Pasar Tanah Abang Ditutup, Anies: Memang Siklusnya Sejumlah warga memadati Blok B Pusat Grosir Pasar Tanah Abang untuk berbelanja pakaian di Jakarta Pusat, Minggu (2/5/2021). ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/foc.

Merahputih.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebutkan penutupan sementara Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, merupakan siklus tahunan yang biasa dilakukan menjelang Hari Raya Idul Fitri.

"Besok Rabu terakhir, memang siklusnya saja. Hari terakhir bulan Ramadhan, tutup pasarnya, karena pedagang juga ikut libur Lebaran," kata Anies di Pasar Mayestik, Jakarta Selatan, Selasa (11/5).

Baca Juga:

Kritik Warga yang Belanja di Pasar Tanah Abang, Pimpinan DPRD: Kita Bisa Seperti India

Pasar Tanah Abang akan ditutup sementara mulai Rabu (12/5) hingga Selasa (18/5) dalam rangka menyambut masa libur Hari Raya Idul Fitri yang diperkirakan jatuh pada Kamis (13/5).

Sementara, Pengelola Blok A Pasar Tanah Abang Heri Supriyatna membenarkan pasar tekstil terbesar di Asia Tenggara itu akan ditutup sementara dalam rangka perawatan rutin, selain karena libur Lebaran.

Pasar Tanah Abang. Foto: MP

"Iya benar, kita tutup sementara dulu dari tanggal 12 Mei sampai 18 Mei dalam rangka libur Lebaran tanggal 13 Mei 2021 dan juga dilakukan perawatan gedung di seluruh blok," jelas Heri.

Ada pun perawatan itu meliputi pembersihan area pasar, perawatan suku cadang pada gedung dan bagian-bagian lain yang memang sudah harus dilakukan perawatan.

Baca Juga:

Komisi III Minta Ada Aturan yang Membatasi Kerumunan di Pasar Tanah Abang

Terkait dengan penutupan ini, pihaknya mengaku sudah melakukan sosialisasi kepada para pedagang sejak dua pekan selama berjalannya Ramadhan ini. (Asp)

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Komjen Listyo Diminta Yakinkan Publik, Polisi Tak Hanya Hadir jika Terjadi Masalah
Indonesia
Komjen Listyo Diminta Yakinkan Publik, Polisi Tak Hanya Hadir jika Terjadi Masalah

Komjen Listyo Sigit Prabowo bakal menghadapi tantangan pertama menuju kursi Tribrata 1.

Bikin Aplikasi, Luhut Perintahkan Operasi Yustisi Dimasifkan
Indonesia
Bikin Aplikasi, Luhut Perintahkan Operasi Yustisi Dimasifkan

Pangdam dan Kapolda di delapan provinsi diperintah Luhut, segera mengimplementasikan sistem monitoring perubahan perilaku.

Reaksi Djoko Tjandra Divonis Lebih Tinggi dari Tuntutan Jaksa
Indonesia
Reaksi Djoko Tjandra Divonis Lebih Tinggi dari Tuntutan Jaksa

Djoko Tjandra divonis 4, 5 tahun penjara serta denda Rp 100 juta subsider 6 bulan kurungan

Formasi CPNS 2021, Instansi Pusat Diwajibkan Akomodir Orang Papua
Indonesia
Formasi CPNS 2021, Instansi Pusat Diwajibkan Akomodir Orang Papua

PANRB memberi karpet merah kepada putra putri asli Papua dan Papua Barat dalam melamar calon PNS pada formasi tahun 2021.

Pemilik Akun Twitter @podoradong Diciduk Gegara Sebut Omnibus Law Kesepakatan
Indonesia
Pemilik Akun Twitter @podoradong Diciduk Gegara Sebut Omnibus Law Kesepakatan

Polisi menangkap pemilik akun Twitter @podoradong terkait aksi menolak UU Cipta Kerja yang berujung ricuh.

Ahli Beberkan Alasan Bara Rokok Bisa Hanguskan Gedung Kejaksaan Agung
Indonesia
Ahli Beberkan Alasan Bara Rokok Bisa Hanguskan Gedung Kejaksaan Agung

Penyebab kebakaran gedung Kejaksaan Agung (Kejagung) karena bara rokok dari perkerja bangunan di lantai 6.

Firli Bahuri Tegaskan KPK Tak Pernah Berpikir Pecat Novel Baswedan Cs
Indonesia
Firli Bahuri Tegaskan KPK Tak Pernah Berpikir Pecat Novel Baswedan Cs

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Firli Bahuri menegaskan lembaga antirasuah tak pernah berpikir memecat penyidik senior Novel Baswedan dan 74 pegawai KPK lainnya.

12 Prajurit KRI Nanggala-402 Warga Surabaya
Indonesia
12 Prajurit KRI Nanggala-402 Warga Surabaya

agi Beliau-Beliau, menjaga laut Indonesia adalah segalanya. Wira Ananta Rudira, tabah sampai akhir, sebuah pengabdian yang dijalankan hingga tuntas dengan penuh keteguhan," ujar Eri.

Polda Metro Tunggu Salinan Putusan Pencabutan SP3 Kasus Chat Mesum Rizieq Shihab
Indonesia
Polda Metro Tunggu Salinan Putusan Pencabutan SP3 Kasus Chat Mesum Rizieq Shihab

Yusri berujar jika pihaknya belum mengetahui bahwa SP3 kasus tersebut dicabut oleh hakim dari PN Jaksel.

Komjak Minta Kejagung Serahkan Dokumen Skandal Djoko Tjandra ke KPK
Indonesia
Komjak Minta Kejagung Serahkan Dokumen Skandal Djoko Tjandra ke KPK

Kejagung hingga saat ini belum mengirimkan berkas dan dokumen skandal Djoko Tjandra, meski telah dua kali diminta oleh KPK.