Pasca Dibubarkan, HTI Mengaku Tawakal dan Sabar Juru Bicara HTI, Ismail Yusanto. (Foto: MP/Ponco Sulaksono)

MerahPutih.com - Pasca resmi dibubarkan oleh pemerintah, seluruh anggota Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) mengaku menerima keputusan tersebut dengan tawakal dan penuh kesabaran.

"Anggota HTI di seluruh Indonesia mereka menghadapi dengan tawakal dan penuh kesabaran," ujar Juru Bicara HTI, Ismail Yusanto dalam sebuah diskusi bertajuk "Perppu Ormas Untuk Semua" di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (23/7).

Menurut Ismail, para anggota HTI telah mengetahui konsekuensi memperjuangkan ideologi khilafah yang mereka anut. Terlebih, di negara demokrasi seperti Indonesia yang dinilainya cukup liberal.

"Mereka tahu persis risiko kegiatan dakwah di tengah sistem sekuler dengan penguasa yang dzalim," tegasnya.

Sebelumnya, Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum Kementerian Hukum dan HAM mencabut status badan hukum ormas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Dengan demikian, HTI resmi dibubarkan pemerintah.

Pencabutan dilakukan sebagai tindaklanjut Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang Nomor 2 Tahun 2017 yang mengubah UU Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan.

Pemerintah menganggap ideologi ormas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) tidak sesuai dengan apa yang tertera dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. Dalam AD/ART yang diajukan, HTI mencantumkan ideologi mereka adalah Pancasila.

"Walaupun dalam AD/ART mencantumkan Pancasila sebagai ideologi untuk Badan Hukum Perkumpulannya, namun dalam fakta di lapangan, kegiatan dan aktivitas HTI banyak yang bertentangan dengan Pancasila dan jiwa NKRI," ujar Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum Kementerian Hukum dan HAM Freddy Harris di kantor Kementerian Hukum dan HAM, Jakarta Selatan, Rabu (19/7). (Pon)




Yohannes Abimanyu

LAINNYA DARI MERAH PUTIH