Pasar dan Tempat Istirahat jadi Sumber Kemacetan Jalur Puncak Bogor Rekayasa lalu lintas contra flow di Jalan Tol Jagorawi. (Foto: Jasa Marga)

MerahPutih.com - Hingga rabu malam (4/5), kemacetan masih terjadi di Jalur Puncak Bogor. Sejumlah pasar dan tempat peristirahatan disinyalir jadi sumber kemacetan.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Bogor, AKP Dicky Anggi Pranata menyatakan, perlu kesadaran pengguna jalan untuk mengurungkan niat untuk tidak berhenti di kawasan itu sementara waktu agar membantu mengurai kepadatan di sana.

Baca Juga:

Urai Kemacetan Menuju Puncak, Tol Jagorawi Berlakukan Contra Flow

"Yang jadi kendala adalah masih tingginya tingkat kegiatan masyarakat yang di pasar-pasar. Ada di Cimory, kemudian di Pasar Cisarua, di rest area Gunung Mas, kemudian di wilayah Cianjur itu ada di Hanjawar dan Cipanas, ya Pasar Cipanas," ucapnya, di Pos Polisi Simpang Gadog, Jawa Barat, Rabu.

Dicky mengatakan, lalu lalang penyeberang yang menyeberang jalan, ditambah volume kendaraan yang juga meningkat, membuat arus lalu lintas di sejumlah lokasi tersebut terlihat padat berdasarkan pantauan kamera pengawas (closed circuit television/ CCTV).

Ia menambahkan, Satlantas Polres Bogor terus mengurai kepadatan tersebut dengan memberlakukan sistem arus lalu lintas satu arah (one way) dari Puncak ke arah Jakarta (atas ke bawah) sejak pukul 14.00 WIB.

Harapannya, kendaraan pelancong dari Jakarta yang masih berada di Puncak segera turun sehingga kepadatan berkurang.

"Prediksi kami, ya kami upayakan secepatnya. Namun prediksi di pukul 22.00 WIB (berlaku one way arah atas ke bawah)," kata Dicky.

Kasat Lantas Polres Bogor AKP Dicky Anggi Pranata (kiri) di Simpang Gadog, Jawa Barat. (Foto: Antara)
Kasat Lantas Polres Bogor AKP Dicky Anggi Pranata (kiri) di Simpang Gadog, Jawa Barat. (Foto: Antara)

Hingga malam ini, tercatat sudah dua kali dilakukan satu arah dari atas ke bawah tersebut, yakni pada pagi untuk menarik arus sekitar pukul 07.00 WIB dan kedua, diberlakukan satu arah dari atas ke bawah lagi pukul 14.00 WIB untuk pengurasan arus.

Menurut Dicky, untuk saat ini upaya yang paling efektif adalah pelaksanaan satu arah tersebut. Karena petugas menjadi betul-betul fokus, total dalam melakukan penarikan arus kendaraan.

Setelah sisa kendaraan dari arah Puncak sepenuhnya mengalir ke arah bawah (Jakarta), maka sistem satu arah pun mulai diberlakukan secara bergantian. Dicky mengatakan Kamis pagi (5/5), pukul 07.00 WIB pihaknya akan kembali menyiapkan satu arah kembali.

"Karena kami memprediksi masih ada arus kendaraan yang cukup tinggi dari Jakarta ke Puncak, besok pagi pukul 06.00 WIB kami apel dulu, selanjutnya 06.30 WIB itu mulai ada penutupan dan pukul 07.00 akan mulai 'one way' arah atas," kata Dicky. (*)

Baca Juga:

Agar Tak Terjebak Macet, Pemudik Diminta Kembali Sebelum Tanggal 6 Mei

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
PKB dan Gerindra Selaraskan Langkah Pengurus Daerah
Indonesia
PKB dan Gerindra Selaraskan Langkah Pengurus Daerah

Kedua partai baru memulai koalisi dan kerja sama politik untuk menghadapi Pemilu 2024.

Tinjau Venue Piala Dunia U-20 di Solo, FIFA Soroti Rumput Stadion Manahan
Olahraga
Tinjau Venue Piala Dunia U-20 di Solo, FIFA Soroti Rumput Stadion Manahan

Dalam inspeksi tersebut, FIFA menyoroti soal rumput Stadion Manahan.

Anggap Polemik TWK KPK 'Panggung', Sekjen Gelora: Ujungnya Sampai 2024
Indonesia
Anggap Polemik TWK KPK 'Panggung', Sekjen Gelora: Ujungnya Sampai 2024

Jadi, intinya panggung ini akan dibikin panjang

95 Persen Kasus Omicron DKI Tanpa Gejala, Tak Ada Pasien Sampai Meninggal
Indonesia
95 Persen Kasus Omicron DKI Tanpa Gejala, Tak Ada Pasien Sampai Meninggal

Kasus varian baru COVID-19, Omicron di Jakarta terus merangkak naik.

Presidensi G20 Indonesia, Jokowi Dorong Negara G20 Lakukan Aksi Nyata
Indonesia
Presidensi G20 Indonesia, Jokowi Dorong Negara G20 Lakukan Aksi Nyata

"Saya ingin Presidensi Indonesia di G20 tidak sebatas seremonial belaka. Indonesia mendorong negara-negara G20 untuk melakukan aksi-aksi nyata," tegasnya.

PDIP Terima Dana Parpol Rp 27 Miliar dari Pemerintah
Indonesia
PDIP Terima Dana Parpol Rp 27 Miliar dari Pemerintah

Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri Bahtiar menyerahkan dana partai politik dari pemerintah kepada PDI Perjuangan (PDIP) sebesar Rp 27 miliar.

DPR Minta Pemda Segera Bayarkan Insentif Nakes
Indonesia
DPR Minta Pemda Segera Bayarkan Insentif Nakes

Karena pembayaran insentif nakes daerah merupakan anggaran yang harus jadi prioritas

Besok, BK Periksa Ketua DPRD DKI Terkait Dugaan Pelanggaran Interpelasi Formula E
Indonesia
Besok, BK Periksa Ketua DPRD DKI Terkait Dugaan Pelanggaran Interpelasi Formula E

Badan Kehormatan (BK) DPRD DKI Jakarta akan menjadwalkan pemanggilan Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi terkait Rapat Paripurna Interpelasi Formula E.

Cegah Kematian Ibu dan Bayi, Seluruh Puskesmas Bakal Dapat Alat USG
Indonesia
Cegah Kematian Ibu dan Bayi, Seluruh Puskesmas Bakal Dapat Alat USG

Di Indonesia terdapat 155 rumah sakit umum daerah (RSUD) yang tersebar di seluruh kabupaten/kota masih belum memiliki tujuh dokter spesialis.

Hasil Survei: Cuma 6 Persen Warga Percaya Partai Politik
Indonesia
Hasil Survei: Cuma 6 Persen Warga Percaya Partai Politik

Partai politik memang merupakan institusi demokrasi paling krusial. Sebab dalam demokrasi partai politik diharapkan mampu menyuarakan aspirasi publik.