sekolah," kata Bambang dalam keterangannya kepada wartawan, Rabu (9/10).

Menko Polhukam Wiranto dan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menemui para pengungsi Wamena dan Ilaga di Timika, Rabu (9/10/2019) (ANTARA/Evarianus Supar)
Menko Polhukam Wiranto dan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menemui para pengungsi Wamena dan Ilaga di Timika, Rabu (9/10/2019) (ANTARA/Evarianus Supar)

Hal tersebut diamini Kepala SMA Negeri 1 Wamena Yosep Wibisono dan Kepala SMP Negeri 1 Wamena Yemima Kopeuw.

“Kami meminta seluruh siswa dan guru untuk hadir sejak Senin lalu untuk merapikan kelas dan halaman sekolah, sambil mendata siswa yang belum hadir. Fokus kami trauma healing,” jelas Yosep.

Menurut data dinas pendidikan Kabupaten Jayawijaya di Wamena sendiri, dari 61 sekolah yang ada di kota itu, sebanyak 25 sekolah dari berbagai jenjang PAUD, SD, SMP dan SMA/SMK yang terkena dampak atau mengalami kerusakan.

Baca Juga:

Pangdam Cenderawasih Mayjen Herman Asaribab Tegaskan Kondisi Wamena Sudah Kondusif

"Dari pantauan kami di 10 sekolah yang dikunjungi, tingkat kehadiran siswa dan guru mencapai 20 persen dari jumlah yang terdaftar di sekolah-sekolah tersebut. Kita harapkan minggu depan, kegiatan belajar mengajar sudah pulih sepenuhnya," jelasnya.

Dalam proses pemulihan trauma siswa, Dinas Pendidikan Jayawijaya mendapat bantuan dari Kementerian Sosial yang memulai program penanganan trauma di SMP Negeri 1 Wamena.

Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw saat berbincang dengan pengungsi kerusuhan Wamena. ANTARA/HO/Humas Polda Papua)
Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw saat berbincang dengan pengungsi kerusuhan Wamena. ANTARA/HO/Humas Polda Papua)

Selain itu, ada juga bantuan dari Wahana Visi Indonesia (WVI) yang menurunkan tujuh orang untuk membantu menghilangkan rasa trauma peserta didik baik dari tingkat SD hingga SMA. Beberapa lembaga keagamaan yang ada di Wamena dan Jayapura juga terlibat dalam kegiatan tersebut.

"Langkah antisipasi juga sudah kami siapkan untuk kegiatan belajar mengajar. Kami memiliki teman-teman guru dari Indonesia Cerdas berjumlah 30 orang yang siap didistribusikan ke sekolah-sekolah yang kekurangan guru agar mendorong proses belajar-mengajar," ungkapnya. (Knu)

Baca Juga:

Lewat Lagu ‘Beda Sama Kamu’, Project Pop Ajak Penonton Peduli Wamena


Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH