Pasca-Kebrutalan KKB, Kondisi Warga Kabupaten Puncak Berangsur Kondusif Aktivitas di bandara Aminggaru Ilaga, Kabupaten Puncak, usai penembakan helikopter, normal. (ANTARA/HO/dok UPBU Ilaga)

MerahPutih.com - Aktivitas masyarakat di Beoga, Kabupaten Puncak saat ini berangsur normal dan warga mulai menggelar dagangan.

Kondisi ini setelah terjadi penembakan terhadap dua orang guru dan seorang tukang ojek oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) pada pekan lalu.

"Masyarakat sudah beraktivitas seperti biasa, mama-mama sudah mulai berjualan di pasar," kata Kasatgas Humas Operasi Nemangkawi Kombes Iqbal Alqudussy kepada wartawan, Jumat (16/4).

Baca Juga:

KKB Pimpinan Lekagak Telengen Diduga Aktor Penembakan dan Pembunuhan Pelajar di Ilaga

Iqbal yang sedang berada di Beoga mengaku ada sejumlah warga turun ke Timika, namun mereka hendak mencari bahan pangan dan mengunjungi sanak-saudara serta kerabat.

"Namun kita patut syukuri, anak-anak sudah kembali bermain," ujar Iqbal.

Aparat TNI-Polri melakukan pengejaran KKB yang melakukan aksi penembakan guru di Beoga Kabupaten Puncak, Jumat.(ANTARA News Papua/Satgas Humas Ops Nemangkawi)
Aparat TNI-Polri melakukan pengejaran KKB yang melakukan aksi penembakan guru di Beoga Kabupaten Puncak, Jumat.(ANTARA News Papua/Satgas Humas Ops Nemangkawi)

Untuk kegiatan transportasi, Iqbal menyebut operasional bandara sudah normal, pesawat sudah empat kali penerbangan hari ini.

TNI-Polri juga sudah mempertebal pasukan di Beoga guna menjamin keamanan warga.

"TNI-Polri hadir untuk menjamin keamanan, melindungi aktivitas masyarakat," kata Iqbal.

Baca Juga:

Aparat Diminta Lakukan Tindakan Tegas Terukur ke KKB

KKB sebelumnya melakukan penembakan terhadap dua orang guru hingga meninggal di Beoga, yakni Oktovianus Rayo yang ditembak Kamis (8/4) dan Yonatan Renden yang ditembak Jumat (9/4).

Setelah dua kejadian tersebut, KKB menembak tukang ojek di Eromaga, Distrik Omikia, Kabupaten Puncak, Papua.

Selain itu, KKB juga membakar rumah Wakil Ketua I DPRD Puncak Menase Mayau dan rumah Junaidi Sulele (Kepala SMPN) di Beoga. (Knu)

Baca Juga:

KKB Kembali Berulah di Ilaga, Kapolda Papua Minta Warga Batasi Mobilitas

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
FPI Ungkap Alasan Rumah Rizieq Enggak Mau Disemprot Disinfektan
Indonesia
FPI Ungkap Alasan Rumah Rizieq Enggak Mau Disemprot Disinfektan

Azis mengklaim, Rizieq dalam kondisi sehat wal afiat

Kurva COVID-19 di DKI Landai Berkat PSBB Ketat
Indonesia
Kurva COVID-19 di DKI Landai Berkat PSBB Ketat

Indikatornya, angka tingkat penularan COVID-19 atau reproduction number (Rt) DKI Jakarta masih berada di posisi 1,1.

Ibas: Alhamdulillah, Keadilan Masih Ada di Negeri Kita
Indonesia
Ibas: Alhamdulillah, Keadilan Masih Ada di Negeri Kita

Ibas merasa bersyukur karena kebenaran dan keadilan masih ada di tanah air.

Hasil Tes GeNose Tidak Berlaku Bagi Warga Dari Sumatera ke Jawa
Indonesia
Hasil Tes GeNose Tidak Berlaku Bagi Warga Dari Sumatera ke Jawa

Dengan melakukan tes antigen di daerah asal, pelaku perjalanan mencegah potensi terjadinya kerumunan di pelabuhan. Karena kerumunan dapat menjadi pusat penularan COVID-19.

Hanya Mampu Selesaikan 2 RUU Prioritas, DPR Dapat Kritikan
Indonesia
Hanya Mampu Selesaikan 2 RUU Prioritas, DPR Dapat Kritikan

Belum lagi pelibatan sejumlah pakar dan pengusaha dalam pembahasannya

Plt Kepala Dinas Parekraf DKI Ditusuk di Kantornya Sendiri
Indonesia
Plt Kepala Dinas Parekraf DKI Ditusuk di Kantornya Sendiri

Anak buah Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan ini terpapar di kantornya sendiri di wilayah Jakarta Selatan, Rabu (10/2).

 [Hoaks atau Fakta]: Berkumur Dengar Air Garam Hancurkan Virus Corona
Indonesia
[Hoaks atau Fakta]: Berkumur Dengar Air Garam Hancurkan Virus Corona

Melansir dari kumpulan artikel di turnbackhoax.id, setidaknya terdapat 4 artikel yang membahas hoaks yang sama.

Terkendala Impor Baja Tiongkok, Pembangunan Stadion Persija Bakal Tertunda
Indonesia
Terkendala Impor Baja Tiongkok, Pembangunan Stadion Persija Bakal Tertunda

Kebutuhan baja untuk proyek stadion Klub Persija ini cukup besar, mencapai 25 persen dari total biaya.

Gegara Banjir, Perjalanan Kereta di Stasiun Senen dan Gambir Dibatalkan
Indonesia
Gegara Banjir, Perjalanan Kereta di Stasiun Senen dan Gambir Dibatalkan

Penumpang pada KA tersebut diberangkatkan menggunakan Bus

Kelompok Teroris Kian Aktif Secara Daring di Masa Pandemi
Indonesia
Kelompok Teroris Kian Aktif Secara Daring di Masa Pandemi

Selama pandemi berlangsung, terdapat kenaikan 101 persen transaksi keuangan mencurigakan