Pasca Gempa di Serang, Pemprov DKI Cek semua Kondisi Bangunan Ilustrasi: Sebuah rumah di kawasan Puncak, Bogor rusak akibat guncangan gempa Banten (Foto: antaranews)

Merahputih.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta meminta masyarakat Ibu kota serta pengelola gedung-gedung tinggi di Jakarta melakukan pemeriksaan keretakan gedung akibat gempa yang mengguncang Jakarta pada Jumat (2/8) malam.

Bila ada keretakan bangunan akibat gempa yang berdurasi sekitar 60 detik itu, BPBD DKI meminta pemilik banguan tersebut untuk waspada.

Baca Juga: Pasca Gempa, Warga Sumur Banten Mulai Mengungsi

"Cek awal kondisi bangungan dengan deteksi keretakan struktur bangunan tiang, balok dan dinding," ujar Kepala UPT Pusat Data dan Informasi BPBD Privinsi DKI Jakarta, Ridwan saat dikonfirmasi, Sabtu (3/8).

Kemudian Ridwan juga meminta masyarakat untuk melapor kepada pihaknya bila menemukan ada keretakan bangunan. Hal ini untuk meminimlisir jatuhnya korban jiwa akibat gempa tersebut.

"Masyarakat bisa segera melaporkan melalui nomor tunggal panggilan darurat 112. Layanan telepon itu dapat diakses masyarakat selama 24 jam," tandasnya.

Sebelumnya sejumlah wilayah di Jakarta diguncang gempa pada Jumat (2/8) malam. Gempa juga terasa hingga Kawasan Balai Kota DKI Jakarta. Gedung Balai Kota yang terdiri dari puluhan lantai juga ikut begoyang. Karyawan Balai Kota panik dan berhamburan keluar gedung.

Tak hanya karyawan, Gubernur Anies Baswedan juga ikut keluar ruangan kerja saat gempa itu terjadi.

Baca Juga: BMKG: Masyarakat di Seputaran Titik Gempa Segera Jauhi Pantai

Sementara, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut gempa tersebut memiliki Magnitudo 7,4 dan berpusat di wilayah barat daya Sumur, Banten.

BMKG sempat memberikan peringatan dini Tsunami, namun peringatan itu kembali di cabut setelah dua jam sesuai SOP yang berlaku. (Knu)



Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH