berita-singlepost-banner-1
Pasca Kerusuhan, Kondisi Wamena Mulai Membaik Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw saat berbincang dengan pengungsi yang ditampung diRindam XVII Cenderawasih, Ifar Gunung, Kabupaten Jayapura, Kamis (3/10). (ANTARA/HO/Humas Polda Papua)
berita-singlepost-banner-2
berita-singlepost-mobile-banner-7

MerahPutih.com - Kondisi keamanan di Wamena, Papua, berangsur pulih. Seluruh aktivitas warga mulai mendekati sediakala termasuk roda ekonomi yang berputar kembali.

Pasar yang menjadi pusat kegiatan masyarakat di Jalan Irian, Wamena sudah diramaikan pedagang yang menjajakan aneka kebutuhan pokok.

Baca Juga:

Demi NKRI, KKSS Berharap Warganya Tidak Tinggalkan Wamena

Di tengah kota, terutama di Jalan Trikora sudah mulai ramai dilalui kendaraan para pegawai dan pekerja menuju ke tempat mereka bekerja.

Suasana pengungsi korban demo rusuh yang ditampung sementara di Tongkonan Kotaraja (ANTARA/Musa Abubar)
Suasana pengungsi korban demo rusuh yang ditampung sementara di Tongkonan Kotaraja (ANTARA/Musa Abubar)

Meski masih ada pengungsi yang bertahan di sejumlah tempat, termasuk di kantor Polres Jayawijaya dan fasilitas milik TNI di Wamena, namun mulai menggeliatnya kegiatan sehari-hari menandakan kota tersebut mulai berangsur normal.

"Situasi mulai pulih dan berangsur normal. Aparat keamanan akan terus menjaga situasi, sekaligus terus mengembangkan penyidikan untuk melakukan pengejaran terhadap para pelaku kerusuhan. Kemarin kami sudah menahan tujuh tersangka, dan kita akan terus mengejar pelaku lainnya demi sama-sama menegakkan hukum," ujar Kapolda Papua Irjen (Pol) Paulus Waterpauw dalam keterangan persnya, Kamis (3/10).

Pemulihan Wamena, baik dalam hal ekonomi dan sosial diharapkan berjalan dengan cepat.

Hal itu tak hanya didasari karena sebelumnya di Wamena tidak pernah terjadi konflik horizontal, namun juga masyarakat di kota tersebut tengah berupaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang dalam tiga tahun terakhir terus meningkat.

Baca Juga:

TNI AU Siagakan Tiga pesawat Hercules Evakuasi Korban Kerusuhan Wamena

Termasuk perdagangan bahan kebutuhan pokok yang memberikan kontribusi kedua terbesar, 16,5% bagi perekonomian Wamena, setelah sektor transportasi dan pergudangan yang menyumbang 18,7%.

Berdasarkan data BPS (Biro Pusat Statistik 2018) selama tahun 2013-2017, total nilai tambah yang dihasilkan oleh aktivitas sektor-sektor ekonomi yang berada di wilayah Kabupaten Jayawijaya, baik atas dasar harga berlaku maupun atas dasar harga konstan, secara konsisten mengalami peningkatan.

Pada tahun 2013, nilai PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) atas dasar harga berlaku di Kabupaten Jayawijaya adalah Rp 20,3 juta. Nilai ini terus bertambah hingga pada tahun 2017 mencapai Rp 31,9 juta.

Petugas PLN saat memperbaiki instalasi listrik yang terkena dampak kerusuhan di Jayawijaya. (ANTARA News Papua/Marius Frisson Yewun)
Petugas PLN saat memperbaiki instalasi listrik yang terkena dampak kerusuhan di Jayawijaya. (ANTARA News Papua/Marius Frisson Yewun)

Wakil Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) Arif Budimanta mengatakan, pembangunan infrastruktur yang dilakukan pemerintah sudah menyentuh Indonesia Timur, sehingga ekonomi di wilayah tersebut, termasuk Papua harus berkembang.

"Saya berharap hal-hal positif yang sudah terjadi di Papua, baik itu pertumbuhan ekonomi dan situasi politik serta sosial yang kondusif tetap terjaga agar sama majunya dengan wilayah Indonesia lainnya," ujar Arif.

Ia menambahkan, saat ini untuk pembangunan sumberdaya manusia, Pemerintah juga menjalankan berbagai program.

"Seperti program Indonesia Pintar, Beasiswa Pendidikan Indonesia Afirmasi baik untuk lanjutan pendidikan di dalam dan luar negeri,” tambahnya. (Knu)

Baca Juga:

Ratusan Perantau Minang Memilih Bertahan di Wamena


berita-singlepost-mobile-banner-3
Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH


berita-singlepost-banner-4
berita-singlepost-banner-5
berita-singlepost-banner-6